
"Jadi begini pak, walaupun bapak dan istri baru saja menikah dua Minggu lalu atau pun sebulan lalu,tapi hari pertama haid terakhir si istri tetap pada tanggal yang sama,tetap saja,saya akan mengatakan kandungan istri bapak sudah 6 Minggu,karena perkiraan kehamilan itu bukan di lihat dari kapan anda berhubungan tapi kapan istri anda terakhir haid." Marsel mencoba untuk menjelaskan.
"Oh,jadi anak yang di kandung istri saya itu anak saya Dok?" tanya suami pasien.
"Iyah pak, benar sekali." ucap Marsel ia tersenyum walaupun sedikit kesal dengan suami dari pasien nya tersebut.
"Tuh dengerin mas,makanya jangan asal tuduh, padahal aku sudah menyerahkan semuanya sama mas pada malam pertama kita,tapi mas tega menuduh ku,aku mau pulang sekarang!" pasien tersebut pun langsung pergi sambil berlari keluar.
"Eh tunggu sayang,mas minta maaf! saya permisi dulu yah dok, terimakasih!" ucap Suami pasien yang langsung mengejar istrinya.
Marsel hanya geleng-geleng melihat kejadian di depan nya barusan,ia baru kali ini menangani pasien Sampai bertengkar di depan nya seperti itu.
"Sepertinya akan terjadi perang nanti!" Marsel menepuk jidatnya.
Karena pasien barusan adalah pasien terakhir nya,Marsel pun langsung bersiap siap untuk pulang,namun sebelum pulang ke rumah nya,ia berniat untuk pergi ke kantor terlebih dahulu,ia sangat merindukan kekasih nya.
***
__ADS_1
Angga baru saja sampai di Bandung, sebelum berangkat untuk meeting,ia pun masih ada waktu untuk beristirahat,maka dari itu ia mengambil kesehatan itu untuk beristirahat terlebih dahulu di sebuah kamar hotel.
Namun sebelum beristirahat,ia tak lupa memberikan kabar pada Qiaraa,kalau ia sudah sampaikan di tempat tujuan, agar Qiaraa tak khawatir, setelah menelpon ia pun langsung beristirahat.
Beberapa jam telah berlalu,Angga pun kini tengah bersiap siap untuk pergi ke tempat yang sudah di tentukan,Angga sudah ada janji dengan klien nya dan mereka akan bertemu di sebuah restoran mewah di ruangan VVIP.
Karena jarak dari hotel ke restoran tidak terlalu jauh,Angga pun tak memerlukan banyak waktu untuk sampai di sana,saat ia sampai,ia pun langsung masuk ke ruangan.
Namun Angga sedikit heran,karena ternyata di sana hanya ada seorang wanita yang sepertinya dia adalah sekertaris klien nya di lihat dari cara berpakaian nya yang terlihat rapi namun agak seksi.
"Selamat sore pak Angga?" ucap wanita tersebut.
"Sebelumnya saya minta maaf pak, perkenalkan nama saya Ayu,pak Leo hari ini tidak bisa hadir,jadi sekarang saya sebagai sekertaris nya yang akan menggantikan nya untuk membicarakan masalah proyek yang akan kita bahas." ucap wanita tersebut.
"Eemm baiklah,saya rasa tidak ada masalah." ucap Angga,karena walau bagaimanapun ia harus tetap profesional.
"Jadi ini kontrak kerja sama kita pak,silahkan di baca dulu!" Ayu menyerahkan berkas yang ia bawa.
__ADS_1
Angga pun langsung mengambil berkas tersebut,ia membaca lembar perlembar tulisan yang ada di sebuah map tersebut dengan teliti.
"Sepertinya tidak ada yang perlu saya ragukan lagi, kontak kerjasama ini saling menguntungkan antara perusahaan kita,kalau begitu saya bersedia untuk bekerjasama!" ucap Angga, sambil melihat lihat lagi isi kontrak tersebut.
"Baiklah,kalau begitu, silahkan tandatangani pak!" ucap ayu sambil tersenyum,ia memberikan pulpen pada Angga.
"Baiklah!" Angga langsung menandatangani kontrak tersebut.
"Selamat bergabung!" ayu mengulurkan tangannya.
"Iya." Angga membalas uluran tangannya. "Eem jadi kapan kita akan lihat ke tempat proyek nya secara langsung?" tanya Angga.
"Besok sore pak,saya minta alamat tempat tinggal bapak,nanti biar saya jemput!" ucap Ayu.
"Eemm sebaiknya kita bertemu di tempat proyek nya saja,boleh saya yang minta alamat nya?" tanya Angga.
"Bo-boleh pak." ucap Ayu.
__ADS_1
"Terimakasih!" ucap Angga,ia pun langsung meminum minuman yang ada di depan nya.