Qiaraa 2

Qiaraa 2
17.Bantuan Erwin


__ADS_3

"Iyah ga,gue hanya bisa bantu sampai sini,oh Iyah polisi mau bicara dengan kalian, silahkan" ucap Erwin,ia pun langsung berdiri,dan kini gantian Angga yang duduk sementara Marsel dan Erwin berdiri di samping nya.


"Jadi begini,kami sudah menemukan beberapa bukti untuk kasus ini,dan bukti itu mengarah kepada seorang wanita bernama Citra,kami sudah mencari tau tentang dia,dan yang mau pertama saya tanyakan adalah apa anda mengenalnya?" tanya polisi.


("Ternyata kecurigaan ku benar, Citra adalah orang di balik kecelakaan itu.") batin Angga.


"Iyah pak saya mengenal nya,terus sekarang,apa dia sudah di tangkap?" tanya Angga.


"Tim kami sudah datang ke rumah nya,tapi,dia tidak ada di tempat." ucap polisi tersebut.


"Lalu sekarang bagaimana pak?" tanya Angga.


"Untuk mempermudah pencarian,kita akan membuat selembaran yang akan di sebar di beberapa wilayah,dan kita akan tetap kan dia sebagai buronan." ucap polisi tersebut.


"Baik pak,saya harap bapak dan tim bisa cepat menemukan nya,saya hanya takut dia akan melukai istri saya lagi." ucap Angga sedikit khawatir.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin,dan untuk mempercepat pencarian,saya minta bantuan anda juga,siapa tau anda mengetahui tempat tempat sering di datangi oleh pelaku." ucap polisi tersebut.


"Baik pak,kami juga akan membantu." ucap Angga.


"Baiklah,kalau begitu sepertinya sudah cukup,anda boleh pulang sekarang!" ucap polisi tersebut.


Angga,Marsel dan juga Erwin langsung berjalan ke depan. "Win,apa sekarang loe lagi nggak ada urusan lain?" tanya Marsel.


"Nggak ada,gue lagi free hari ini." jawab Erwin.


"Kalau begitu loe ikut gue,ada yang mau gue tanyain sama loe." ucap Marsel.


"Tapi maaf nih,gue nggak bisa ikut kalian,karena gue harus nyusul Qiaraa ke rumah sakit." ucap Angga.


"Oh yah udah nggak papa bang,emang loe mending nyusul mereka aja,biar gue ikut mobil Erwin aja." ucap Marsel.


"Oke,sekali lagi makasih yah win,loe udah mau bantuin gue." ucap Angga.

__ADS_1


"Santai ga,kalau ada yang bisa gue bantu lagi,gue siap kok." ucap Erwin.


"Beres,gue duluan yah." Angga langsung masuk ke dalam mobilnya.


Erwin dan Marsel pun memperhatikan mobil Angga yang mulai menjauh dari pandangannya.


"Jadi kita mau nongkrong di mana nih?" tanya Marsel


"Oke,kalau gitu,kita ngobrol di cafe deket deket sini aja,gimana?" tanya Erwin.


"Boleh,kalau gitu gue ikut loe yah." ucap Marsel.


"Oke." Erwin pun langsung naik ke dalam mobil nya, sementara Marsel juga ikut dan langsung duduk di samping nya.


Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di sebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari sana,kini mereka sedang duduk, setelah tadi memesan minuman dan beberapa cemilan.


"Jadi gini win,dari mana loe bisa menemukan nota yang tadi polisi perlihatkan pada kita,kata polisi,bukti nota itu loe yang kasih kan?" tanya Marsel penasaran.


Erwin pun langsung menceritakan bagaimana kejadian saat ia membuat rencana nya untuk menjebak Citra agar Marsel tau sebenarnya apa yang dia lakukan.


"Iyah,tapi gue kerjain juga sih dikit, soalnya gue kesel banget sama tuh cewek." ucap Erwin.


