
Setelah Rahmi memasuki ruangan Bos, dia melihat Almeer lagi bertarung bersama ketua bandit itu. Pertarungan mereka sangat menegangkan lantaran berat sebelah.
" Idih.. besar kali pedangnya " ungkap Rahmi terkejut
" Almeer..kamu masih bisa bernafas ? " tanya Rahmi
" Ada sedikit tersesak " kata Almeer bercanda
" Ternyata yang mau ngantar nyawa ada satu lagi " kata Ketua bandit
Kedatangan Rahmi membuat Almeer bisa bernafas sejenak, karena pertarungan cepat ini membuat dia kewalahgan.
" Bantu aku menahannya sebentar aku mau menerobos " kata Almeer kepada Rahmi
" Baiklah, jangan lama-lama karena aku tidak yakin mampu menahan serangannya " kata Rahmi
Almeer mundur kebelakang dengan duduk bersila untuk memulai penerobosan. Dia menelan pil penambah energi untuk diserap energinya supaya bisa pondasinya stabil dan bisa menerobos.
" Dasar bocah, dia mundur kebelakang untuk menerobos malah wanita lemah ini yang dia suruh untuk menghadapi aku " kata ketua banditnya kesal
" Lawanmu sekarang adalah aku, jadi jangan anggap remeh karena aku seorang wanita " kata Rahmi sambil mengeluarkan Aura akar spiritualnya berbentuk kupu-kupu
Rahmi mulai menyerang ketua bandit dengan serangan pamungkasnya yaitu jurus pedang gemercik, hanya saja masih bisa di tangkis dengan mudah oleh bandit itu menggunakan pedang beratnya.
Ketua bandit itu mulai serius menyerang Rahmi karena dia diremehkan sama Almeer menyuruh seorang wanita untuk melawan dia.
" Aah dasar aku enggak terima, jurus pedang seberat gaban " kata ketua bandit sambil ambil aba-aba mau menyerang
" Hiaakkk...shing.. gubrak.. " suara serangan ketua bandit membuat Rahmi terlempat jauh kebelakang
" Almeer belum selesai menerobos dia masih fokus menyerab energinya, aku harus melindunginya, kalau dia menerobos setidaknya peluang menang ada " kata Rahmi
" Dasar kamu bocah, matilah dengan tenang " kata bandit itu sambil mengarahkan tendangan kearah kepala Almeer
" Plakk...hap.." Suara benturan kaki ketua bandit itu yang dipeluk oleh Rahmi
" Aku tidak akan membiarkanmu mengganggu Almeer untuk menerobos " kata Rahmi menahan sakit karena tebang terkena serangan dia tadi
" Whoss.. whoing.. " suara aura Almeer yang lagi naik tingkat
__ADS_1
Akhirnya Almeer naik tingkat menjadi kultivator ranah penempaan tulang tingkat satu, walaupun jaraknya cuma dua tingkat itu tidak menjadi rasa takut bagi mereka berdua karena masih ada peluang untuk menang.
" Dasar wanita sial, aku akan membunuhmu " kata ketua bandit itu sambil mengangkat Rahmi dan melemparnya ke samping
" Ackk..Pptt..huekk.. " suara Rahmi kesakitan dilempar dan memuntahkan darah
Saat Almeer sadar ternyata Rahmi sudah tergeletak disampingnya dengan berlumuran darah.
" Terima kasih Rahmi aku akan membalaskan dendammu " kata Almeer sambil mengangkat Rahmi dan menyenderkannya kedinding
" Ini minum pil penyembuh untuk luka dalam dan luka luar , ini saatnya aku akan bereaksi " kata Almeer sambil melihat kearah bandit itu
Saat Almeer memandangi ketua bandit itu, dengan cepat seperti kilat Almeer menendang perut bandit itu sampai membuat dia terpental kebelakang.
" Ackk..Pptt..padahal jarak tingkat kami berbeda kenapa dia masih bisa membuat aku muntah darah " kata bandit itu
Saat ketua bandit itu terlempat dia melihat ke lengan sebelah kirinya karena terasa mati rasa, rupanya jarum racun yang menyerang bawahannya sudah menempel. Dia tidak sadar saat Almeer menyerang perutnya saat itu juga Almeer menusuk dua jarum kebahu kirinya.
" Aku tidak menyangka saat kamu menyerangku kamu masih bisa menusuk jarum kebahu kiriku " kata ketua bandit itu
" Haha aku juga tidak menyangka setelah aku naik tingkat badanku sungguh ringan dan pergerakanku makin cepat " kata Almeer sambil menyeringai
" Aku akan membunuhmu bocah " kata ketua bandit itu sambil menyerang Almeer
" Shing...shing..." suara benturan pedang Almeer dan ketua bandit
Saat beradu pedang Almeer heran padahal dia sudah diracun tapi masih bisa bertarung sekuat ini. Tenaga dia pun cuma menurun sedikit saja dari pertarungan awal.
