Putra Penguasa

Putra Penguasa
Sehari Keberangkatan


__ADS_3

Pagi hari di taman sekitar Akademi sudah menunggu Rahmi dan Anadia sambil duduk di bangku. Mereka lagi menunggu Almeer yang belum datang.


" Almeer kemana ya kok dia lama sekali " kata Nadia kepada Rahmi


" Aku yakin dia akan datang, mungkin karena mentornya dia jadi lama datang " ucap Rahmi


Tiba-tiba dari ujung jalan datang sesosok laki-laki menghampiri mereka berdua.


" Terima kasih sudah mau menunggu " kata Almeer baru sampai


" Iya Almeer tidak masalah, kita akan berkumpul kembali di taman ini setelah dua tahun lagi " kata Nadia sambil memberi semangat pake tangan


" Kalian akan pergi kemana ? " tanya Almeer


Saat mendengar Almeer bertanya begitu mereka berdua saling berjabat tangan dan memberitahu Almeer kalau mereka berbarengan.


" Heheehe " ketawa Nadia


" Kami akan pulang kekampung !! halaman dan berlatih di sana "


" Lalu kami akan pulang berbarengan, karena kampung halamanku bersebelahan dengan kampung halaman Nadia . Jadi kami pulang bersama-sama "


Mendengar kabar mereka berdua pulang ke kampung halamannya membuat Almeer tersenyum, tidak ada rasa khawatir dengan keadaan sahabatnya untuk pelatihan mandiri.

__ADS_1


Mereka berdua sering membantu Almeer di kala susah maupun senang, jadi dia tidak mau melihat mereka berdua kenapa-kenapa.


Aku merasa ragu mau bilang pergi ke arah Goa Gelap Hong, takut membuat mereka khawatir. Sepertinya aku sembunyikan saja biarkan mereka tidak tahu.


" Aku belum tahu mau kemana ?! sepertinya aku akan berlatih sebentar dulu diakademi! Selanjutnya baru aku cari tujuanku mau kearah mana nantinya! " kata Almeer kepada mereka berdua


" Baiklah Almeer kami akan berangkat duluan, semoga kita bertemu dua tahun lagi " kata Nadia sambil melambaikan tangannya pergi meninggalkan Almeer sendiri di taman


Untuk mereka berdua mencapai kampung halamannya mebutuhkan waktu sebulan jaraknya, akan tetapi jika menggunakan gerbang teleportasi tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya saja untuk menggunakan gerbang teleportasi mereka harus menempuh jara yang lumayan jauh untuk sampai pusat kota. Jarak tembuh selama satu minggu bagi mereka berangkat dari sekarang.


" Mereka sudah pergi ?! Waktunya aku mempersiapkan perbekalanku ! "


"Poin masih ada 1000 lagi, di luar akademi tidak berguna !! Jadi aku tukarkan saja ke paviliun dalam bentuk uang, kristal dan pil " kata Almeer sambil menuju paviliun


Saat di dalam paviliun seperti biasanya banyak senior tingkat mengambil misi untuk menambah poinnya dan juga ada beberapa murid yang seangkatan denganku.


" Iya !! ada yang bisa aku bantu ? " kata senior itu kepada Almeer


" Begini senior !! Aku mau menukarkan poin prestasi !! Soalnya mau berlatih madiri selama dua tahun diluar Akademi, sedangkan aku tidak memiliki uang, kristal dan pil " kata Almeer sambil menunjukkan poinnya


" Waahh... Poinmu banyak juga, apakah kamu mau menukarkan semuanya?? "


" Tapi saran saya kamu tukarkan saja sebanyak delapan ratus saja, sisanya sebagi pegangan untuk dua tahun kedepannya " kata senior itu

__ADS_1


Mendengar saran dari senior itu juga tidak salah juga.


" Gimana baiknya senior saja " kata Almeer


" Baiklah !! "


" Ini koin emas sepuluh keping, pil nya ada tiga macam sebanyak 30 butir dan kristal sebanyak 300 buah untuk penukaran delapan ratus poin prestasi " kata senior sambil memberi kembali kartu pengenalnya


Pesan dari senior di paviliun, dia menyarankan aku ke ruangan penempatan jiwa?! Agar saat di luar akademi mendapat musibah token jiwa yang berada di akademi akan hancur!! Jadi pihak Akademi tau lokasi kamu berada sehingga pihak Akademi bisa menyampaikan pesan kepada orang tua murid.


Selanjutnya, setelah meletakkan token jiwa di ruangan jiwa Almeer sudah bisa besok pagi berangkat ke Goa Gelap Hong mencari material untuk pelatihan dia menempa.


Sedangkan material yang akan dia cari di goa Hong adalah material bahan besi, aluminium dan tembaga.


Goa Hong tempat transaksi dan tambang bahan material penempa!! Banyak orang yang mencari material ke sana.


Selanjutnya di asramanya Canan di situ ada Altaf yang di hajar oleh seniornya karena tidak bisa menyingkirkan Almeer.


" Kamu bangsawan akan tetapi sangat lemah, melumpuhkan seekor tikus tidak bisa " kata Canan kepada Altaf


" Maaf senior kali ini aku akan membunuhnya saat di luar akademi!! karena dia sudah dalam masa pelatihan mandiri " ujar Altaf kepada seniornya


" Baiklah aku akan memberimu kesempatan, jadi kamu bisa membawa dua seniormu ini untuk membantu membunuhnya " kata Canon sambil ketawa

__ADS_1


Keesokan harinya Almeer sudah mulai meninggalkan Akademi Ares dan berlari menuju pusat kota untuk menggunakan gerbang teleportasi.


Hanya saja dalam perjalanannya memungkinkan tidak akan berjalan dengan mudah, soalnya sudah ada penyergapan yang akan di lakukan oleh Altaf dan rekannya yang lain.


__ADS_2