"Lu apain tuh?" Marsel penasaran.


"Nggak gue apa apain,gue cuma bilang aja ke petugas hotel,kalau Citra yang akan bayar,biar dia tau rasa,mana gue bawa dia ke hotel mahal lagi, hehehe." Erwin terkekeh.


"Wih bagus juga ide loe,tapi emang loe beneran nggak nyentuh dia sama sekali,gue ragu denger cerita loe tadi." Marsel meledek Erwin.


"Loe nggak percayaan banget Ama gue,nih yah walaupun gue emang suka celup sana celup sini,tapi gue nggak suka kalau lawan main gue itu cewek yang jahat,asal loe tau aja, walaupun gue ba*****n gue suka sama cewek baik baik." ucap Erwin ia tak terima dengan ucapan Marsel.


"Lah,emang nya ada cewek yang kerja kayak gituan tapi dia baik baik?" tanya Marsel,namun seketika ia terdiam ketika mengingat satu hal.


Deg

__ADS_1


Marsel tak mengingat,jika Dinda dulu nya juga berprofesi sebagai wanita malam,saat ia berkata seperti itu,ia jadi teringat akan kekasihnya itu.


("Sejak mengenal Dinda aku jadi tau,bahwa tak semua nya orang yang bekerja sebagai wanita malam itu wanita yang buruk,kadang dari mereka melakukan pekerjaan tersebut hanya karena faktor ekonomi atau yang lainnya,tapi mereka sebenarnya punya hati yang baik.") batin Marsel.


"Loe kenapa sel,kok malah ngelamun?" tanya Erwin sedikit heran.


"Eh,nggak kok,gue nggak papa." jawab Marsel.


"Gue tau kok apa yang lagi loe pikirin,gini gini gue udah lama banget kenal sama loe." ucap Erwin.


"Dasar so tau." Marsel meledek Erwin.


"Nih yah, pasti loe lagi mikirin Dinda,Iyah kan,eh btw gimana tuh hubungan loe sama dia, semuanya baik baik aja kan?" tanya Erwin,dia tau betul bagaimana sahabat nya ini.


"Gak nyangka gue, ternyata loe emang tau beneran apa yang gue pikirin,jangan jangan loe jadi dukun yah sekarang?" Marsel malah bercanda.


"Si***"n loe,nggak lah." ucap Erwin,ia tak terima dengan ucapan Marsel.


Marsel pun menghembuskan nafasnya. "Hubungan gue baik baik aja,tapi gue lagi ada sedikit kendala." ucap Marsel.


"Apaan emangnya, cerita aja,kali aja gue bisa bantu." ucap Erwin.


"Gue belum nemuin dimana Bokap nya,loe tau sendiri kan,kalau nanti gue nikah sama dia, bokap nya harus jadi wali nikah nya." ucap Marsel.


"Loh, bukannya waktu itu loe pernah cerita kalau Dinda tau rumah bokap nya." ucap Erwin.


"Waktu itu gue sama Dinda emang pernah ke sana,tapi ternyata, Bokap nya udah pindah,gue juga nggak tau kemana, orang baru yang nempatin rumah itu juga nggak tau kemana pindah nya tuh Bokap nya Dinda." ucap Marsel sambil minum minuman yang ada di depan nya.


"Hmmm,agak ribet juga sih yah,tapi nanti gue bantu cari deh,eemm emang rencananya loe sama Dinda mau nikah kapan?" tanya Erwin penasaran.


"Kalau gue, sekarang juga udah siap sih,tapi Dinda kayaknya masih belum,apalagi bokap nya belum juga ketemu." ucap Marsel.


"Tapi sekarang Dinda masih kerja sama Angga kan?" tanya Erwin lagi.

__ADS_1


"Masih,sesekali gue juga suka ke sana,eemm btw abis dari sini anterin gue dulu yah ke rumah Dinda, sekarang dia kan lagi libur." ajak Marsel.


__ADS_2