Putra Penguasa

Putra Penguasa
Ujian Naik Tingkat


__ADS_3

Setelah berlatih dalam satu bulan dengan Rahmi di ruangan pelatihan Akademi Almeer mendapat kemajuan.


Dalam satu bulan ini tingkat efektifitas tekniknya mulai mencapai batas tidak lama lagi akan menembus level tiga dalam beberapa hari kedepan.


Hari ini adalah hari melakukan ujian kenaikan kelas, dalam tahun ini hanya 200 murid saja yang mengikuti ujian sisa yang lain masih mengumpulkan poin dan masih ada kultivasinya belum meningkat.


Ujian ini kami akan bertarung di arena yang sudah disiapkan oleh instruktur penguji, arena pengujian dibagi lima arena. Masing-masing peserta akan mencabut nomor untuk melihat siapa yang akan menjadi lawannya nanti diarena.


Sistem ujian tahun ini hanya melakukan pertarungan saja, 50 murid yang akan lulus ujian bagi yang juara satu dua dan tiga akan mendapat hadiah dari ujian ini.


Dalam ujian pertarungan ini, tidak boleh membunuh sesama murid itu wajib di taati bagi yang mengikuti ujian.


" Semoga saat mengambil nomor aku tidak bertarung dengan orang yang dekat dengan ku " kata Almeer sambil mengambil papan nomor dalam kotak yang sudah disediakan oleh instruktur


Saat papan nomornya di keluarkan dari kotak aku mendapatkan nomor 21 itu adalah arena B, untuk lawan aku di arena B ini adalah Khaan Altaf dengan nomor 22.


" Ooh ternyata lawanku adalah seorang bangsawan yang selalu mengganggu aku selama ini " kata Almeer pergi meninggalkan tempat mencabut undi


" Bagus, semuanya sudah di atur oleh orang itu. Saatnya aku akan melumpuhkan kamu di Arena nanti " kata Altaf yang melihat kearah Almeer dengan kesal


Sebulan yang lalu Altaf mendatangi salah satu asrama senior tingkat ketiga, senior itu bernama Canan Orton seorang kultivator Penempaan Tulang tingkat lima. Canan adalah kakak kandungnya Baris yang Almeer bunuh dulu, disini Canan memanfaatkan Altaf untuk membalaskan dendam kematian adiknya.


Saat mengetahui kematian adik dan ayahnya dari surat yang dikirimkan oleh ibunya, bertepatan dengan dia melihat Altaf dipermalukan di pavilun membuat Canan mengambil kesempatan untuk membunuh Almeer dengan cara yang licik. Karena di akademi di larang membunuh, jika kedapatan membunuh akan diadili dengan berat. Jadi Canan bekerja sama dengan Altaf, melihat Altaf memiliki dendam sama Almeer memudahkan dia menjadikan Altaf sebagai boneka.


" Orang itu katanya akan membantuku mendapatkan hatinya pangeran, jadi dia memberiku tugas melumpuhkan kultivasi Almeer. Aku tidak tau ada dendam apa yang mereka miliki yang jelas tujuanku tercapai " kata Altaf mengingat janji yang diberikan oleh Canan


Saat semua murid sudah mendapatkan papan nomor dan siapa lawan nya untuk bertarung nanti, mereka di arahkan ke arenanya masing-masih.


Beberapa saat kemudian dari belakangnya tiba-tiba


" Plak.." suara tamparan dari temannya Nadia

__ADS_1


" Untung saja aku tidak di arena yang sama dengan kamu " kata Nadia kepada Almeer


" Keuk.. Nadia kamu ternyata berhasil juga untuk mengikuti ujian. Kamu juga sudah menerobos tingkat " kata Almeer terkejut


" Betul aku beruntung bisa mencapai kualifikasi "


" Eeh aku dengar kamu pergi kepadang pasir Lut, aku pikir kamu mati di sana dan tidak kembali lagi " kata Nadia sambil ketawa


" Enak saja aku berhasil ya dengan bantuan seorang teman " ujar Almeer kesal


" Hhahaha aku cuma bercanda, aku kesana dulu " kata Rahmi yang pergi kearena D


Di Arena E nampaknya sudah ada pemenang dari kalangan wanita, di situ Rahmi bertarung melawan seorang pengguna kapak yang besar lawannya itu setinggi dua kaki. Walaupun ukuran lawannya besar akan tetapi Rahmi bisa menang dengan mudah.


