
Setelah pesan penginapan aku menginap disini selama satu bulan, soalnya penerimaan murid akan di adakan bulan depan. Disini aku akan menginap sampai mengikuti tes masuk Akademi Ares. Jadi untuk satu bulan penginapan dibayar tiga buah core Tingkat tiga kata resepsionisnya. Itu sungguh mahal sekali melihat simpananku juga enggak banyak juga. Tapi tidak masalah setelah aku lulus tes masuk aku akan tinggal di Akademi selanjutnya.
Jadi untuk sementara waktu aku tinggal disini dulu dengan berlatih sampai mencapai standar tingkat penerimaan murid baru.
Di ibu kota aku tidak memiliki keluarga maupun kenalan, jadi cuma bisa bertahan hidup sendiri di penginapan ini. Masih untung aku memiliki uang, jika tidak aku bakalan kelaparan sampai satu bulan kedepan.
" Sungguh melelahkan perjalanan kekota ini, aku tidak menyangka setelah perjalanan jauh terobati dengan keindahan ibu kota " kata Almeer duduk bersila diatas tempat tidur
" Saatnya aku mencoba untuk menerobos malam ini, soalnya Aku sudah dipuncak tingkat Empat seharusnya aku bisa malam ini memasukki gerbang tingkat Lima " kata Almeer sambil menelan pilnya
Almeer mengeluarkan Pill itu dan mengestraknya.
" Whoss..." suara energi
Berselang setengah jam akhirnya Almeer naik tingkat juga. Ini sungguh luar biasa energi didalam tubuhku sungguh melimpah. Kristal yang ada di dantianku memurnikan aura dari pil itu mengubahnya jadi energi yang lebih murni.
Hanya saja selama aku menjadi kultivator tidak ada teknik yang aku miliki seperti kebanyakan orang lain. Mereka memiliki teknik yang diturunkan dari keluarga atau leluhur mereka.
" Eeh baru aku ingat, Aku penasaran apa saja isi dari cincin penyimpanan yang dikasih pak tua itu "
" Mudah-mudahan ada salah satu teknik bela diri " kata Almeer sambil mengeluarkannya melalui cincin
Isi dari cincin penyimpanan pemberian pak tua itu sungguh banyak. Ini adalah keberuntunganku semenjak datang ke kota ini. Ruang penyimpanannya sungguh besar aku bisa menyimpan makanan dan perlengkapanku yang aku butuhkan.
__ADS_1
Pak tua itu memberiku satu botol pil tingkat satu, ramuan tingkat satu bunga melati, jamur api tingkat dua yang menguatkan tulang dan satu bilah pedang tingkat tiga. Dengan semua barang ini setidaknya aku bisa bertahan selama sebulan ini dipenginapan ini.
" Sungguh baik pak tua itu, aku tidak akan mengecewakannya" Kata Almeer sambil melanjutkan menyerap aura yang terdapat dari pil yang dia minum
Selanjutnya selama satu minggu kedepannya Aku mulai berlatih di dalam kamar ini memperkuat tubuhku dengan pemanasan tiap waktunya. Aku mulai merasakan akan naik tingkat tapi sudah banyak pil yang aku minum tidak tapi tidak menunjukka keberhasilan juga.
" Kalau begitu aku akan mencoba makan jamur ini untuk memperkuat tulangku saja " kata Almeer sambil memakan jamur api itu
Seluruh tubuh Almeer mengeluarkan keringat dan merasakan sakit keseluruhan tulang selama lima jam lamanya. Semua kotoran yang ada di sekitaran tulang habis keluar melalui keringatnya. Selanjutnya dengan keluarnya semua kotoran dan mengeras inti tulangnya membuat dia naik ketingkat Enam dan tulangnya semakin diperkuat keseluruhannya.
" Hah..ha.. sungguh menyakitkan memakan langsung ramuan api itu "
" Sekarang Aku sudah naik tingkat setidaknya bisa lulus dari tes minggu besok " kata Almeer
Almeer membersihkan badannya dengan mandi di penginapan itu yang sudah disediakan untuk orang yang menginap.
