Putra Penguasa

Putra Penguasa
Kompetisi Kenaikan Tingkat


__ADS_3

Senior yang membuat mereka berdua terkesan bernama Yadid Anas dengan tingkat kultivasi Penempaan Tulang Tahap ke dua.


Yadid Anas ini dia orang yang pantang menyerah dia akan selalu mencoba sampai tujuan dia tercapai dan berhasil dengan memuaskan.


" Hahaha Rahmi arena tempatku ada seseorang yang menarik juga dan dia bukan seangkatan dengan dia. Aku mau sekali bertarung dengan dia melihat siapa yang terkuat " kata Almeer yang mata berbintang-bintang takjub


" Aku yakin dalam tiga gerakan kamu sudah kalah " ucap Rahmi bercanda


Berselang menonton berjam-jam Rahmi kembali kearena nya untuk melanjutkan pertarungan dia lagi. Sedangkan Almeer sudah beberapa kali menang dan sampai di Final.


Di final ini, juara satu dan juara dua dinyatakan lulus kualifikasi naik tingkat, saat ini Almeer di atas Arena menghadapai seniornya yang berada di atasnya satu tahun.  Yadid Anas termasuk murid terkuat juga untuk seangkatannya yang tidak lulus tahun dulu.


" Jadi kamu yang bernama Almeer penakluk para bandit di Lut itu ? " ditanya sama Yadid


" Iya senior aku orangnya, senior juga kuat kelihatannya berada di tingkat dua " kata Almeer


Para murid yang melihat jadi penasaran siapa yang akan menang dalam pertarungan ini. Banyak yang beranggapan kalau Yadid yang akan menang alasannya tingkat kultivasinya satu tingkat di atas Almeer.


" Peserta siap ? " ditanya instruktur


" Pertarungan dimulai "


Kedua peserta di atas arena mulai mengeluarkan aura dan jiwa beladirinya masing-masing, Yadid dengan bentuk serigalanya sedangkan Almeer membentuk seekor naga mengelilingi tombaknya bukan di tubuhnya.


" Almeer aku mulai, Level dua Auman Wolf "


" Aaaauuuu " suara dari serangannya Yadid mengarah kepada Almeer


Serangan Yadidi membentuk aura kepala seekor serigala melaju kencang kearah Almeer. Dengan cepat juga Almeer mengambil posisi menyilangkan kedua tangan nya mengaktifkan tekniknya.


" Jueus pertama Penguatan Tubuh Baja... "


" Aaa.. Boom.. " suara benturan jurus dari serangan Yadid yang keras kepada Almeer berhasil di tahan


" Kamu ternyata kuat juga ya, maaf ya kalau aku akan mengambil posisi pertama. Kalau tingkat kultivasimu denganku sebanding sepertinya pertarungan kita akan makin panas " kata Yadid mau mengeluarkan jurus andalannya

__ADS_1


Mendengar ucapannya Yadid yang ngomong begitu Almeer tersenyum memandangnya dengan mengambil posisi kuda-kuda.


" Kamu tidak perlu minta maaf kepada ku, sebentar lagi pertarungan kita akan semakin seru " kata Almeer sambil melepaskan Aura tingkat dua penempaan tulang


" Ribut..Ribut.. " suara dari penonton yang terkejut dengan kekuatan Almeer


" Heeh rupanya kamu memiliki kartu andalan juga ya " ucap Yadid melepaskan kembali auranya


" Sepertinya kamu harus memanggilku senior mulai sekarang, karena aku sekarang mengakui kamu kuat " kata Yadid


" Terima kasih senior Yadid sudah mengakui aku " kata Almeer senang


Semua mata sekarang tertuju kearah Almeer karena penasaran kenapa bisa yang tadinya tingkat satu bisa naik menjadi tingkat kedua. Mereka beranggapan kalau Almeer mengonsumsi pil narkoba yang dilarang untuk di konsumsi.


" Instruktur dia melakukan kecurangan " kata peserta yang lain


" Peserta nomor 21 tidak melakukan kecurangan sedikitpun, dia cuma melepaskan energi yang dia simpan " ucap Instruktur menjelaskan kebenaran


Setelah mendengarkan perkataan dari instruktur barulah mereka pada mengerti dan mulai memahaminya. Walaupun menyimpan aura itu tidak ada bukti nyatanya.


