Putra Penguasa

Putra Penguasa
Hari Pertama


__ADS_3

Setelah menginap dua hari di Kota Ame untuk beristirahat Anka dan Ayahnya melanjutkan perjalanan mereka kembali menuju Provinsi Anka di kerajaan Timur


Sedangkan di Akademi Ares, Almeer mengikuti hari pertama dia belajar. Para murid yang sudah pulang kerumah selama seminggu yang lalu sudah berkumpul kembali diruangan tahun pertama


" Tak.. " suara jatuh buku di atas meja


" Selamat pagi semuanya, selama satu tahun kalian akan dibimbing olehku "


" Sebelum itu perkenalkan nama saya Karim Zyan, saya Pengajar yang mengajar dasar-dasar dari aura "


" Bagaimana cara menyerapnya dan bagaimana cara menggunakannya akan saya jelaskan kepada kalian semua " ucap Karim


Salah satu Intruktur yang berbakat di Akademi Ares bernama Karim Zyan yang fokus mengajar metode dasar dari menyerap aura. Dia kultivator tingkat Master tahap delapan


" Disini aku akan menjelaskan tingkat kultivasi dibenua ini, dari tingkat pemula, tingkat penempaan tulang, tingkat pembentukan, lanjut ke tingkat Master dan Grandmaster dan terakhir tingkat Bawaan yang hanya segelintir orang yang bisa mencapai tingkatan Bawaan "


" Dari kesemua tingkatan kultivasi ada sebanyak sembilan tahap yang harus di lalui " ujar Karim


Kami semua sudah mengetahui tinggkatan itu dan pelajaran dasar-dasar itu semua saat masih kecil. Cuman karna kita belajar di sebuah Akademi pengetahuan dasar ini akan terus dipelajari walaupun muridnya sudah mengerti dan paham


" Untuk menjadi pejuang kalian harus memiliki tingkat Emosi dan Fokus yang stabil. Setelah memiliki Emosi dan Fokus yang stabil lanjut kembali ke Dantian atau tempat menyimpan Aura. Jika dantian sudah terbentuk baru kalian bisa menyerap Aura di alam untuk dijadikan Energi atau kekuatan " ujar Karim


" Untuk menyerap Aura yang berada di alam kita harus duduk bersila fokus yang bagus. Lalu, mengatur pernafasan untuk menghirup Aura yang tersebar di Alam melalui hidung dan di tahan di dantian kita lalu lepaskan nafas melalui mulut supaya Aura yang tercampur dengan kotoran di dalam tubuh keluar " ujar Karim


Satu jam sudah berlalu pokok pembahasan dasar-dasar dan materi pembelajaran tahun pertama sudah di sampaikan Pengajar Karim. Kemudia dia memberitahukan muridnya untuk memilih Jurus di perpustakaan Akademi setelah kelas selesai.

__ADS_1


Kelas telah selesai murid sudah bubar menuju ke perpustakaan untuk memilih buku untuk di pelajari di tempat pelatihan Akademi


" Almeer, ayok kita memilih bukun sama-sama " ucap Nadia sambil menarik tangan Almeer


" Ayo, aku juga penasaran jurus apa yang bisa aku gunakan " ucap Almeer


Sesampainya di perpustakaan Akademi mereka berdua melihat penjaga perpustakaan lagi menyapu di halaman gedung perpustakaannya. Almeer terkejut dia tidak bisa melihat tingkat kultivasinya dia meraja bahwa penjaga perpustakaan seorang Master.


" Kalian mau kemana " ucap penjaga


" Kami di perintahkan untuk memilih buku di perpustakaan untuk di latih master " ucap Almeer sambil tunduk menunjukkan rasa sopan


" Tunjukkan tanda pengenal kalian " ucap Penjaga


" Untuk tahun pertama cuma bisa mengakses lantai satu dan lantai dua saja di perpustakaan " ucap penjaga


" Baik master " ucap Almeer


Gedung perpustakaan ini memiliki Enam lantai yang bentuk yang ramping sekali


" Kecil ya perpustakaannya " ucap Nadia kepada Almeer


" Hmm " Almeer cuman tersenyum yang dia nilai bukan gedungnya tapi kualitas bukunya


Setelah memasuki perpustakaan mereka terkejut dengan besarnya ruangan yang ada di dalam gedug itu. Mereka enggak menyangka gedung yang ramping tapi memiliki ruangan yang luas 30 lebih besar dari gedung tersebut.

__ADS_1


" Waahhh luas sekali dengan banyak rak-rak dan buku-buku di sudut dan tengah-tengah ruangan ini " ucap Nadia bercak kagum


" Gedung ini mungkin di lengkapi sihir yang kuat " ucap Almeer


" Almeer aku akan kesana dulu, kamu juga cari buku yang cocok untuk mu " ucap Nadia


Di lantai satu dan lantai dua memiliki buku tingkat merah dan murid diizinkan untuk meminjam dua buah buku untuk di salin di kasir. Aku harus memilih buku yang cocok dengan pelatihan dan tubuhku, setidaknya buku penguatan tubuh dan teknik berpedang. Karena aku salah satu petarung jarak dekat menggunakan pedang setelah memiliki teknik berpedang baru aku akan pergi ke gedung Harta.


" Teknik penguatan tubuh baja tingkat merah sudah aku dapatkan termasuk teknik yang bagus dan sempurna. Untuk teknik berpedang belum aku dapatkan " ucap Almeer sambil mengelilingi lantai satu dan dua


" Eeh Tusukkan, simple sekali tekniknya. Isinya juga tidak menjelaskan hal-hal yang rumit cuman menjelaskan melakukan tusukkan sebanyak 10.000 kali dalam satu hari dan pelatihannya dilakukan sebanyak sepuluh hari tanpa tertinggal satu hari " ujar Almeer penasaran dengan buku ini


" Almeer kamu sudah menemukan teknik untuk latihanmu "


" Aku sudah menemukan teknik Langkah Angin dan satu lagi Api neraka " ucap Nadia


" Teknik yang cocok untukmu, soalnya Energimu adalah Api. Teknik Langkah Angin bisa untuk kabur dari musuh ataupun binatang buas " ujar Almeer


" Eeh bukunya warna merah pudar. Teknik Tusukan, kok aneh sekali tekniknya " ucap Nadia


" Iya aku juga merasa aneh, cuma enggak ada teknik yang cocok lagi selain ini " ucap Almeer


Setelah mendapatkan buku mereka menyalin bukunya ke meja penjaga perpustakaan yang ada di ruang resepsionis depan. Setelah selesai menyalin teknik nya mereka keluar menuju ke tempat pelatihan bersama.


Almeer tidak sadar teknik tusukan yang dia ambil bukan tingkat merah yang sudah lama dan menjadi pudar tetapi teknik tingkat merah dan belum pernah murid yang tertarik dengan buku teknik itu selama ini.

__ADS_1


__ADS_2