" Apakah aku jual saja pil ini, kayaknya tidak semudah itu. Aku simpan saja mana tau berguna suatu saat "
" Aku tidak perlu tergesa-gesa untuk naik tingkat, karna itu bisa membuat tidak keseimbangan dalam tubuhku yang membuat kultivasiku hancur " kata Almeer
Saat ini Almeer udah yakin untuk mengikuti tes penerima murid baru di Akademi Ares.
" Semoga aku bisa bertemu dengan Caira " kata Almeer yang berharap
__ADS_1
" Dia juga memasuki Akademi Ares tahun ini juga, diakan seorang Bangsawan bagi dia untuk memasuki Akademi Ares itu mudah saja "
" Melihat dia juga berasal dari ibukota koneksi orang tuanya pasti banyak, tapi aku yakin dia pasti sudah makin kuat " kata Almeer mengingat masa lalu
Walaupun aku hidup dari orang miskin aku sedikitpun tidak pernah berkecil hati sedikitpun, aku juga bukan bangsawan dan hanya seorang yatim piatu aku tidak mau kalah dari mereka yang sudah berlatih sejak umur 12 tahun. Karna janjiku sama ibu dan pak tua itu membuat aku bersemangat untuk menjadi kuat sehingga tidak perlu takut lagi dengan siapapun.
Dulu aku pernah mendengar sebuah kata-kata kuno semenjak aku kecil dulu. Jika ingin bersungguh-sungguh dia akan berhasil. Salah satu kata-kata yang mengubah semangat seorang manusia yang ingin mencapai tujuan dan keinginannya. Semenjak mendengar nasehat itu aku mulai bangkit walaupun rasanya tidak memungkin kan. Tapi jika Tuhan berkehendak tidak ada yang tidak mungkin didunia ini.
Untuk bisa bertahan didunia yang kejam ini aku tidak boleh lengah dan kalah lagi. Aku akan berjuang sekuat tenaga. Seberapa sulitpun rintangan akan aku tempuh biarpun tinggal satu kaki.
Selanjutnya setelah seminggu berlalu waktunya pergi ke Akademi untuk mengikuti tes yang selalu diadakan tiap tahun sekali mencari bakat alami dari pemuda pemudi yang tersebar diseluruh kerajaan ini. Di ibu kota sungguh ramai, karena banyak orang tua dari setiap penjuru dunia mengantar anaknya untuk mendaftar ke Akademi Ares.
Dari banyaknya orang yang mendatangi ibu kota ini ada juga kerajaan tetangga yang mengirim orangnya untuk berkukltivasi di Akademi Ares. Akademi Ares memang berdiri di kerajaan Aslan namun mereka tidak ikut campur masalah politik, kerajaan, maupun perselisihan antar kerajaan. Selama 10.000 Tahun Akademi Almeer bersikap Netral di benua ini. Akademi ini memiliki kultivator ranah bawaan yaitu kepala sekolah Akademi Ares yang sudah menduduki puncak dunia selama 3000 Tahun lamanya. Dunia tau dengan keberadaannya di Akademi Ares, Dia tokoh terkuat juga di benua ini. salah satu pilar benua yang membentang luas didunia ini.
" Kapan ya aku bisa jadi sekuat seperti kepala sekolah Akademi ini " sambil melihat kearah Akademi
" Hahaha tidak semudah itu untuk mencapai tingkat itu anak muda " kata penduduk setempat
" Mau dari rahim ibumu kamu berkultivasi tidak akan semudah itu untuk mencapai tingkat bawaan "
" Tapi kamu jangan berkecil hati anak muda setia waktu ada masanya, orang yang jenius dan berbakat bukan dia saja dibenua ini " kata penduduk itu kepada Almeer
" Siap senior terima kasih banyak " kata Almeer bersikap sopan
__ADS_1
Perkataan orang itu jika kita berbakat tidak ada yang tidak mungkin, mana tau dari sekian banyaknya murid yang mendaftar setidaknya satu atau dua orang pasti ada yang akan menempuh gerbang bawaan. Akan tetapi aku akan menjadi satu-satunya yang melampaui keberadaan tingkat itu.
Saatnya aku mulai bergegas untuk mendaftar agar tidak ketinggalan, soalnya banyak yang sudah mendaftar di pintu gerbang Akademi dengan antrian yang panjang.