Putra Penguasa

Putra Penguasa
Keseharian Biasanya


__ADS_3

Sampainya di pelabuhan Arai sebelum menuju langsung ke Akademi semua awak kapal kagum dengan apa yang di lakukan Almeer cuma dalam satu hari dia bisa selesaikan misinya.


" Sepertinya dalam satu bulan kedepan aku akan mempelajari teknik yang aku dapatkan didalam cincin penyimpanan ketua bandit itu " kata Almeer beranjak pergi meninggalkan pelabuhan itu


Penyelesaian misi yang Almeer terima mendapatkan poin prestasi 1000 poin yang poin ini akan dia ajukan untuk naik kekelas selanjutnya dalam dua bulan lagi.


" Poin yang aku miliki sudah banyak setidaknya masih ada sisa saat pendaftaran nanti " kata Almeer yang kembali ke asramanya


Ke esokkan harinya Almeer mulai melatih teknik yang dia dapatkan saat menaklukkan bandit gurun waktu itu. Teknik ini lumayan rumit karena saat dia melawan bandit itu tampaknya tidak ada dia menggunakan teknik ini.


" Sepertinya teknik ini berguna untuk diriku, soalnya untuk naik kelas nanti kualifikasinya adalah Penempaan Tulang tingkat pertama sedangkan aku sudah dua tingkat diatasnya " kata Almeer sambil mempelajari teknik baru ini. Teknik ini adalah teknik penyembunyian ranah kita agar tidak bisa dilihat kultivator lain.


Lalu, hanya ranah Grand Master yang bisa melihat teknik penyembunyian ini, jadi walaupun instruktur penguji kenaikan ranah Grand Master setidaknya aku akan menurunkan kekuatanku agar setara dengan lawan.


" Hmmm, hanya saja apakah aku bisa melatih teknik ini "


" Soalnya sulit juga memahaminya " kata Almeer sambil kebuingungan


Walaupun teknik itu sulit di pelajari karena tujuan teknik itu untuk mengelabui kultivator lain. Jadi intinya orang yang mempelajari teknik ini juga di buat bingung.

__ADS_1


" Seminggu aku mempelajarinya baru bisa aku kuasai 100 persen, memang dibikin bingung memahaminya aku tidak menyangka ada teknik yang membuat aku bingung " kata Almeer sambil tertawa


Besoknya Almeer sudah mulai masuk kelas karena penyelesaian poin untuk pengajuan naik tingkat sudah terpenuhi, jadi bagi murid yang belum terkumpul poinnya mereka mulai menjalani misi.


Walaupun masuk kelas pembahasan tetap itu saja, karena banyak murid yang lagi menjalankan misi di luar Akademi.


" Kalau kulihat Nadia masih belum masuk kelas, berarti dia masih menjalankan misinya "


" Putri Caira sudah selesai mengumpulkan poinnya, dia sungguh kuat " kata Almeer sambil duduk melihat pengajar menjelaskan


Saat asik mendengar pengajar tiba-tiba ada sosok wanita cantik dengan rambut putih yang panjang menghampiri Almeer dari samping tempat duduknya.


" Boleh aku duduk di sampingmu " kata Rahmi


Di  satu sisi Putri Caira merasa cempuru dan sedih melihat Almeer duduk dengan Rahmi, karena biasanya dia yang selalu didekat Almeer akan tetapi sekarang malah Rahmi yang berada didekat Almeer selain Nadia.


" Sepertinya dalam dua minggu belakangan kamu mengambil misi lagi di paviliun ya ? " tanya Rahmi kepada Almeer sambil membaca buku


" Haah !! Misi ? Ooh iya aku mengambil misi Ramuan di pulau terpencil Cunha " kata Almeer menjawab pertanyaan Rahmi

__ADS_1


" Hmm !! Sebab itu kamu tidak ada di Asrama " kata Rahmi


" Eeh kamu mencariku di asrama ? " tanya Almeer penasaran


" Enggak ada lupakan aja " Rahmi tersipu malu karena terlepas ucapan nya


" Eeehh Hmmm " Almeer heran dengan sikap Rahmi dengan wajah memerah


Semenjak menjalankan misi berdua dengan Almeer di padang pasir lut Rahmi mulai menyukai nya, Rahmi yang biasanya pendiam dan dingin takluk dengan Almeer yang orangnya serius dan berambisi.


" ( Kok aku merasakan basis kultivasinya Almeer menurun padahal pas di gurun dia sudah naik ke tingkat kedua kenapa sekarang malah menurun menjadi tingkat pertama. Apa sebernanya yang terjadi sama dia selama dua minggu ini ) " kata Rahmi dalam hatinya


" Rahmi gimana kalau kita mulai dari hari ini berlatih berdua ? " tanya Almeer dengan serius


" Eehh berlatih berdua " jawab Rahmi dengan tersipu malu


" Iya kita berdua, aku ingin mempertajam indra ku kalau berlatih dengan boneka sudah tidak ada kemajuannya " kata Almeer kepada Rahmi


" Hmm baiklah aku akan membantumu " kata Rahmi setuju dengan permintaan Almeer

__ADS_1


Sorenya Almeer dan Rahmi melakukan sparing dengan menggunakan pedang kayu melanjutkan latihannya kembali di tempat pelatihan. walaupun ranahnya sudah jauh dari kualifikasi naik tingkat dia tetap berlatih mempertajam tekniknya. Karena dia tau kalau teknik beladiri tidak dilatih akan menumpul.


Dalam sebulan kedepan Almeer fokus berlatih dengan Rahmi untuk mempersiapkan ujian kenaikan tingkatnya supaya bisa mendapatkan nilai yang bagus.


__ADS_2