Putra Penguasa

Putra Penguasa
Teknik Spesial


__ADS_3

Di ruangan pelatihan yang di sediakan akademi untuk tempat pelatihan lengkap bagi murid-muridnya, di tempat pelatihan ada beberapa ruangan di antaranya ruangan penguatan tubuh, berpedang, bersemedi dan ada juga yang lain. Di sini Almeer dia memilih ruangan khusus tempat pelatihan berpedang,biasanya pejuang beladiri mendahulukan teknik penguatan tubuh duluan karena itu biasanya hal mendasar tapi karena penasaran dengan teknik tusukan tadi dia mencoba melatih itu duluan.


Untuk mempelajari teknik tusukan di situ di jelaskan ada empat tingkatan yaitu tusuk pedang, tusuk jarum ,tusuk tombak dan yang terakhir penyempurnaan tusukkan. Untuk mencapai tingkat pertama dari teknik ini harus melakukan tusukan dengan menggunakan pedang sebanyak 10.000 tusukkan dalam sepuluh hari.


" Wahh pelatihan nya sungguh berat dan tidak di jelaskan kegunaannya "


" Tapi aku tak masalah dengan itu, karena sebuah teknik di buat pasti ada kegunaannya kalau tidak berguna enggak akan ada teknik beginian " ucap Almeer


Almeer mengambil pedang yang terbuat dari kayu dengan membuat beratnya 5 kg karena sudah di jelaskan dalam buku tersebut.


" Pedang sudah siap tubuh masih bugar, di dalam buku di suruhnya mengambil posisi kuda-kuda kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang. Lalu kedua belah tangan menggenggam pedang dengan mengangkat setinggi bahu selanjutnya menarik nafas keluarkan bersamaan dengan mendorong pedang kearah depan " ujar Almeer memperagakan tekniknya


Di ruangan sebelah tempat penguatan tubuh Nadia melatih tekniknya pula. Mereka mempelajari teknik masing-masing sampai malam.


Di perjalanan menuju kerajaan Timur Anka dan Ayah nya sudah melewati laut mer dan langsung menuju ke provinsi Anka. Untuk melewati laut Mer membutuhkan waktu seminggu terombang ambing oleh badai yang besar, tapi Anka dan ayahnya selamat dari maut walaupun kapal mereka ada kerusakan karna badai.


Mereka menginap di area dermangga sehari sebelum melanjutkan perjalanan mereka kembali


Di ruang Akademi tempat pelatihan Nadia sudah menguasai tahap dasar dari kedua teknik yang dia salin di perpustakaan tadi. Walaupun belum sampai tahap awal setidaknya bisa di latih di dalam Asramanya

__ADS_1


Sisi lain Almeer masih mengayunkan pedangnya dengan gaya tusukan dengan semangat dan ikhlas


" Almeer kamu belum selesai " ucap Nadia


" Belum masih dalam tahap dasar pelatihan " ujar Almeer


" Hari sudah malam kamu juga belum selesai padahal keringatmu sudah bercucuran dan gerakannya dari tadi itu - itu saja kulihat " ucap Nadia


Almeer hanya diam dan fokus dengan tusukkan pedangnya karena dia yakin akan menembus tahap pertam dari teknik tersebut. Dari awal dia menusuk sudah nampak efek dari teknik itu dengan terperbaikinya dan lancar peredaran darah di otak dan mempertajam konsentrasinya.


" Whoss.. whoss.. Akhirnya selesai pelatihannya dan aku juga naik tingkat karena mencapai batas dengan 2000 kali gerakan tusuk yang ku lakukan dari siang tadi " ucap Almeer bahagia


" Selamat ya Almeer. kamu memang berbakat hari pertam uji coba saja kamu sudah mencapai tingkat pertama dari buku tekniknya " ucap Nadia bahagia


" Iya, terima kasih Nadia aku juga enggak percaya. " ujar Almeer


" Teknik penguatan tubuhnya kamu juga berhasil ? " tanya Nadia


" Teknik satu lagi enggak aku pelajari karena aku penasaran dengan teknik pedang ini " ujar Almeer

__ADS_1


" Eeh seharusnya hal yang mendasar dulu di pelajari " ucap Nadia


" Betul seharusnya yang mendasar dulu yang di pelatihkan tapi teknik ini enggak jauh bedanya saat aku mengayunkan pedang ini Insting dan peredaran darahku lancar, tubuhku menjadi kuat dengan otot-otonya dan membuat atau mempertajam konsentrasi " ujar Almeer bercak kagum


" Eeh... sungguh. Teknik spesial kah ? " tanya Nadia


" Enggak nadia bukan spesial tapi Mengerikan " ucap Almeer


Setelah selesai latihan Almeer mengambil pedang kayu yang baru untuk mengetes teknik dia tadi dan mencobanya ke patung kayu yang di sediakan untuk pelatihan


" Tusuk pedang Duar..duar.. ! " suara ledakan yang membuat boneka itu hancur berkeping-keping


" Wah !! " Nadia Menutup mulut kagum


" Eeh.. ternyata kekuatan dari tingkat pertama saja sudah sekuat gini yang bisa menghancurkan boneka pelatihan yang sekeras itu " ucap Almeer kagum


Kekuatan dari jurus ini dengan basis kultivasiku tingkat enam setidaknya melukai Pemula tingkat tinggi masih mampu atau membunuh Pemula tingkat delapan


Energiku sudah habis dan hari juga sudah malam saatnya pulang keasrama untuk beristirahat besok waktunya berlatih kembali disini.

__ADS_1


Mereka berdua pun beranjak pergi dan meninggalkan ruangan tempat pelatihan dan menuju ke kantin untuk makan malam sebelum kembali ke asrama untuk istirahat.


__ADS_2