Qiaraa 2

Qiaraa 2
2.Kecemasan Angga


__ADS_3

"Biar saya saja yang menyetir mas,saya takut mas malah tidak pokus." ucap salah seorang yang melihat kejadian kecelakaan tadi.


"Baik pak terimakasih." ucap Angga,dengan cemas ia langsung menidurkan Qiaraa di pahanya sambil terus memegangi tangan Istri nya di dalam mobil.


Saat mobil Angga melaju kencang, terlihat seseorang wanita di dalam mobil memperhatikan nya dengan senyuman liciknya,yah wanita tersebut adalah orang yang sudah menabrak Qiaraa tadi.


Ia bersembunyi di kejauhan supaya tidak ada yang melihat keberadaan nya,dan ia sengaja membawa mobil nya dengan kencang setelah menabrak Qiaraa,agar tak ada orang yang melihatnya melarikan diri.


"Aku akan melihat kejadian berikutnya!" Wanita tersebut tersenyum penuh kemenangan, setelah itu,ia langsung melajukan mobilnya kembali.


Yah, wanita yang berada di dalam mobil tersebut adalah Citra, orang yang telah menabrak Qiaraa, awalnya ia tak ada niatan sedikit pun untuk melakukan hal itu kepada Qiaraa,namun entah kenapa, melihat Qiaraa yang sedang menyeberang dengan perut nya yang terlihat membesar,karena sedang hamil dari orang yang ia cintai,ia tak bisa menahan diri nya untuk mencelakakan wanita yang ia anggap telah merebut kekasih nya itu.


Citra pun tak memikirkan apa akibatnya jika dia melakukan hal tersebut,saat itu ia hanya mengikuti amarahnya,rasa kebencian nya pada Qiaraa lah yang mampu membuat ia berbuat seperti itu.


Sementara di dalam mobil,Angga sangat cemas melihat kondisi Qiaraa yang masih tak sadarkan diri,ia sangat cemas dengan keadaan istri nya dan juga kandungan nya,ia tak bisa membayangkan bagaimana jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan pada kedua nya.


"Pak,apa bisa lebih cepat membawa mobilnya,saya sangat takut terjadi apa-apa pada istri saya!" ucap Angga dengan sangat panik.


"Iyah mas,saya akan percepat lagi." jawab seorang pria yang membawa mobilnya.


Angga kembali melihat ke arah Qiaraa. "Sabar yah sayang, sebentar lagi kita akan sampai ke rumah sakit!" Angga terus memegang tangan Qiaraa.


Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di sebuah rumah sakit besar yang berada di kota tersebut,saat mobilnya berhenti,Angga langsung meminta bantuan kepada petugas rumah sakit untuk membawa Qiaraa ke ruang UGD.


"Maaf pak,bapak tidak bisa masuk ke dalam,biar kamu dan juga dokter yang menangani istri anda!" ucap suster yang membantu membawa Qiaraa tadi.


"Tapi sus,saya Suaminya!" ucap Angga yang ingin ikut masuk.

__ADS_1


"Saya tau pak,tapi untuk saat ini biar Dokter saja yang menangani nya,saya harap bapak bisa mengerti,saya permisi!" suster pun langsung menutup pintu nya.


"Argh." Angga memegang kepalanya,ia sangat bingung harus bagaimana,ia tak menyangka kejadian nya akan seperti ini,ia sangat menyesal sudah menyuruh Qiaraa untuk menunggu nya di dalam mobil.


Angga pun langsung duduk,ia menunduk sambil memijit pelipisnya yang terasa pusing, kemudian, seseorang yang mengantar nya tadi, menghampiri nya.


"Yang sabar mas,saya mengerti bagaimana perasaan Anda saat ini!" orang tersebut menepuk pundak Angga.


"Apa bapak tau kejadian seperti apa tadi,kenapa istri saya bisa seperti ini?" Angga melihat ke arah orang tersebut.


