Qiaraa 2

Qiaraa 2
1.Qiaraa


__ADS_3

Di sebuah pusat perbelanjaan, terlihat sepasang suami istri sedang memilih milih beraneka ragam keperluan bayi,mereka terlihat sangat bahagia ketika memilih barang barang yang sangat cantik di tempat tersebut.


"Mas lihat! ini bagus sekali,beli ini juga yah!" ucap wanita tersebut sambil tersenyum melihat sebuah sepatu bayi yang sedang ia pegang.


"Boleh sayang,apapun yang kamu suka langsung ambil aja." ucap sang suami sambil tersenyum.


"Makasih yah mas." Wanita tersebut tersenyum penuh bahagia, suaminya hanya mengangguk sambil mengelus rambut sang istri.


Nama wanita tersebut adalah Qiaraa,kini ia sedang hamil dan usia kandungan nya sudah memasuki tujuh bulan, Suaminya yang bernama Angga,selalu setia menemani kemana pun Qiaraa pergi, apalagi sekarang ia sedang mengandung anaknya,jadi Angga selalu memberikan perhatian lebih padanya.


Qiaraa sangat bersyukur mempunyai suami seperti Angga yang selalu membuat nya merasa sangat di ratukan semenjak ia menjadi istri nya.


Semenjak hamil, Qiaraa selalu meminta hal yang aneh,tapi Angga selalu siap siaga untuk memenuhi keinginan nya, walaupun itu permintaan yang sangat sulit sekali pun.


Saat mereka sedang asyik memilih milih keperluan bayi, sambil sesekali tertawa bersama melihat pakaian bayi dan barang lainnya karena saking lucunya, ternyata dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan keduanya.


Seorang wanita melihat tajam ke arah mereka seperti tak suka melihat keduanya bahagia, wanita itu mendelik tajam ke arah keduanya.


"Aku tak akan membiarkan kalian bahagia,dari awal,Angga adalah milik ku,dan dia akan tetap menjadi milik ku,karena wanita itulah yang merebut nya dariku,aku tak akan pernah rela jika Angga menjadi milik wanita itu,kau tunggu saja pembalasan ku Qiaraa,aku akan membuat mu hancur sehancur hancurnya!" ucap wanita tersebut.


Yah, wanita tersebut adalah Citra,mantan kekasih Angga,nyatanya ia masih belum rela jika Angga harus meninggalkan nya,dan lebih memilih Qiaraa, orang yang awalnya hanya seorang wanita bayaran yang Angga manfaatkan untuk menutupi hubungan nya karena hubungan nya yang tidak di restui oleh orang tua Angga.


Citra sangat kesal melihat kebahagiaan keduanya,ia bertekad untuk merebut Angga kembali kedalam pelukannya,karena memang ia lah wanita yang sangat Angga cintai.


Karena tak mau terlalu lama melihat kemesraan Angga dan Qiaraa,Citra pun langsung pergi dari tempat tersebut,ia akan mencari cara lain untuk menjalankan rencana nya.


Sementara Angga dan Qiaraa,kini mereka sedang antri di kasir, setelah mereka merasa cukup dengan belanjaan yang sudah mereka pilih.

__ADS_1


"Sayang,lebih baik,kamu tunggu saja di dalam mobil,biar mas yang antri di sini,kasian kamu pasti pegal jika harus ikut antri,tuh lihat antrian nya cukup panjang!" Angga mengelus rambut Qiaraa.


"Memang nya tidak apa-apa,jika aku menunggu di dalam mobil mas?" tanya Qiaraa merasa tidak enak,jika harus meninggalkan suaminya.


"Tidak apa-apa sayang." Angga tersenyum.


"Baiklah,aku ke mobil yah mas." ucap Qiaraa.


"Mau mas antar dulu?" tanya Angga.


"Tidak usah." ucap Qiaraa tersenyum,ia pun langsung pergi dari tempat tersebut,Angga hanya tersenyum melihat Qiaraa yang mulai menjauh darinya.


Sementara Qiaraa,ia berjalan menuju ke arah mobil,ia berjalan dengan sangat hati-hati, mengingat dirinya yang sudah hamil besar,ia sangat menjaga kandungan nya dengan sangat baik selama ini.


