
Di ruangan pelatihan yang biasa Almeer dan Rahmi lakukan setiap harinya selama sebulan belakangan untuk mempertajam kemampuan insting bertarung mereka berdua.
Saat mereka berlatih berdua ada Nadia yang duduk di pinggir ruangan melihat.
" Sigh.... mereka lagi asiknya bertarung tinggal aku sendiri di sini duduk " kata Nadia yang cemburu
Almeer sangat menikmati latihannya dengan Rahmi, saat ini Rahmi sudah bisa menyelaraskan situasinya menghadapi serangan Almeer yang kuat dan akurat.
Rahmi juga menyadari perkembangan Almeer setiap waktunya, dia heran dengan perkembangan Almeer yang meningkat seperti monster.
" Keuk! " suara Rahmi terkena serangan Almeer
" Sekarang aku bukan lawanmu lagi Almeer, setelah bisa menyelaraskan penerimaan seranganmu aku sudah kewalahan dengan keakurasimu itu " ucap Rahmi sambil istirahat
" Jalan kultivasi sangatlah sulit, setiap langkah seperti mencoba memanjat langit. Jadi aku tidak mau ketinggalan, maka dari itu akan aku usahakan setiap hari meningkat dengan cara latihan bertarung dengan orang yang kuat " kata Almeer kepada Rahmi
Mereka istirahat melakukan pendinginan tubuh di lantai sambil duduk, lalu membahas tentang pertarungan peringkat.
" Dalam pertarungan peringkat ini aku penasaran siapa yang akan juara satu ya " kata Nadia yang lagi makan buah apel
" Makan sendiri aja, enggak bagi-bagi " kata Almeer sambil minum
" Ehh iya, ini Almeer sama Rahmi apelnya sudah aku sediakan untuk kalian " Anadia sambil memberi mereka buah apelnya
Mereka penasaran dengan sistem belajar setelah naik kelas nanti, soalnya saat ini mereka tidak memiliki mentor tempat untuk bertanya atau bertukar pikiran. Saat sekarang ini saja mereka kebanyakkan main di luara atau mengerjakan misi dari Akademi di Paviliun.
Setelah seminggu kemudian di tempat arena pertarungan peringkat untuk 15 orang yang sudah lulus sebelumnya di adakan kembali pertarungan resminya.
Banyak petarung-petarung kuat mulai berkumpul di atas arena. Dalam pertarungan ini cuma yang juara satu yang di ambil sebagai juara.
Instruktur sebelumya sudah sepakat untuk pertarungan peringkat tidak jadi di lakukan tapi di adakan BATTLE ROYAL. Cara menilai peringkat dengan keluar duluan dari arena di hitung peringkatnya dari yang paling bawah sampai ke atas.
" Battle Royal ? Itu apaan ya " kata Almeer bertanya kepada Rahmi
" Itu jenis pertarungan bertahan hidup dengan mode pertarungan orang terakhir yang bertahan " kata Rahmi
" Eehh kalau itu jelas aku tidak akan bisa menang aku menyerah saja " kata Nadia mau keluar dari Arena
Melihat temannya yang sudah menyerah membuat Almeer menjadi tidak enakkan dengan Nadia yang situasinya tidak menguntungkan.
Saat itu juga Almeer menarik tangan Nadia untuk menahan dia menyerah duluan.
" Tunggu Nadia, aku akan membantumu setidaknya berada di urutan 10 besar " kata Almeer memberi kode kepada Rahmi
Rahmi yang melihat kode yang diberikan oleh Almeer menganggung dan bersiaga dengan membentuk pormasi segitiga membelakangi masing-masing temannya.
__ADS_1
" Kita Akan menyerang mereka semua, kita sapu bersih? " ujar Almeer kepa Rahmi
Lalu di sudut lain ada Putri Caira yang sudah waspada kepada sekitarnya dengan murid-murid yang lain yang juga mengambil posisi menyerang.
Instruktur sudah bersiap-siap akan memberi aba-aba pertarungan BATTLE ROYAL yang akan di mulai.
" Pertarungan BATTLE ROYAL bersiap-siap akan kita mulai "
" Di mulai..." teriakan dari instrukturnya
Saat instruktur bilang mulai Almeer melempar peserta lain dengan tubuh fisiknya, dalam 15 peserta udah ada 3 orang yang terlempar keluar Arena.
" Keuk!.. pertarungan ini sungguh sulit setiap orang adalah lawan " ucap Tadeen Ilmu yang kewalahan bertahan di dalam Arena
" Woshh!..Boom! " suara serangan dari Yadid Anas yang membuat peserta Tadeen terlempar keluar Arena
" Keuk!..Sigh!.. Aku terlempar keluar juga dari arena " kata Tadeen sambil memukul lantai
Peserta Tadeen walaupun dia terlempar keluar dari arena dia mendapat posisi ke sepuluh. Berlanjut dengan yang lainnya.
