
"Maafin aku yah mas,tapi tetap saja aku merasa bersalah." Qiaraa meneteskan air mata nya.
"Lihat mas sayang." Angga memegang kedua pipi Qiaraa. "Kamu adalah anugerah yang Tuhan kasih buat mas,jadi,jangan pernah kamu menyalahkan diri kamu sendiri,mas sayang sama kamu.") Angga memeluk Qiaraa.
"Terimakasih mas." Qiaraa meneteskan air matanya.
***
Sementara di tempat lain terlihat seorang wanita baru saja keluar dari mobilnya,ia berniat untuk berbelanja di sebuah minimarket,namun baru saja ia ingin masuk ke dalam,ia melihat ada selembar kertas yang memasang foto dirinya dengan bertuliskan Buronan.
Di kertas tersebut juga tercantum,agar semua orang harus berhati hati dan barang siapa yang menemukan agar segera melaporkan kepada polisi.
"Sial, sepertinya aku sudah tidak aman di kota ini." Citra langsung menutupi wajah dengan tangannya setelah itu ia langsung masuk ke dalam mobilnya lagi.
Yah, wanita tersebut adalah Citra,ia tak menyangka jika kini ia sedang dalam bahaya,saat di dalam mobil Citra memukul stir mobil,ia sangat kesal dan merasa bingung dengan apa yang harus ia lakukan.
"Sepertinya aku harus ke luar kota,di sana aku akan lebih aman,eemm tapi aku tidak boleh menggunakan kartu ATM ku karena polisi pasti akan melacak keberadaan ku." Dengan masih bingung, Citra pun langsung mengemudikan mobilnya.
Ia pun berniat untuk pulang ke rumah nya terlebih dahulu untuk mengambil beberapa barang berharga dan juga pakaiannya,namun belum juga sampai,ia melihat ternyata polisi sedang berjaga di depan rumah nya, sepertinya ia sudah tak bisa masuk ke dalam rumah nya lagi.
"Aku benar benar sudah tidak aman lagi sekarang, sepertinya aku harus cepat cepat ke bandara, untung saja aku mempunyai uang cash, sepertinya ini cukup untuk kehidupan ku beberapa hari di sana." tanpa pikir panjang, Citra pun langsung Melajukan mobilnya.
Tak lama kemudian,ia pun sampai di bandara, sebelum keluar dari mobil,ia memakai masker topi serta jaket agar ia tak bisa di kenali orang.
Citra membeli tiket pesawat untuk penerbangan ke Bali,ia yakin di sana ia akan lebih aman, walaupun ia belum tau bagaimana nantinya.
Citra awalnya ingin ke luar negeri,namun ia menghitung hitung kembali berapa uang yang harus ia keluarkan dan itu tidak akan cukup untuk kehidupannya selama beberapa hari.
__ADS_1
***
Sementara di tempat lain terlihat Marsel dan juga Dinda sedang makan di sebuah restoran, terlihat mereka sedang menikmati makanannya sambil sesekali tertawa bersama.
"Jadi,abis dari sini,aku antar kamu pulang dulu?" tanya Dinda,karena Marsel tidak membawa mobil.
"Ngga usah,kita jalan jalan dulu aja,kan belum sore juga,kalau soal pulang gampang, nanti aku bisa pesen taksi" ucap Marsel.
"Emang nya mau jalan ke mana?" tanya Dinda.
"Eemm kemana aja yang penting sama kamu." Marsel tertawa kecil.
"Hmm kebiasaan, gombal terus." Dinda menghembuskan nafas nya.
Saat mereka sedang asyik mengobrol, ternyata ada seorang wanita yang memperhatikan mereka dari kejauhan, sepertinya wanita itu tak suka melihat keduanya bisa tertawa lepas bersama seperti itu.
"Sepertinya aku harus menjalankan rencana ku sekarang,aku cemburu melihat mereka seperti itu." wanita tersebut menatap tajam ke arah keduanya.
