
Esok harinya si Rahmi sudah menunggu di depan pintu gerbang pintu keluar.
" Kamu sudah sampai " kata Rahmi kepada Almeer
" Iya Rahmi, maaf aku telat " ucap Almeer
Untuk pergi ke padang pasir lut menggunakan dua rute, yaitu rute gerbang teleportasi atau rute laut. Jika menggubakan teleportasi harus membayar 2 koin emas cuman menghabiskan waktu selama 10 menit saja sedangkan menggunakan rute laut harus menaiki kapal dalam kurun waktu seminggu pelayaran.
Saat kami mau meninggalkan Akademi aku sudah membahas masalah ini sebelumnya kepada Rahmi dan dia mau menggunakan gerbang teleportasi. Hanya saja aku tidak memiliki uang sebanyak itu, di cincin penyimpanan hanya punya 10 koin perunggu dan 2 koin perak saja.
" Untuk biaya teleportasi aku yang tanggung, aku ada simpanan 5 koin emas " ucap Rahmi kepada Almeer mengeluarkan uangnya
" Baiklah, aku anggap ini sebagai hutang dulu " kata Almeer
" Tidak perlu kitakan rekan " kata Rahmi
" Tidak apa-apa Rahmi, hidup tidak ada yang gratis dan aku tidak mau berhutang budi seorang cewek soalnya aku cowok " kata Almeer
" Iyalah jika kamu memaksa " kata Rahmi
Untungnya Rahmi punya simpanan walaupun tidak banya, masih ada untungnya lagi enggak ada ruginya.
Tempat untuk menggunakan teleportasi berada di kota Hard yang paling dekat dengan Akademi Ares cuma sejauh sehari perjalanan.
Setelah sampai di kota Yildis seperti biasa penjaga gerbang akan meminta identitas bagi siapa saja yang masuk kedalam kota.
Aku dan Rahmi menyamar sebagai pengelana karena dalam sebuah misi penyelamatan jadi tidak diperbolehkan mengungkapkan identitas sebagai murid dari Akademi mana pun, begitulah syarat dalam menjalankan misi bagi para murid Akademi.
" Tuan kami mau menggunakan teleportasi " kata Almeer kepada penjaga gerbang
__ADS_1
" Satu orangnya 2 koin emas saja " kata penjaga
" Untuk dua orang tuan " kata Almeer sambil memberi 4 koin emas
" Oke untuk 2 orang teleportasi menuju padang pasir lut silahkan menggunakannya " kata penjaga
" Terima kasih " kata Almeer
" Swosh..swosh.." suara saat masuk teleportasi
Dalam kurun waktu 10 menit mereka berdua sudah sampai di kota warran ibu kotanya provinsi Yildis. Provinsi di sebut dengan Yildris karena menghasilkan banyak batu bintang dan penduduk provinsi ini banyak orang kaya karena hasil bumi yang mereka peroleh dengan banyaknya master dan grand master yang mendiami provinsi ini.
Sebelum itu aku sekarang lagi pusing lantaran tergoncang pada saat berteleportasi menuju kota warran ini
" Huek.. aduh sampai muntah aku hanya karena teleportasi untuk pertama kalinya dalam hidupku, ternyata begini rasanya berteleportasi seperti naik kuda yang kita dibawah dan dia di atas " kata Almeer sambil muntah
" Eehh bukannya aku enggak salah dengar tadi, dia bilang naik kuda terbali " kata Rahmi ketawa sambil menutup mulutnya
" Kita istirahat dulu sebentar, untuk memasuki padang pasir lut kita harus menuju desa Amut terlebih dahulu " kata Rahmi
Desa Amut terletak di ujung provinsi untuk pergi kesana menghabiskan waktu setengah hari karena tidak jauh juga jaraknya dari kota Warran ini. Desa Amut juga pembatas atas padang pasir dan kerajaan ini, disana tempat berkumpulnya pembunuh bayaran, bandit-bandit dan petualang. Walaupun desa tersebut banyak orang-orang yang tidak bisa kompromi, saat mereka menginap atau tidur di sana masih aman saja. Waktu yang tidak aman dari pagi dan sampai sore hari itu waktu yang tidak aman untuk hidup di desa tersebut.
Walaupun hidup di sana sangat sulit bagi petualang tapi jika sebagai pemilik tempat makan atau minum kalian dilindungi di sana malah tidak akan disakiti, jika ada orang yang merusak tempat mereka akan dibunuh. Di desa tersebut menganggap tempat makan dan minuman mabuk di anggap sebagai aset dan tempat transaksi jual beli maka dari itu mereka dilindungi oleh orang-orang disana.
Setelah sampai di desa Amut mereka mampir ke tempat makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke padang pasir lut.
" Kita mampur dulu untuk mengisi perut kita disini " kata Almeer sambil menunjuk rumah makan
" Iya kita mampir dulu karena aku juga laper " kata Rahmi ikut
__ADS_1
Saat mereka berdua masuk mereka terkejut karena kemewahan rumah makan ini padahal desanya terlantar dan termasuk ilegal membunuh di dalamnya.
" Wahh megah juga rumah makannya " kata Almeer yang polos jika melihat hal yang indah
" Eeh nampaknya pelanggan baru. Mari silahkan duduk dulu "
" Mau pesan apa ya tuan-tuan " kata pelayan
" Aku mau makan daging onta soalnya berdekatan dengan padang pasir pasti ada ontanya " kata Almeer sambil melap mulut karena keluar liurnya
" Hahaha disini enggak ada ontanya tuan. Disini ada yang bubur, ayam, domba dan sapi saja " kata pelayan
" Eeh enggak ada onta ya, pupus sudah harapanku " kata Almeer sedih sambil menarok wajah ke meja
" Aku ayam goreng saja " kata Rahmi terhadap pelayannya
" Hmm ya udah makan daging domba saja " kata Almeer sedih
" Baik, ayam goreng satu dan sate domba satu piring. Mohon di tunggu ya tuan " kata pelayan sambil pergi kedapur
Semua orang yang berada di dalam rumah makan memandang mereka berdua lantaran mereka berdua orang baru yang datang ke sini. Rahmi menutup wajahnya dengan jubah sedangkan Almeer lagi mencongkel kotoran di dalam lobang hidungnnya .
" Ini dia pesanannya tuan selamat menikmati, ini minumnya ramuan penambah kekuatan tingkat satu saja yang bisa kami sediakan untuk anda berdua tuan " kata pelayan
" Terima kasih pelayan anda baik sekali " kata Almeer
" Tuan-tuan berdua datang untuk makan jelas saya akan berperilaku baik " kata pelayan
" Hmmm masuk akal juga " kata Almeer sambil makan
__ADS_1
Mereka makan dengan tenang di dalam rumah makan itu walaupun banyak mata yang tidak sedap memandang mereka berdua.