Putra Penguasa

Putra Penguasa
Penyelesaian Misi Baru


__ADS_3

Esok hari Almeer menyelesaikan misi memetik ramuan di pulau cunha, cunha merupakan gunung berapi terpencil di sebelah selatan samudra Atlantik. Aku tidak tahu apakah di pulau itu ada penghuninya atau tidak yang jelas untuk bisa sampai kepulau itu harus melewati jalur laut.


" Sepertinya aku akan merasakan mabuk selama satu minggu, untuk bisa kesana harus menaiki perahu jika aku di ranah Grand master setidaknya aku memiliki energi untuk bisa terbang bebas. Untuk menempuh jarak sejauh itu bukan hal yang tidak mungkin di lakukan " kata Almeer pergi menuju pelabuhan Arai yang berada di provinsi Onan


Misi kali ini hadiah 1000 poin prestasi yang akan Almeer selesaikan sendiri tanpa bantuan orang lain, tujuan dia sebenarnya untuk meningkatkan potensi dirinya dan menambah pengalaman supaya tidak ada ketumpulan dari tekniknya.


Setelah sampai di dermaga Almeer menyewa kapal dengan ukuran sedang milik salah satu nelayan di sekitar pelabuhan Arai. Satu minggu perjalanan yang dia lalui dengan orang-orang yang mengoperasikan kapal yang dia sewa.


" Wahh ini rupanya pulau Cunha sungguh indah "


" Gunungnya berasap tebal,berarti masih aktif. Apakah beneran ada bunga itu di sini ? Kalau aku di tipu rasanya enggak enak juga dengan perjalanan yang selama ini " kata Almeer sambil melompat ke area pulau


" Paman aku akan masuk dulu kearea dalam pulau ini untuk menyelesaikan misinya " kata Almeer kepada kapten kapal sambil berlari


" Iya kamu harus hati-hati, kalau ada musibah jangan lupa menembakkan sinyal pertolongannya " kata paman itu sambil menepi kepinggir pantai

__ADS_1


Awak-awak kapal yang di sewa oleh Almeer juga seorang Kultivator ranah penempaan tulang tingkat ke tiga dan ada juga yang tingkat empat hanya saja mereka mencari uang dengan cara menyewa kapal.


Sepanjang jalan aku lalui banyak hutan yang pohonnya ternyata tinggi-tinggi dan rindang, padahal saat di atas kapal cuman terlihat hijau saja. Sepertinya pulau ini belum dijamah oleh manusia ataupun monster-monster besar.


Saat di tengan hutan menuju gunung banyak ramuan-ramuan peringkat dua yang aku jumpai di sini.


" Hmmm ada buah ayam-ayam yang lagi mau matang, tingkatnya juga lumayan tinggi peringkat ketiga. Eeh binatang spiritual apa ya yang menjaga buah itu ? Semoga saja tidak terlalu kuat " kata Almeer sambil memetik buah itu, saat mau memetik buah itu Almeer merasakan ada aura membunuh di belakangnya saat dia lihat kebelakang


" Awas..Boom.. " suara serangan dari kera berwajah jelek


" Eeh yang menjaga nya kera berwajah jelek peringkat ke empat " kata Almeer sambil mengeluarkan tombaknya


" Hmm cuman tingkat ketiga saja akan kubunuh saja, Tingkat pertama Tusukan pedang "


" Boomm " suara serangan dari teknik Almeer membuat monyet itu mati

__ADS_1


Buah Ayam-ayam ini salah satu bahan membuat pil, aku simpan saja semoga saja harganya jika dijual mahal.


Keluar dari hutan Almeer terkejut dia menemukan sebuah Gapura saat sampai di kaki gunung, gapura itu sudah kelihatan tua banyak juga bangunan-bangunan yang sudah hancur dia area itu.


" Sepertinya dulu ada penghuni dari pulau ini, soalnya kalau diamati dengan saksama bangunan itu sudah lama hancur kelihatan lumut-lumut yang menempel sudah kelihatan tua " ungkap Almeer saat mendaki gunung


" Dengan jarak 100 meter sudah terasa panas dari larva gunung ini, aku enggak yakin ada anggreknya apakah mungkin bisa hidup di suhu yang panas begini ? " kata Almeer yang meragukan misi yang diberikan


Di puncak gunung berapi Almeer melihat teratainya berada di tengah-tengah gunung itu walaupun tidak banyak bunganya, jadi untuk memetiknya pun tidak terlalu susah hanya saja kita perlu menghindari panas dari Larva dan asap belerangnya.


" Teratai lava berbunga pada bulan mei juli dan september, karena hari ini bulan juli aku harus menunggu besok pagi lantaran teratai lava bisa di petik saat dia mekar " kata Almeer sambil memburu binatang spiritual peringkat tiga sampai tingkat lima di pulau itu.


Sekarang adalah waktunya memetik bunga teratai itu karena mata hari sudah terbit seharusnya sebentar lagi bunga teratainya akan mekar waktu yang pas untuk mengambilnya. Tapi sebelum itu aku harus mempersiapkan perlengkapan untuk memasuki kawah gunung itu.


" Untung saja aku membawa masker untuk menghindari dari racun belerang itu " kata Almeer memasuki kawah gunung untuk memetik bunga nya

__ADS_1


Almeer memetik kesemua bunganya itu ada lima tangkai yang dia miliki, dua untuk penyelesaian misi sisanya bisa dia jual ke pasar gelap.


Setelah semuanya selesai Almeer mulai meninggalkan pulau itu dan kembali keakademi Ares untuk menyerahkan hasil misinya itu.


__ADS_2