Qiaraa 2

Qiaraa 2
16.Menemukan bukti baru


__ADS_3

"Hah,mbak jangan bercanda yah, maksudnya bagaimana?" Citra masih belum paham.


"Tak lama setelah mengantar mbak ke kamar semalam,dia langsung keluar lagi mbak,dia juga mengatakan kalau Mbak yang akan bayar." petugas itu pun menjelaskan.


("S**l, kayaknya aku di kerjakan sama laki laki itu,tapi sebenarnya siapa dia,kenapa perasaanku jadi tidak enak begini.") batin Citra.


"Bagaimana mbak,mau bayar cash atau debit?" tanya nya lagi.


"Ya udah saya bayar debit aja mbak." Citra mengeluarkan kartu ATM dari dompet dengan sedikit kesal.


"Udah yah mbak, terimakasih." petugas itu langsung memberikan lagi kartu ATM tersebut pada Citra.


Setelah melakukan pembayaran Citra pun langsung pulang ke rumah nya menggunakan taksi,sepanjang perjalanan,ia hanya memikirkan apa yang sebenarnya terjadi tadi malam,namun lagi lagi ia tak ingat apapun.


Saat baru saja keluar dari mobil, Citra terkejut melihat dua orang polisi sedang mondar mandir di depan pintu rumahnya.


"Sepertinya aku sedang dalam bahaya,aku tidak boleh pulang sekarang,aku harus pergi dulu dari sini." gumam Citra. "Pak, jangan pergi dulu, sekarang antar saya ke suatu tempat." ucap Citra pada supir taksi yang kebetulan belum pergi dari sana.


"Baik." jawab supir tersebut,ia langsung melajukan mobilnya saat Citra naik ke dalam mobilnya,walaupun ia sedikit heran.


("Untuk saat ini aku harus bersembunyi dulu,jangan sampai polisi menangkap ku,tapi sebenarnya kenapa polisi bisa ke rumah ku, padahal aku sudah memalsukan identitas ku saat menyewa mobil itu,bahkan aku memakai jaket dan juga topi agar aku tak di kenali") batin Citra.


Sementara di tempat lain,dua orang polisi masih saja mondar mandir di depan pintu rumah Citra.


"Bagaimana ini pak,sudah dari tadi kita memencet bel,dan mengetuk pintu rumahnya,tapi tak ada orang yang membuka pintu nya." ucap salah satu polisi tersebut.


"Sepertinya orang yang punya rumah ini sedang tidak ada atau pura pura tidak mendengar,tapi kata komandan kita harus menggeledah rumah ini,kalau orang nya tidak juga membukakan pintu." ucap polisi satu nya.


"Baiklah kalau begitu,ayo kita dobrak saja,kita kan sudah ada surat izin untuk menggeledah rumah ini." jawab nya lagi.


Tanpa pikir panjang, mereka pun langsung mendobrak pintu,dengan tiga kali tendangan, pintu pun berhasil di dobrak.


"Kita berpencar,saya ke sana dan kamu ke arah sana." ucap salah satu dari mereka.


"Baik." polisi satu nya lagi pun langsung bertindak.


Setelah beberapa saat memeriksa satu persatu ruangan yang ada di sana,salah satu polisi pun menemukan sebuah jaket dan topi yang persis dengan yang seseorang itu pakai di dalam bukti rekaman CCTV yang Erwin berikan.

__ADS_1


"Saya menemukan ini pak," ucap polisi yang menemukan bukti baru.


"Baiklah,jangan lupa bawa itu sebagai barang bukti, sekarang kita kembali lagi ke kantor,tapi sebelum itu,kasih garis polisi di depan rumah ini,supaya orang tidak sembarangan masuk ke rumah ini." ucap polisi satunya.


Setelah selesai melakukan tugasnya,dua polisi tersebut pun langsung pergi dari rumah tersebut,dan mereka pun kembali lagi ke kantor.