"Kebetulan saya tadi sedang berada di tempat kejadian, kejadian nya begitu cepat mas,tapi yang saya tau, sepertinya mobil yang menabrak istri mas itu sengaja melakukan nya,karena saya lihat sendiri, istri mas,sudah hampir sampai di sisi jalan,namun mobil itu tiba-tiba menabrak istri mas dengan begitu cepat,karena kalau orang itu tidak sengaja,ia tidak mungkin sampai melajukan mobilnya ke arah sisi seperti itu." orang tersebut menjelaskan.


Deg


Angga terkejut mendengar penjelasan orang tersebut,ia pun menerka nerka,siapa orang yang sudah melakukan itu terhadap istrinya, padahal ia merasa akhir akhir ini,ia tak ada masalah terhadap orang lain.


"Maaf maaf, kejadian nya sangat cepat,saya tidak melihatnya,tapi yang jelas mobil tersebut adalah mobil sedan berwarna hitam mas." ucap orang tersebut.


"Apa bapak melihat, apakah wanita atau pria yang mengendarai mobilnya?" tanya Angga lagi.


"Maaf maaf,saya juga kurang tau mengenai itu." orang tersebut merasa tak enak.


"Eemm,tidak apa-apa pak jika memang bapak tidak tau,kalau begitu,apa bapak tau apakah ada CCTV di sekitar tempat kejadian tadi?" tanya Angga lagi.


"Sepertinya ada mas,di sekitar sana ada CCTV yang terpasang." ucapnya.


"Baiklah,apa bapak bisa membantu saya,jika saya bawa bapak ke kantor polisi untuk menjadi saksi?" tanya Angga.

__ADS_1


"Boleh mas,saya akan bantu." ucap orang tersebut.


"Baik pak,sekali lagi terimakasih." ucap Angga, orang tersebut pun hanya mengangguk.


Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba dokter keluar dari ruangan UGD tersebut.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Angga langsung berdiri dan menghampiri dokter itu.


"Maaf pak,saya harus mengatakan ini,kita harus segera melakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan bayi yang ada di dalam kandungan istri bapak, karena detak jantung nya sangat lemah,dan juga istri bapak masih belum sadarkan diri." ucap dokter tersebut dengan sangat kecewa.


"Tapi dok,usia kandungan nya masih tujuh bulan." Angga sepertinya merasa keberatan.


"Kita tak ada pilihan lain pak,ini untuk kebaikan keduanya,dan keputusan ini harus di ambil secepat mungkin,saya khawatir keadaan nya akan semakin memburuk." ucap dokter tersebut.


"Tapi,jika saya setuju, istri dan anak saya akan baik baik saja kan dok?" tanya Angga dengan cemas.


"Kita hanya bisa berdoa pak,tapi untuk saat ini hanya itulah yang bisa kami lakukan, untuk kedepannya,kita tak tau apa yang akan terjadi,tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan keduanya." ucap dokter tersebut.


"Kalau begitu, lakukan yang terbaik dok,saya menyerahkan semuanya pada dokter." ucap Angga.


"Baiklah,kalau begitu, silahkan, tandatangani Surat penyetujuan nya terlebih dahulu,kami akan bawa istri bapak ke ruang tindak, setelah itu,saya akan segera menindaklanjuti nya, permisi pak!" ucap dokter tersebut yang langsung kembali lagi ke dalam.


Angga pun langsung bergegas menandatangani surat surat nya, setelah itu ia langsung menyusul ke depan ruangan operasi untuk menunggu istri nya yang saat ini sedang menjalani operasi.


"Mas,kalau begitu saya pulang dulu,saya masih ada urusan lain,kalau mas perlu saya lagi, silahkan hubungi nomor ini!" orang tersebut memberikan kartu namanya.


"Baik pak, terimakasih sudah membantu kami." ucap Angga, orang tersebut pun mengangguk, setelah itu ia pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


Saat Angga melihat kepergian orang yang sudah menolong nya tadi, tiba-tiba ponselnya berdering,ia pun langsung mengambil ponselnya di saku celana miliknya.


__ADS_2