
Setelah ke kantor polisi,Angga pun langsung pulang ke rumah nya,ia masuk ke dalam kamarnya, terlihat Qiaraa sedang duduk sendirian di sofa kamar nya.
"Mas dari mana?" tanya Qiaraa,saat Angga baru saja masuk ke dalam kamar nya.
"Mas habis menyelidiki kasus kecelakaan kamu sayang,mas harus menuntaskan nya." Angga duduk di samping Qiaraa.
"Lalu bagaimana mas,apa sudah ada titik terang?" tanya Qiaraa penasaran.
"Belum sayang,mas habis ke kantor polisi,buat minta bantuan, tapi mobil yang menabrak kamu sudah di ketahui lewat CCTV,kita hanya tinggal menyelidikinya nya saja." ucap Angga.
"Apa kita akan mengetahui siapa pelakunya mas?" Qiaraa menyenderkan kepalanya di bahu Angga.
"Aku akan berusaha semaksimal mungkin sayang,kamu nggak usah banyak pikirkan yah, yang terpenting sekarang adalah kesehatan kamu,kamu harus segera pulih." Angga mengusap rambut Qiaraa yang bersandar di bahu nya.
"Iyah mas, semoga saja." Qiaraa menghembuskan nafasnya.
"Eemm kamu sudah makan?" tanya Angga, Qiaraa pun menggeleng.
"Kenapa belum makan sayang,ini udah siang loh." Angga menghembuskan nafasnya.
"Aku nggak napsu makan mas." Qiaraa terlihat murung.
("Gimana caranya agar kamu bisa kembali bahagia lagi Ra,aku sangat sedih melihat mu seperti ini.") batin Angga.
"Eemm bagaimana kalau kita makan di luar, supaya kamu bisa menghirup udara segar?" tanya Angga.
"Eemm aku lagi malas keluar rumah mas,aku mau di rumah aja." ucap Qiaraa.
"Ya udah,tapi makan yah,atau mau order makanan,biar mas yang pesan." ucap Angga merayu Qiaraa supaya mau makan.
"Terserah mas saja." ucap Qiaraa.
Angga pun memesan berbagai macam makanan, semoga dengan begitu Qiaraa mau makan,ia sangat khawatir jika Qiaraa terus tidak mau makan seperti ini.
***
__ADS_1
Sementara di tempat lain, terlihat seorang wanita sedang duduk sendirian menggunakan baju renang sambil memandangi kolam renang di depannya.
("Bagaimana keadaan wanita itu sekarang, apakah dia sudah meninggal,atau bayi nya yang meninggal,atau mungkin dua dua nya,aku harus mencari tahu soal ini.") batin wanita tersebut.
Yah, wanita tersebut adalah Citra, wanita yang sudah menabrak Qiaraa,saat ini ia sedang menikmati kemenangan nya karena sudah membuat Qiaraa masuk rumah sakit.
Kini Citra melihat kabar berita di media sosial, mengingat Angga adalah orang yang cukup terkenal,ia berpikir berita kecelakaan Istri nya pasti akan masuk media massa.
"Ternyata bayi nya yang meninggal,dan sekarang, polisi sedang mencari pelaku yang menabraknya,aku harus lebih berhati-hati lagi,jika polisi sudah ikut campur,aku takut semuanya akan membahayakan ku." gumam Citra.
Citra pun langsung masuk ke dalam rumah nya,kini ia tidak tinggal di apartemen yang ia tempati dulu,ia sudah membeli rumah baru yang menurutnya nyaman,karena menurutnya apartemen itu terlalu banyak kenangan manis bersama Angga,mantan kekasihnya.
***
Di tempat lain,Marsel yang tadi mengantar Angga pun,kini setelah ia sampai ke rumah,ia kembali lagi melajukan mobilnya setelah mengantar Angga pulang.
Marsel berniat untuk menemui Dinda kekasihnya untuk mengajak nya makan siang,ia pun langsung menjalankan mobilnya ke arah perusahaan keluarganya,dimana itu adalah tempat bekerja Dinda.
Yah,Dinda bekerja sebagai asisten pribadinya Angga,ia menggantikan Qiaraa yang sebelumnya memang bekerja dengan Angga, Sebelum ia menikah.
