Qiaraa 2

Qiaraa 2
7.Kecurigaan


__ADS_3

Saat di dalam mobil,Marsel dan Dinda saling terdiam, mereka sedang bergelut dengan pikirannya masing-masing.


"Makasih yah,kamu sudah mau membantu kakak ipar ku." ucap Marsel.


"Tentu saja,dia sahabat ku,dan aku lebih dulu mengenal nya di bandingkan dengan kalian,jadi aku lebih paham karakter nya bagaimana,bahkan dia sudah aku anggap sebagai saudara ku sendiri." ucap Dinda,Marsel pun tersenyum mendengar perkataan Dinda.


"Eemm apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Marsel.


"Katakan!" ucap Dinda.


"Apa kamu sudah siap untuk menikah dengan ku, bukankah sekarang tidak ada lagi yang harus kita tunggu,mama sudah merestui kita,dan kamu juga sudah lulus kuliah." ucap Marsel.


"Sebenarnya sejak awal pun aku sudah setuju untuk menikah dengan mu,tapi aku belum siap untuk bertemu dengan ayahku, bukannya aku harus meminta nya untuk menjadi wali nikah buat kita." Dinda terlihat bingung.


"Apa kamu tau di mana rumah nya?" tanya Marsel,Dinda pun mengangguk. "Kalau begitu,biar aku yang mengantar mu nanti." ucap Marsel.


"Sudah ku katakan,aku belum siap." ucap Dinda dengan sedikit menekan.


("Sebenarnya ada masalah apa kamu dengan orang tua mu Din, sehingga kamu lebih memilih untuk hidup sendiri,tanpa ikut ke salah satu dari mereka?") batin Marsel.


Melihat Marsel yang terdiam mendengar perkataan nya,Dinda pun merasa bersalah, mungkin ia sudah membuat Marsel kecewa.


"Maafkan aku,aku tidak bermaksud apa-apa." Dinda merasa bersalah.


"Tidak apa-apa,aku mengerti." Marsel tersenyum.


("Maafkan aku,aku hanya takut,jika rumah tanggaku seperti orang tua ku,entah kenapa aku sangat trauma ketika melihat pertengkaran mereka di hadapan ku dulu,aku takut melihat ayah yang dengan tega selau memukul ibu di depanku,sejak saat itu aku sangat takut dan tidak percaya akan cinta, walaupun aku sudah sedikit membuka hatiku padamu,tapi rasa trauma ini belum saja hilang.") batin Dinda.


Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di depan rumah Dinda,Dinda pun berniat untuk turun dari mobil,namun saat ia akan membuka pintu mobil tersebut,Marsel memegang tangan nya.


"Aku akan menunggu mu sampai kau siap,aku berjanji akan membuat mu percaya,bahwa aku bersungguh sungguh mencintai mu." Marsel menatap wajah Dinda.


"Aku percaya,aku hanya masih butuh waktu,lagian untuk sekarang ini, Qiaraa dan Angga sedang berduka,kita tidak mungkin mengadakan pesta di situasi saat ini." ucap Dinda,ia pun langsung membuka pintu mobil nya.

__ADS_1


Marsel termenung mendengar perkataan Dinda. "Benar juga apa yang dikatakan nya, sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas soal pernikahan,aku tidak boleh egois.") batin Marsel.


"Aku masuk yah, terimakasih,sudah mau mengantarkan ku." ucap Dinda lewat kaca jendela mobil.


"Iyah,aku pulang dulu." Marsel tersenyum,ia pun langsung Melajukan mobilnya.


Setelah melihat mobil yang ditumpangi Marsel melaju cukup jauh,Dinda pun langsung masuk ke dalam rumah nya.


***


Sementara di tempat lain, Qiaraa terbangun dari tidurnya,ia melihat Angga yang sedang berbaring di samping nya, sambil menatap nya.


"Kamu sudah bangun sayang?" Angga menatap Qiaraa,ia pun hanya mengangguk. "Aku ambilkan makan yah, sebentar." Angga pun langsung duduk dari posisi tidurnya.


"Mas." Qiaraa memegang tangan Angga.