Tasya pun mengambil ponselnya,ia mencari nomor seseorang yang akan ia hubungi, setelah berhasil menemukan nya,ia pun langsung menelpon nya.
"Kerjakan sekarang!" ucap Tasya,ia pun langsung mematikan telponnya. "Kita lihat apa yang akan terjadi." gumam Tasya,ia tersenyum licik.
Sementara itu, Dinda dan Marsel masih menikmati makanan di depan nya,namun tiba-tiba ada seorang pria yang tak di kenal menghampiri mereka.
"Hai,eemm kebetulan sekali kita bertemu di sini,boleh aku bergabung?" pria tersebut langsung duduk di tengah tengah mereka.
Karena merasa heran,Marsel dan Dinda pun saling berpandangan. "Anda siapa yah?" tanya Dinda,karena ia penasaran.
__ADS_1
"Rupanya kau sudah melupakan malam itu sayang, bukankah tadi malam kita habis bercinta,apa kau sudah lupa?" pria tersebut tersenyum.
"A-apa maksud nya ini,coba kamu jelas kan Din,ada apa ini,dan ada hubungan apa antara kamu dan laki laki ini?" Marsel terlihat emosi.
"Aku nggak kenal sama laki laki ini sel,aku nggak tau dia siapa?" Dinda terlihat panik.
"Hahaha,kau pintar sekali dalam berakting sayang, bukankah kita sudah beberapa kali melakukan nya." kemudian pria tersebut melirik ke arah Marsel.
"Eemm apa kau tak tau kalau wanita di depan mu ini adalah seorang p*****r,aku tadi mengira bahwa kau adalah klien nya juga.." ucap pria tersebut dengan pelan.
"Aku tak menyangka Din,kamu masih melakukan pekerjaan itu, bukankah kamu sudah berjanji untuk berhenti,aku sangat kecewa dengan mu." ucap Marsel,ia pun langsung pergi dari tempat tersebut.
"Aku bisa jelasin sel,Marsel tunggu!" Dinda terlihat bingung harus bagaimana. "Kamu siapa sih tiba-tiba datang dan bicara seperti itu?" Dinda ingin sekali bertanya lebih Banyak lagi kepada pria tersebut,namun sepertinya Marsel lebih penting untuk saat ini,dengan begitu,Dinda pun lebih memilih untuk mengejar Marsel.
Saat melihat Dinda dan Marsel pergi,pria tersebut pun langsung berjalan ke arah Tasya yang memang sedang bersembunyi sambil melihat kejadian tadi.
"Bagaimana bos?" tanya pria tersebut.
"Akting mu lumayan bagus juga,ini bayaran untuk mu." Tasya tersenyum puas melihat apa yang baru saja terjadi,ia pun memberikan sejumlah uang kepada pria tersebut.
"Terimakasih bos,lain kali kalau ada kerjaan,panggil aku lagi!" ucap pria tersebut.
"Beres!" Tasya tersenyum licik.
("Hahaha,akhirnya perang dunia akan segera di mulai,aku sangat senang melihat tontonan hari ini, sepertinya aku akan tidur nyenyak nanti malam.") batin Tasya,ia pun langsung pergi dari tempat tersebut.
Sementara di tempat lain,Dinda masih mengejar Marsel,namun ternyata Marsel sudah naik ke dalam taksi sehingga Dinda tak berhasil mengejar nya.
__ADS_1
"Kenapa kamu nggak percaya sama aku sel." Dinda meneteskan air matanya saat melihat mobil taksi yang di tumpangi Marsel berjalan. "Aku harus kembali ke sana,aku harus tanya siapa laki laki tadi." Dinda menghapus air matanya,ia langsung berjalan ke tempat tadi.
Namun ketika Dinda kembali ke tempat tadi,ia tak menemukan laki laki itu di tempat nya. "Kemana dia,kenapa dia sudah tidak ada?" Dinda melihat sekeliling.