Beberapa saat kemudian,Marsel sampai di kantor,ia langsung berjalan menuju ruangan Dinda bekerja,Marsel tidak memberi tahu kalau ia akan datang,ia ingin sedikit memberikan kejutan untuk nya.
"Masuk!" ucap Dinda dari dalam.
Marsel pun langsung masuk,Dinda sedikit terkejut melihat siapa yang datang.
"Loh,kok masih di dalam sih,bukanya ini sudah jam makan siang?" Marsel langsung menghampiri Dinda.
"Aku masih banyak kerjaan,Abang mu kan nggak bisa masuk kerja dulu,jadi,aku yang menghandle pekerjaan nya sementara." ucap Dinda.
"Tapi kan, kamu harus istirahat,itu sudah menjadi peraturan di perusahaan ini, walaupun masih ada pekerjaan,tapi jika sudah waktunya istirahat,kamu harus istirahat sayang." Marsel tersenyum.
"Iyah Sebentar lagi, tanggung." ucap Dinda.
Marsel menggeser kursi Dinda, sehingga kini mereka saling berhadapan,Marsel berjongkok, agar posisinya sejajar dengan Dinda yang sedang duduk.
__ADS_1
"Aku kesini mau ngajak kamu makan siang sayang,kok aku malah di cuekin sih." Marsel menatap wajah Dinda.
"Ya udah ayo!" Dinda menghembuskan nafasnya.
Dinda menutup laptopnya,lalu ia berdiri. "Mau makan dimana?" tanya Dinda.
"Eemm bagaimana kalau makan di sini saja,aku sudah memesan makanan tadi,hehehe." Marsel terkekeh.
"Kenapa nggak bilang kalau makan di sini,ya udah,sambil nunggu makanan nya datang,aku mau selesaikan pekerjaan ku dulu." Dinda kembali memegang laptop nya.
Namun pada saat yang sama Marsel memegang tangan nya. "Nanti saja,lebih baik kita duduk di sana." Marsel menunjuk sofa yang berada di depan ruangan tersebut.
"Hmmm ya sudah." Dinda pun menurut.
Kini mereka duduk di sofa,Marsel memandangi wajah cantik Dinda yang sedang melihat ke arah nya. "Eemm bagaimana keadaan Qiaraa,?" Dinda mengalihkan perhatian agar tidak terlalu canggung.
"Sepertinya dia masih sedih dengan kepergian bayi nya,dari kemarin dia tidak keluar kamar." jawab Marsel.
"Lalu apakah Angga sudah menyelidiki siapa pelakunya?" tanya Dinda.
"Sebelum aku ke sini,tadi aku mengantar dia ke tempat kejadian,kita melihat rekaman CCTV di tempat tersebut lalu memberikan nya kepada polisi untuk menyelidiki nya,kita akan tunggu sampai polisi berhasil menemukan siapa pemilik mobil tersebut." ucap Marsel.
"Semoga saja pelakunya cepat ketemu,aku sangat penasaran siapa orang yang sudah tega berbuat seperti itu,eemm apa Angga menceritakan kalau dia mencurigai seseorang?" tanya Dinda.
"Katanya dia mencurigai satu orang,namun dia juga tidak mengatakan siapa orang nya,karena memang belum ada bukti yang mengarah padanya." ucap Marsel.
"Sepertinya aku tau siapa orang yang di maksud Angga." Dinda berpikir sejenak.
"Siapa?" tanya Marsel penasaran.
"Dia..." baru saja Dinda akan menjawab, tiba-tiba seseorang datang.
"Biar aku saja yang buka pintunya!" ucap Marsel,dan ternyata seseorang yang datang adalah orang yang mengantarkan makanan yang di pesan Marsel tadi.
"Makasih mas,kembalian nya ambil aja." ucap Marsel,ia pun langsung kembali lagi ke dalam. "Makanan nya datang,ayo kita makan dulu!" Marsel meletakkan makanan nya di atas meja.
__ADS_1
"Kamu memesan makanan sebanyak ini,cuma buat kita berdua?" Dinda begitu terkejut melihat Marsel yang memesan banyak makanan.
"Biar kamu kenyang sayang,kamu kan harus banyak makan,biar kuat kerja nya,hehehe." Marsel terkekeh.