Angga menghembuskan nafasnya,ia melihat Qiaraa yang kembali menangis, dengan begitu Angga pun langsung memeluknya.


"Kenapa jadi seperti ini mas,hiks hiks hiks." Qiaraa menangis terisak.


Qiaraa pun semakin menangis sesenggukan mendengar perkataan Angga, Qiaraa menangis cukup lama pelukan Suaminya,setelah cukup tenang,ia langsung melepaskan pelukannya.


Qiaraa melihat Angga yang terlihat pucat,ia pun baru tersadar bahwa mungkin ia sudah membuat Suaminya itu khawatir,bahkan ia tak tau Suaminya sudah makan atau belum dari tadi siang.


("Aku nggak bisa egois seperti ini,mas Angga juga butuh aku,hatinya juga pasti hancur bukan hanya aku.") batin Qiaraa.


"Maafin aku yah mas." ucap Qiaraa.


"Kenapa harus minta maaf,mas yang harus nya minta maaf karena sudah lalai menjaga kalian." ucap Angga,ia membelai rambut Qiaraa,ia meneteskan air matanya.


"Nggak mas,mas nggak ada salah sama aku." Qiaraa menghapus air mata Suaminya. "Maafin aku sudah membuat mas khawatir." ucap Qiaraa.


"Nggak apa-apa sayang,eemm apa mas boleh bertanya?" tanya Angga sambil mengelus rambut Qiaraa, Qiaraa pun hanya mengangguk.

__ADS_1


"Apa kamu sempat melihat, mobil siapa yang menabrak mu,atau orang yang mengemudikan nya?" tanya Angga dengan serius.


"Kejadian nya begitu cepat mas, mobil nya juga sangat kencang,jadi aku tidak sempat melihat nya." Qiaraa membayangkan kejadian itu.


"Baiklah tidak apa-apa." Angga memeluk kembali Qiaraa yang sepertinya membayangkan kejadian yang membuat nya sangat terpukul.


("Sepertinya ada orang yang sengaja melakukan nya,aku harus segera mencari tau,aku tak akan membiarkan orang tersebut bebas,Aku harus segera mencari tau,siapa orang yang sudah membuat bayi ku meninggal.") batin Angga.


"Kenapa mas?" Qiaraa melihat Angga yang seperti memikirkan sesuatu.


"Tidak apa-apa,eemm mas ambil makan untuk kamu yah,kamu juga masih belum pulih benar sayang." ucap Angga, Qiaraa pun mengangguk.


Angga langsung turun dari tempat tidur,ia berdiri lalu berjalan ke arah dapur,saat ia sampai di dapur,ia melihat Marsel yang sepertinya baru saja sampai, terlihat Marsel yang sedang mengambil air minum,masih memegang kunci mobil nya.


"Baru pulang?" tanya Angga, sambil mengambil piring.


"Iyah bang,gimana keadaan Qiaraa?" tanya Marsel.


"Sudah lumayan tenang,di baru saja bangun tidur,aku mau mengambil kan makan untuk nya." ucap Angga.


"Syukurlah." ucap Marsel.


"Eemm apa besok kamu sibuk?" tanya Angga tiba-tiba.


"Nggak bang,emangnya kenapa,besok aku nggak ada jadwal tugas ke rumah sakit." ucap Marsel.


"Baguslah,besok ikut aku ke tempat kejadian tabrak lari Qiaraa,kita harus tau siapa orang yang sudah menabrak Qiaraa,aku butuh bantuan mu." ucap Angga.


"Boleh bang,nanti gue bantu,eemm tapi apa loe, mencurigai seseorang?" tanya Marsel serius.


"Sebenarnya ada satu orang yang aku curigai,dan hanya dia yang menurut ku membenci istri ku,bahkan membenci ku juga." ucap Angga.


"Siapa bang,apa gue kenal orang nya?" Marsel penasaran.

__ADS_1


"Nanti kau juga tau,tapi untuk sekarang,aku hanya butuh bukti yang kuat untuk membenarkan kecurigaan ku,dan kalau sampai benar,aku tidak akan membiarkan nya." ucap Angga seperti menahan emosi.


__ADS_2