" Iya mulai sekarang aku pula yang akan menyerang kamu dengan serius, mohon di persiapkan ya senior " kata Almeer mengambil posisi


Saat itu juga Almeer mempersiapkan penyerangan dengan jurus anadalannya saat melawan bandit dulu.


" Tahap kedua teknik tusukkan jarum "


" Slingg.." suara dari jurus Almeer


Di waktu sebelum Almeer melancarkan serangannya di posisi lain senior Yadid juga mengeluarkan jurus andalannya untuk menyerang Almeer.


" Tahap kedua teknik Cakar Pisau " jurus yang juga di lancarkan oleh senior Yadid


" Sling..Brakk..Boom.. Boom.. " tabrakan dari jurus mereka berdua yang membuat arena menjadi hancur terbelah dua. Saat itu senior Yadid terhempas kebelakang terkena letusan kuat dari serangan Almeer yang lebih kuat dari serangannya


Melihat Yadid terbaring karena terhempas kebelakang langsung dengan cepat mendekati dia langsung meletakkan ujung tombaknya ke bagian lehernya senior Yadid.

__ADS_1


" Maaf senior kayaknya aku yang menang kali ini " kata Almeer melihat seniornya terbaring dengan luka di bagian tangannya


" Iya aku kalah, kamu memang kuat. Walaupun aku kalah di final setidaknya aku menjadi nomor dua dan layak melanjutkan untuk pertarungan memperebutkan hadiah " kata Yadid yang di bantu berdiri sama Almeer


Pertarungan itu membuat tangan kanan dari senior Yadid terluka dan harus di obati oleh tim medis.


Tim medis yang sudah ada di bawah arena naik untuk mengobati dan mengecek luka apa saja yang di terima oleh senior Yadid


" Pemenangnya Nomor 21, jadi untuk ikut kualifikasi memperebutkan juara satu dari angkatan ini "


" Bagi yang sudah mencapai Final dinyatakan lulus, seminggu lagi adalah memcari peringkatnya untuk angkatan ini " kata instruktur memberi pengumuman singkat


Semua arena sudah melakukan pertarungannya dan sudah mendapatkan nama-nama yang akan melanjutkan pertarungan peringkat seminggu kemudian.


Di arena yang lain, sudah terlihat nama-nama mereka yang sudah lulus, ada Anadia, Rahmi, Salik, Tadeen Ilmu, Atafah , Putri Caira juga masuk kualifikasi dan ada juga nama-nama yang yidak penar di dengar.


" Ternyata Nadia dan Rahmi juga lolos juga " kata Almeer saat melihat pengumuman peringkat


Setelah itu, tiba-tiba sesosok wanita menghampiri Almeer dengan senyuman lebar dengan senang gembira.


" Al-Almer.. aku lolos kualifikasi dan berhak untuk naik tingkat juga. Untung saja yang di ambil juara satu, dua dan tiga. Jadi walaupun aku kalah di final aku juga bisa lolos " kata Nadia gembira dengan hasilnya


" Selamat untuk Nadia " kata Almeer mengucap kata yang membuat dia gembira


" Almeer aku juga lolos ucapin juga untukku " kata Rahmi yang menghampiri mereka berdua


" Oo iya Rahmi kamu juga lolos dengan peringkat satu diarena " kata Almeer


Melihat Rahmi yang akrab dengan Almeer membuat Nadia penasaran dengan sosok wanita yang berada di samping Almeer. Menjadi pertanyaan besar buat Nadia yang biasanya tau kalau Almeer jarang berteman sama wanita selain dia dan Putri Caira.


" Oo iya ini kenalain Rahmi rekan ku saat menaklukkan bandit di misi padang pasir dulu " kata Almeer kepada Nadia memperkenalkan Rahmi


" Iya, Aku Nadia teman nya Almeer saat awal masuk dulu " ucap Nadia sambil bersalaman dengan Rahmi


" Aku Rahmi Zyan rekan Almeer dulu, salam kenal ya " kata Rahmi yang menyambut jabat tangan dari Nadia

__ADS_1


Selanjutnya setelah perkenalan di sekitar Arena mereka mulai pindah keruang pelatihan untuk beristirahat sekalian berlatih kembali seperti biasanya.


__ADS_2