***


Sementara di tempat lain,Tasya baru saja keluar dari kamar,ia langsung berjalan ke arah meja makan untuk bergabung dengan keluarga Angga, setelah sebelumnya bi Inah memanggilnya.


Di meja makan,sudah ada Intan,Angga, Qiaraa,dan juga Marsel, sedangkan Wijaya masih ada di dalam kamar nya, sepertinya ia masih tertidur setelah semalam ia lembur kerja.


"Ayo Sya sarapan bareng." ucap Intan saat melihat Tasya berjalan ke arah nya.


"Iyah Tante." ucap Tasya sedikit malu malu.


"Sya,tangan kamu kenapa?" tanya Qiaraa,saat melihat jari tangan Tasya di perban.


"Eemm ini." Tasya sepertinya gugup.


"Kok kamu bisa tau?" tanya Intan.


"Marsel yang bantu obati luka nya semalem, kayaknya kalian udah pada tidur semua." ucap Marsel.


"Oh begitu,tapi kamu nggak papa kan Sya?" tanya Intan.


"Nggak papa Tante." jawab Tasya.


"Lain kali hati hati yah." ucap Qiaraa.


"Iyah kak." jawab Tasya.


"Udah,ayo makan dulu,nanti nasi goreng nya keburu dingin." ucap Intan.


Semuanya pun langsung menyendok nasi goreng ke dalam piring nya,lalu mereka mulai sarapan bersama,namun saat baru saja Angga menyuap, tiba-tiba ponselnya berdering, melihat nama yang tertera di layar ponselnya ia pun langsung mengangkat nya.


"Sebentar yah,aku mau angkat telpon dulu." ucap Angga,ia pun berjalan menjauh dari sana.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, setelah Angga mengangkat telponnya,ia pun kembali lagi ke meja makan.


"Mah,Angga minta tolong anterin Qiaraa check up dulu ke rumah sakit yah?" ucap Angga tiba-tiba.


"Memang nya mas mau kemana?" tanya Qiaraa heran.


"Mas ada urusan di kantor polisi,jadi nggak papa kan kalau mama yang anterin?" ucap Angga.


"Apa polisi udah tau siapa pelakunya mas?" tanya Qiaraa penasaran.


"Mas juga belum tau sayang, polisi hanya bilang mas harus ke kantor sekarang." ucap Angga.


"Ya udah kamu pergi aja ga,biar Qiaraa,mama yang antar." ucap Intan.


"Makasih yah mah,eem sel kamu ada tugas ke rumah sakit gak pagi ini?" tanya Angga.


"Nggak ada bang,nanti sore baru aku ada jadwal operasi." ucap Marsel.


"Ya udah,kamu ikut aku ke kantor polisi." ucap Angga.


"Iyah bang boleh." ucap Angga.


"Eemm Sya,kamu pulang nya biar bareng sama Tante aja,sekalian ke rumah sakit , jalannya kan searah jadi nanti tante anterin kamu dulu." ucap Intan.


"Iyah Tante." ucap Tasya.


Setelah selesai sarapan,mereka pun langsung bersiap siap dan pergi dengan tujuan nya masing-masing.


Kini Angga dan Marsel sudah berada di dalam mobil,Marsel yang mengemudikan mobilnya, sementara Angga duduk di sampingnya.


Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di kantor polisi,saat mereka masuk ternyata Erwin juga sudah berada di sana,ia sedang mengobrol dengan polisi.


"Kalian sudah datang." ucap Erwin sambil tersenyum saat melihat adik kakak itu datang.


"Jadi kamu yang membantu kita?" tanya Angga,karena Marsel tak memberi tahu pada Angga jika Erwin yang membantu nya.


"Iyah ga,gue hanya bisa bantu sampai sini,oh Iyah polisi mau bicara dengan kalian, silahkan" ucap Erwin,ia pun langsung berdiri,dan kini gantian Angga yang duduk sementara Marsel dan Erwin berdiri di samping nya.

__ADS_1


__ADS_2