" Kalau kulihat Almeer berada di Arena  B dan sepertinya sebentar lagi giliran dia " kata Rahmi berjalan ke arena tempat Almeer


" Selanjutnya pertarungan nomor 21 melawan 27 silahkan naik ke arena untuk bertarung " kata instrukturnya


" Oke aku tunggu kamu di final " kata Almeer naik ke arena


" Hahaha jangan mengasih harapan terlalu tinggi kamu tidak akan lanjut lagi. Kemungkinan kamu tidak akan bisa melanjutkan kultivasi " kata Altaf memberi tekanan kepada Almeer


Saat posisi sudah di ambil instruktur menjelaskan semua peraturannya sebelum pertarungan berlangsung.


" Mulai " teriakan dari instrukturnya


"Aku tidak akan banyak main-main aku akan mengakhiri ini dengan cepat, agar keinginan orang itu tercapai. Aku tidak tau ya dendam apa yang kamu miliki dengan orang itu. Akan tetapi aku berterima kasih dengan mu, karna kamu mau menjadi batu loncatan untuk aku akan naik " kata Altaf kepada Almeer


" Orang itu ? Dendam ? apa yang kamu maksud " tanya Almeer


Altaf mulai mengeluarkan jurusnya dalam bentuk elang dengan aura yang besar, melihat persiapan dari Altaf Almeer mengeluarkan tombak nya. Semenjak dia menyerang ketua bandit dengan menggunakan tombak dia semakin sering berlatih dengan tombak.

__ADS_1


Saat itu Almeer terkejut dengan tombak yang dia dapat didalam goa saat di perbatasan termasuk senjata tingkat yang tinggi. Alasannya semua kristal dan Core binatang spiritual di serap oleh tombak itu dan levelnya jadi meningkat. Saat itu juga Almeer menggunakan tombak itu sebagai senjata Andalan untuk kedepannya.


" Tahap kedua teknik cakar elang membelah batu " kata Altaf mengeluarkan jurusnya menyerang Almeer menggunakan tangannya yang keras. Tapi masih bisa di tepis oleh tangan Almeer


" Boom ! " serangan Altaf kearah tangan Almeer


" Mustahil, padahal tingkatan kami sama setidaknya dia akan terpental. Kenapa dengan mudahnya dia menepis seranganku menggunakan tangannya " kata Altaf tidak percaya


" Saat nya mengakhiri pertarungan ini. Selamat tinggal "


" Teknik pertama tusukkan pedang " kata Almeer sambil menyerang Altaf dengan jurusnya


" Boom..Boom Brakk.." suara serangan yang di tahan Altaf dengan kedua tangannya membuat dia terlempar keluar Arena pertarungan


" Sepertinya peserta nomor 27 tidak dapat bertarung kembali, pemenangnya adalah peserta nomor 21 " kata instruktur sambil mengangkat tangannya mengarahkan ke arah Almeer


" A-aku aku kalah dan kedua tanganku patah " kata Altaf saat di angkat ke tandu oleh pihak pengobatan


Selanjutnya, setelah pertarungan itu Almeer menuju ke tempat kursi penonton untuk menunggu giliran dia kembali.


" Almeer menang, padahal itu masih teknik nya yang level pertama, kalau level kedua yang jelas si Altaf akan mati " kata Rahmi yang tau dengan jurusnya Almeer


" Selamat Almeer kamu menang " kata Rahmi menghampiri Almeer di bangku penonton


" Terima Kasih Rahmi, pertarungan kamu gimana ? " tanya Almeer


" Untungnya aku menang dengan cepat dari kamu " kata Rahmi ngejek Almeer


" Eeeh masa iya, kamu bohong kali " kata Almeer ketawa


" Itu lihat di papan pengumuman ada namaku " Rahmi menunjukkan ke sebuah papan

__ADS_1


Saat di kursi penonton mereka berdua terkesan dengan salah satu peserta yang tidak di kenali muncul. Ternyata oh ternyata dia adalah senior mereka yang tahun dulu tidak lulus.


__ADS_2