" Ranah penempaan tulang memang mengerikan, untung saja dia tidak di tingkat yang lebih tinggi lagi "
" Apakah racunnya tidak kebal, jarum hanya tinggal tiga lagi apakah aku gunakan lagi semuanya " kata Almeer tidak fokus dengan serangan bandit itu
" Brakk.. cuiisst.. " Almeer terkena gorengan dari pedangnya ketua bandit itu membuat luka yang dalam di bagian perut kirinya
" Aku terlalu banyak pikiran dan mengakibatkan aku terluka kembali " kata Almeer
Ketua bandit itu sudah mulai merasakan efek dari racun itu dan dia tidak mau kalah dengan Almeer.
" Bocah aku akan mengakhiri pertarungan ini dengan sekali serang " kata bandit itu sambil mengambil aba-aba menyerang
__ADS_1
" Swoshh....swoshh... " suara aura yang keluar dari tubuhnya ketua bandit itu
" Saatnya kamu mengucapkan selamat tinggal bocah, jurus pedang pembunuh " kata bandit itu sambil melompat kearah Almeer
Saat itu juga Almeer menahan serangan kuat itu menggunakan pedang yang membuat pedangnya patah sampai mau membelah tubuhnya menjadi dua, akan tetapi sontak Almeer munduk kebelakang satu langkah dengan reflek. Yang cuma membuat luka gores sedalam dua senti saja dan tidak membahayakan nya.
" Hampir saja aku terbelah dua " kata Almeer sambil terduduk
" Sampai energiku habis akupun juga tidak bisa membunuhnya "
" Jika tidak berhasil juga, aku harus menggunakan obat itu " kata ketua bandit itu sambil mengeluarkan obat dari dalam cincin penyimpanan
Setelah meminum obat, ketua bandit itu mengeluarkan energi yang banyak yang membuat dia sembuh seperti sedia kala. Obat yang dia minum adalah narkoba yang dilarang untuk seorang kultivator karena merusak vitalitas yang bisa membuat penggunanya lumpuh.
" Aiihhh sudah yakin kalau energinya habis tadi, masih ada juga kekuatan dia obat apa yang dia minum sampai bisa seperti ini " kata Almeer melihat ketua bandit itu seperti iblis
" Karena teknikku sudah naik tingkat aku akan menyerangnya dengan sekali serang " kata Almeer
Ketua bandit itu mengambil posisi untuk menyerang dengan jurus yang sebelumnya hampir membuatku terbelah dua.
" Bocah kali ini kamu tidak akan selamat, hahahaha bersiaplah bocah " kata ketua bandit itu sambil mengeluarkan aura dari akar spiritualnya berbentuk kalajengking gurun
" Brakk.. " suara hentakkan kaki yang mau melompat
" Jurus pedang pembunuh, hiaat.. " sambil melompat kearah Almeer
Almeer yang saat itu juga bersiap-siap menyerang bandit itu, dia mengeluarkan tombak yang dia temukan di dalam gua. Saat mengeluarkan tombak itu dia heran melihatnya karena ada perbedaan saat pertama kali dia menemukannya. Tombak yang berada di tangannya Almeer mengeluarkan bentuk Naga merah api yang mau menerkam.
" Akan ku pertaruhkan semua energiku dengan satu kali serangan ini " kata Almeer sambil bersiap
Semua aura yang ada didalam tubuh Almeer dia salurkan kedalam tombak itu yang membuat energinya banyak terkumpul.
" Sssh, jurus tusukkann...jarumm.. " berlari sambil melopat kearah ketua bandit itu
" brakk whosss.." suara benturan dari energi serangan mereka berdua
Saat berbenturan serangan Almeer terlalu kuat dan membuat ketua bandit itu kehilangan tangan kanan dan separuh badannya berlobang karena terkena jurusnya Almeer. Tidak habis disitu saja serangan Almeer itu sampai membuat lobang besar menghancurkan rumah dan tembok yang mengelilingi markas bandit ini.
" Akhirnya aku menang juga dan berhasil membunuhnya " kata Almeer yang tumbang dan pingsan
__ADS_1
Mereka berdua pingsan dan berhasil menyelesaikan misi ini, saat mereka menang para korban yang ditahan di penjara menghampiri mereka berdua yang lagi pingsan untuk dirawat sampai mereka siuman.