Putra Penguasa

Putra Penguasa
Misi Selesai Saatnya Pulang


__ADS_3

Hari sudah makin malam para korban yang lelah mencari posisi untuk tidur di dalam ruangan mereka merawat Almeer.


Mereka tidak pergi meninggalkan tempat itu karenanya Almeer masih belum bangun setelah mendapat luka yang parah dari ketua bandit itu.


" Kak diana, kami istirahat duluan ya kalau minta bantuan bangunkan saja " kata mahsa sambil membentang selimut


" Kalian istirahat saja, kita akan menjaga kalian " kata diana sambil melihat kearah Rahmi


" Betul, aku juga akan berjaga-jaga membantu diana " kata Rahmi tersenyum


Saat malam yang makin tinggi suara dengkuran mereka sudah terdengar seperti belum tidur tiga hari menunjukkan bahwa lelahnya tubuh mereka.


" Sepertinya baru hari ini mereka tidur dengan nyaman ? " kata Rahmi


" Iya, karena setiap malam kami disiksa sama bandit-bandit ini " kata diana


" Hmmm..aahh banditnya " teriakan dari Almeer yang terbangun


" Almeer kamu sudah bangun " sambil di peluk Rahmi yang risau


" A-aku..aku baik-baik saja "


" Aduh.. " Almeer merasakan sakit dibagian lengan kanannya


" Eehh maaf aku memelukmu terlalu kuat, aku khawatir dengan kamu " Rahmi melepas pelukan dengan rasa malu

__ADS_1


Setelah bangun Rahmi menghidangkan makanan dan minuman untuk Almeer supaya energinya kembali seperti semula.


" Eaakk..Kenyang terima kasih untuk makanannya " kata Almeer sambil melihat sekeliling


" Eehh sebanyak ini orang yang mereka culik, dasar mereka biadab " kata Almeer kesal


" Mereka kan memang biadab kalau gitu enggak mungkin mereka jadi bandit " ucap Diana bercanda


" Betul juga sih, eeh siapa ya ? " kata Almeer kebingungan


" Hmm perkenalkan namaku Diana, terima kasih sudah membebaskan kami dari penjara " sambil mengulurkan tangnnya


" Diana ya, iya sama-sama " kata Almeer


Tubuh Almeer masih banyak luka dalamnya terutama tangan kanannya setelah menggunakan teknik level dua yang baru dia capai. Beban umpan baliknya sungguh besar sekali, sehingga membuat dia tidak bisa bertarung jika ada musuh.


" Iya kami akan menjagamu " sambil menunjukkan jempolnya


Bunga melati yang akan Almeer makan untuk memperkuat daging dan jaringan didalam tubuhnya. Untuk menyerap ramuan ini di tempat musuh dia membutuhkan orang lain untuk menjaganya.


Almeer menelan bunga melati itu dan menyerap energinya sambil menempa daging dan jaringan pembuluh darah. Rasa sakit yang dia terima membuat para korban yang tidur terkejut, mereka pikir banditnya masih ada untuk menangkapnya.


Yang bangun melihat Almeer yang lagi menempa sambil mengobati tubuhnya merasa kagum karena baru kali ini dalam hidup mereka melihat orang yang terluka sangat parah mengobati dirinya sendiri dengan bertapa. Padahal mereka tidak tau kalau sebelumnya Almeer memakan bahan Ramuan untuk di serap oleh tubuhnya.


Tiga jam kemudian Almeer kembali menerobos tingkatan hanya karena ramuan itu. Rahmi yang melihat itu merasa terkejut dengan kejadian hari ini.

__ADS_1


" Eehh dasar monster baru juga neberobos sudah kembali menerobos lagi " ucap Rahmi


Setelah energinya sudah mulai stabil, tubuhnya yang terluka perlahan-lahan mulai sembuh. Luka goresan di badannya juga mulai pulih.


" Aaiihh.. selesai "


" Aku manusia ya bukan monster " berkata terhadap Rahmi


" Eehh ternyata dengar aku pikir tidak dengar " kata Rahmi ketawa


Saat pagi tiba mereka mencari harta yang berada di markas ini, setelah mereka kumpulkan terdapat 200 koin emas. Rencananya mau di bagikan akan tetapi pihak Diana dan teman-teman yang lain tidak mau di bagi. Mereka menyerahkan semua emas itu untuk Almeer dan Rahmi.


" Ini kan uang sebanyak 200 Koin, karean kalian menolak di bagi baiklah aku terima permintaan kalian "


" Jadi 50 koin emas untuk Rahmi, 50 koin emas untukku sisanya kalian bagi 5 koin masing-masing " kata Almeer mengasih uangnya


" Tapi kak kami " kata Diana


" Tunggu dulu dengarkan kata ku, kalian kan ada yang tinggal jauh. Setidaknya uang 5 koin emas itu nominal yang banyak dengan itu kalian bisa hidup layak untuk satu bulan atau untuk membantu orang tua kalian buka usaha " kata Almeer menjelaskan kepada mereka


Saat Almeer menjelaskan kegunaan uang itu mereka mulai berpikir dan merasa senang bisa memegang uang yang banyak.


" Baik kak terima kasih " kata mereka


Setelah itu mereka mulai kembali pulang meninggalkan tempat terkutuk itu, saat sampai di kota warran para korban diserahkan kepihak keamanan setempat untuk bisa di pulangkan kerumah mereka masing-masing.

__ADS_1


Saat setelah melakukan perpisahan dengan mereka semua, Almeer dan Rahmi membawa Mahsa untuk ikut pulang kembali keibukota melalui teleportasi.


__ADS_2