Namun pada saat ia ingin menaiki mobilnya, tiba-tiba ia melihat seorang nenek nenek yang sepertinya ingin menyeberang,ia pun tak tega melihatnya,karena nenek itu beberapa kali mencoba untuk menyebrang,namun langkah nya kembali mundur karena takut dengan kendaraan yang lewat.


"Kasihan sekali,lebih baik aku membantu nya dulu, lagian sepertinya mas Angga masih lama di dalam." ucap Qiaraa yang langsung berjalan ke arah nenek tersebut.


"Iyah nak." ucap nenek tersebut sambil melihat ke arah wajah Qiaraa,kemudian ia melihat ke arah perut nya. "Apa kau sedang hamil besar?" tanya nenek tersebut.


"Iyah nek,ayo biar aku bantu." jawab Qiaraa sambil tersenyum,lalu ia memegang tangan nenek tersebut.


"Tapi nak,apa kau tidak keberatan membantu nenek, sedangkan kau sedang hamil besar seperti ini?" tanya nenek tersebut seperti cemas.


"Tidak apa-apa nek, ayo!" Qiaraa pun langsung menarik tangan nenek,sambil melihat kanan kiri,dan menggunakan tangan satunya untuk menyetop kendaraan yang menghampiri mereka.


Beberapa saat kemudian, Qiaraa pun berhasil membantu nenek tersebut menyebrang dengan selamat,nenek itu sangat berterimakasih kepada Qiaraa karena sudah membantu nya.

__ADS_1


"Makasih yah nak, semoga kamu selalu di beri kebahagiaan." ucap nenek tersebut.


"Aamiin, makasih nek,kalau begitu,saya kembali ke sana yah,nenek hati hati jalannya." ucap Qiaraa,ia pun langsung berjalan,dan kembali menyebrang,ke arah mobil nya.


Dengan hati hati, Qiaraa pun menyebrang,namun pada saat ia akan sampai, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berkecepatan tinggi menunju ke arah nya, Qiaraa pun langsung terkejut melihat mobil yang menuju ke arah nya dengan sangat kencang.


"Aaaaaa." Qiaraa berteriak sambil menutup kedua telinganya.


Jeger... duar...


Setelah menabrak Qiaraa, mobil tersebut pun langsung kabur tak tau kemana, tubuh Qiaraa pun berlumuran darah, orang orang Mulai berkerumun melihat kejadian tersebut.


"Astaghfirullah, wanita ini hamil,ayo kita bawa dia ke rumah sakit!" ucap salah satu dari orang yang mengelilingi Qiaraa yang sudah tak sadarkan diri.


Sementara Angga,ia baru saja sampai di dekat mobil nya,namun ia begitu terkejut ketika tak mendapati istrinya di dalam mobil tersebut.


"Sayang,kamu dimana?" Angga membuka pintu mobilnya.


Namun matanya pun beralih ke arah kerumunan orang sedang berkumpul,dengan sedikit cemas bercampur penasaran ia pun langsung berlari ke tempat tersebut.


Angga langsung menerobos masuk ke dalam kerumunan orang yang sedang berkumpul di sana,ada rasa cemas di hati nya saat melihat banyak sekali orang berkumpul di sana.


Ketika Angga berhasil menerobos,ia membulatkan matanya melihat istrinya sudah terkapar di atas tanah, tubuh nya bergetar saking merasa bersalah.


"Qiaraa!" Angga berteriak,semua orang melihat ke arah nya.


Angga pun langsung berjongkok dan memeriksa keadaan nya. "Nadinya masih berdenyut, tolong buka kan pintu mobil saya di sana!." Angga pun langsung menggendong Qiaraa menunju mobil nya.

__ADS_1


"Biar saya saja yang menyetir mas,saya takut mas malah tidak pokus." ucap salah seorang yang melihat kejadian kecelakaan tadi.


"Baik pak terimakasih." ucap Angga,dengan cemas ia langsung menidurkan Qiaraa di pahanya sambil terus memegangi tangan Istri nya di dalam mobil.


__ADS_2