
Setelah membayar makanan yang mereka makan di rumah makan itu mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju pinggir desa perbatasan gurun lut itu.
Saat perjalanan mereka sudah diikuti oleh enam orang bandit dari setelah keluar desa, energi spiritual
walaupun tipis disekitar jarak serratus meter dari mereka di rasakan oleh Almeer. Persepsi perasa dari Almeer sangat kuat semenjak level dari Teknik tusukan sudah di ujung tingkat.
“ Kita sudah diikuti dari tadi, sekitar satu, dua tiga ada sebanyak enam orang dengan tingkap pemula tahap enam dan ada satu orang tahap delapan “ ujar Almeer kepada Rahmi mulai waspada
“ Oke kita harus waspada, saat kita di sergap aku akan menggunakan ilusi supaya mereka bisa berhenti sejenak dan memasuki alam ilusi selama dua menit, jadi dalam dua menit kamu harus membunuh mereka semua “ kata Rahmi sambal duduk menyender ke pohon beristirahat
“ Eeh kita istirahat dulu rupanya “ kata Almeer heran
Saat melihat Rahmi beristirahat Almeer juga mengikuti strategi apa yang sudah dirancang oleh Rahmi.
“ Tidak kusangka kami tidak sia-sia mengikuti kalian, ada cewek cantik dan seksi di tengah-tengah hutan lagi beristirahat " kata Hasad salah satu ketua bandit gurun
“ Ketua kitah bunuh saja teman dia yang laki-laki dan kita nikmati dulu si perempuan sebelum kita serahkan kepada pimpinan “ kata Gohan salah satu orang yang paling pintar di geng enam orang itu
“ Eeh kenapa aku harus kalian bunuh, aku tidak bersalah “ kata Almeer dengan pura-pura polos
Kami berdua tau tidak akan mungkin untuk menghadapi mereka berenam sekaligus jadi sebelum melawan mereka aku berpura-pura lemah dengan mengeluarkan sebuah pedang agar saat Rahmi mengaktifkan tekniknya aku langsung menusuk ke jantung mereka masing-masing.
“ Eeh jangan mendekat aku akan melawanmu “ kata Almeer sambil mengeluarkan pedangnya
“ ketua pedangnya tingkat tiga, pedang yang sungguh berharga “ kata Gohan kepada Hasad
“ Tangkap dia dan langsung bunuh “ Kata Hasad kepada anggotanya
Saat anggotanya bergegas mendekati Almeer disitu juga Rahmi mengaktifkan tekniknya langsung.
__ADS_1
“ Sekarang waktuknya Almeer “ ucap Rahmi mengaktifkan tekniknya
“ Suk..Suk..Suk..Suk..swosh…suk “ suara tusukkan pedangnya Almeer membuat lima prajurit yang menyerang langsung di bunuh dengan cepat
Saat semua anggotanya sudah dia serang langsung menyerang ketua geng bandit itu, tapi masih bisa di tangkis sama Hasad karena tingkat kultivasinya melebihi kami berdua. Untuk bisa masuk kedalam ilusi tidak boleh
memilikin kultivasi lebih tinggi dari orang yang membuat ilusi.
“ Hehh kamu lumayan berkemampuan sampai bisa membunuh bawahanku “ kata Hasad
“ Almeer dia tidak terkena ilusi sama sekali, tingkat kultivasinya tinggi aku akan membantumu “ kata Rahmi mengeluarkan pedang tingkat lima
“ Hoh ada pedang yang bagus lagi “ kata Hasad
Ketua bandit itu mengeluarkan senjata tingkat lima nya yaitu berbentuk tombak. Soalnya dia penggunaka tombak jadi jangkauan serangnya lebih jauh dari kami pengguna pedang.
Aku yang bersemangat dengan pertarungan melepaskan teknikku terlebih dahulu yang bisa ditangkis sama Hasad berulang kali. Dari sepuluh kali serangan yang aku lancarkan berlum ada satupun goresan yang dia terima.
“ Baiklah “ kata Rahmi
“ Tiiingg…tiinggg…tiingg “ suara pedang Almeer yang di tangkis sama Hasad
“ Pedang Gemercik “ kata Rahmi sambal menyerang lehernya Hasad
“ Krekk.. “ suara sobek lengan bajunya Hasad
Saat bajunya Hasad sobek membuat Almeer jadi bersemangat dan bertubi-tubi menyerangnya. Saat menyerangnya si Hasad menyerang Rahmi dengan tombaknya sampai-sampai membuat dia melompat kebelakang.
Almeer tidak Fokus melihat Rahmi yang diserang membuat dia ditendang bagian dadanya yang terbuka.
__ADS_1
“ Hahaha kalian akan kubunuh sekalian “ kata Hasad
“ Heh belum tau siapa yang akan terbunuh “ kata Almeer
Kalau mau membunuhnya setidaknya kultivasiku harus sama tingkatannya kalua tidak kami berdua akan kalah dan terbunuh.
“ Rahmi aku serahkan dia kepadamu dalam tiga menit akum au menerobos tingkatan, mohon bantuannya ya “ kata Almeer
“ Baiklah tolong cepat ya aku tidak bisa nebahan serangannya kalua lebih dari tiga menit “ kata Rahmi mulai menyerang Hasad
Aku meminum obat peningkat energi sekaligus dua buah yang seharusnya cumin bisa diminum satu buah. Karena kami di ambang kekalahan aku mencoba mengambil resiko mana tau ada kemungkinan berhasil.
Dalam kurun waktu tiga menit Rahmi sudah menahan serangan dari Hasad semampunya.
“ Shing…shing.. Almeer aku sudah tidak bisa menahan serangannya lagi “ kata Rahmi mulai Lelah
“ Wosh..wosh..akhirnya aku menerobos ketingkat delapan saatnya aku melawannya “ kata Almeer
“ Brengsek dia sudah naik tingkat aku harus cepat-cepat mebunuhnya , tombak pelontar..(nama jurus) “ kata Hasad sambal menyerang Almeer
Serangannya mmasih bisa ditahan oleh Almeer dengan santainya karena tingkat kultivasi mereka sudah sama.
“ Sekarang giliran aku waktunya menyerang mu. Jurus Tusukn pedang syuk..syuk.. “ suara tusukkan Almeer yang mengenai jantung dan perutnya
“ Tidak mungkin bagaimana bisa aku kalah dari bocah-bocah ini “ kata Hasad sambal jatuh tersungkur
“ Akhirnya kita menang “ kata Almeer sambil berguling
Pertarungan itu membuat kemenangan yang sangat membahagiakan bagi Almeer yang menyukai pertarungan. Karena dia tau hanya dengan pertarungan dia bisa menjadi tambah kuat tanpa Latihan.
__ADS_1
Setelah pulih mereka merampas cincin penyimpanan mereka berbagi hasil dan mencari peta untuk mengetahui letak markas bandit itu supaya bisa menyelesaikan misi mereka.