" Almeer sepertinya kami menyerah saja, kami tidak mau menyusahkanmu medapatkan posisi sekarang sudah bagus " kata Rahmi kepada Almeer yang melancarkan serangannya kepada peserta lain
Rahmi dan Anadia menyerah dengan keluar dari arena BATTLE ROYAL, posisi Rahmi berada di urutan kelima dan Anadia berada di urutan keenam.
Lalu sekarang di arena BATTLE ROYAL hanya tinggal empat orang saja, di situ ada Almeer, Yadid Anas, Ilma Zeem dan Putri Caira. Mereka berempat sekarang ini orang yang bertahan dari lima belas orang yang mengikuti BATTLE ROYAL.
Sedangkan Putri Caira berhadapan dengan Yadid Anas di sudut lain arena BATTLE ROYAL.
" Maaf tuan Putri Caira untuk bisa bertarung dengan Almeer aku harus mengalahkanmu " kata senior Yadid kepada Putri Caira meminta maaf
" Senior tidak perlu meminta maaf kepadaku, kita ini lagi mengikuti ujian peringkat jadi jangan terlalu melihat statusku yang seorang Putri Kerajaan " ucap Putri Caira yang merasa tidak enakka kepada senior Yadid atas statusnya seorang Putri
" Terima kasih Putri, mohon terima serangan aku ini Putri " kata senior Yadid yang mengambil posisi
Lalu senior Yadid mengeluarkan jiwa serigalanya untuk meningkatkan auranya mengambil posisi untuk teknik pamungkasnya.
" Tingkat Kedua Cakar Pisau " kata senior Yadid mengucapkan tekniknya untuk menyerang Putri Caira
" Maaf senior aku juga tidak akan mau kalah " kata Putri Caira
" Teknik pertama tembakan Burning Fire " kata Putri Caira yang berbarengan menyerang
Saat tembakan Barning Fire mendekati senior Yadid saat itu juga senior bergerang dengan cepat dan berada di belakang Putri Caira sambil mengeluarkan tendangan biasa saja membuat Putri Caira terjatuh dan keluar dari arena BATTLE ROYAL.
Putri Caira sudah keluar dari arena sekarang tingkat pertarungan Almeer yang masih berlangsung di sudut arena.
__ADS_1
" Teknik pertama tusukan pedang " kata Almeer menyerang Ilma
" Aku juga tidak mau kalah, Teknik kedua seni Hand Pump " kata Ilma mengeluarkan tekniknya berbarengan
" Boom..Boom.." suara benturan serangan mereka berdua yang membuat Ilman terpental keluar arena
Walaupun teknik Almeer tingkat kedua, akan tetapi tekniknya lebih tinggi dari Seni Hand Pump nya Ilman.
Sekarang di arena BATTLE ROYAL tinggal mereka berdua yang paling berambisi untuk mengetahui siapa yang akan menjadi orang terkuat.
" Akhirnya kita bertemu kembali di pertarungan resmi! Almeer " kata senior Yadid kepada Almeer
" Haha Iya senior kita bertemu kembali, aku enggak akan kalah dengan yang kedua kali kita bertarung " kata Almeer
Pertarungan ini adalah pertarungan yang di tunggu-tunggu sama senior Yadid, karena tes yang seminggu yang lalu dia kalah dari ku.
Jadi, pertarungan ini akan menjadi salah satu bentuk balas dendam dia kekalahan dia yang lalu. Aku tau kalau senior Yadid memang kuat ! tapi aku tidak akan kalah juga melawan dia,
" Boom..Boomm.. " suara pertarungan mereka yang sudah berlangsung
" Tingkat pertama tusukan pedang "
" Boomm.. " serangan dari Almeer
" Seranganmu semakin kuat dari seminggu yang lalu Almeer " kata senior Yadid
" Teknik pertama auman wolf " teriakan dari senior Yadid menyerang Almeer dengan tekniknya
" Aaauuuu...Boommm " suara benturan dari serangan mereka berdua
Pertarungan mereka sangat panas di atas arena itu, yang membuat mereka berselang menyerang selama satu jam lebih.
Melihat senior yadid yang sudah kewalahan membuat Almeer semakin bersemangat menyerang dia.
" Boomm.. Boomm " suara pertarungan mereka
" Senior kayaknya aku akan menang sekali lagi, aku datang senior " kata Almeer bergerang dengan cepat kebelakang senior Yadid
" Teknik pertama tusukkan pedang "
" Boom... Boomm " suara serangan Almeer yang membuat senior keluar dari arena
" Keuk!.. energi ku banyak terkuras " kata Almeer sambil terbaring capek
Instruktur naik ke atas arena mengumumkan kemenangan Almeer dengan posisi pertamanya sekalian memberi hadiah dalam kotak yang di sediakan para panitia acara ini.
__ADS_1
Jadi, pertarungan sudah selesai di laksanakan untuk para murid yang sudah lulus di persilahkan berkumpul di ruangan kelas dua besok pagi untuk mendapatk instruksi selanjutnya dari instruktur pengajar kalian.