Qiaraa 2

Qiaraa 2
3.Lemah


__ADS_3

"Baik pak, terimakasih sudah membantu kami." ucap Angga, orang tersebut pun mengangguk, setelah itu ia pergi dari tempat tersebut.


Saat Angga melihat kepergian orang yang sudah menolong nya tadi, tiba-tiba ponselnya berdering,ia pun langsung mengambil ponselnya di saku celana miliknya.


Terlihat nama mama yang memanggil nya,Angga pun sedikit bingung, bagaimana harus menjelaskan semuanya pada mama nya itu,namun mau tak mau ia pun harus mengangkat telponnya, karena takut mama nya akan semakin khawatir jika ia tak mengangkat nya.


Drt drt drt


"Halo sayang,kenapa lama sekali mengangkat telponnya,kamu sama Qiaraa lagi dimana? kok lama sekali belanja nya,apa masih belum selesai juga?" tanya Intan yang terdengar cemas.


"Maaf mah, Qiaraa kecelakaan, sekarang kita sedang di rumah sakit." Jawab Angga dengan gugup.


"Apa? Kenapa itu bisa terjadi, bukankah kamu pergi bersama nya,kenapa kamu tidak bisa menjaga nya?" Intan terdengar sangat terkejut.


"Nanti Angga jelasin mah, sekarang Qiaraa sedang di tindak di ruang operasi." Angga sangat lemas.


"Kalau begitu mama langsung kesana,kamu di rumah sakit mana sekarang?" ucap Intan panik.


"Rumah sakit KARYA MEDIKA mah." ucap Angga.


"Baiklah,kalau begitu mama langsung kesana." ucap Intan yang langsung mematikan telponnya.


Setelah memasukkan kembali handphone nya,Angga pun kembali duduk,namun ternyata ia semakin cemas menunggu,ia pun kembali berdiri sambil mondar mandir, menunggu dokter keluar dengan mengatakan hal yang ia harapkan.


Saat Angga sedang mondar mandir,ia terkejut mendengar suara bayi menangis di dalam ruangan tersebut.


"Apakah itu bayiku,semoga saja mereka baik baik saja." Angga meneteskan air matanya.


Ada rasa bahagia mendengar suara bayi tersebut,namun juga ia merasa cemas dengan keadaan Istri nya yang masih belum di ketahui kondisi nya.

__ADS_1


Saat Angga sedang bergelut dengan pikirannya, tiba-tiba seorang suster keluar dari ruangan tersebut, terlihat ia membawa seorang bayi dari dalam,Angga pun langsung menghampiri nya.


"Apakah itu bayi saya sus?" tanya Angga,ia melihat bayi yang sedang di gendong suster.


"Iyah pak,tapi maaf saya harus membawa nya ke ruangan NICU,bayi bapak harus di letakkan di inkubator,karena ia terlahir prematur,dan juga harus di bantu alat pernapasan, permisi pak,saya buru buru!." ucap suster tersebut yang langsung bergegas membawa bayi tersebut.


"Tapi sus,saya ingin melihat nya dulu." ucap Angga,namun ia tak bisa mengikuti suster tersebut,karena ia masih menunggu kabar istri nya.


("Semoga saja,kalian baik baik saja.") batin Angga.


Beberapa saat kemudian, dokter yang menangani Qiaraa pun keluar dari ruangan tersebut.


"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" tanya Angga.


"Alhamdulillah operasi nya berjalan dengan lancar, sepertinya istri bapak sangat kuat, walaupun dia mengalami pendarahan yang cukup banyak,tapi dia bisa melewati masa kritis nya, istri bapak sudah di beri donor darah,namun saat ini ia masih belum sadarkan diri,dan Untung saja tidak ada bagian luka yang serius pada tubuh istri bapak,jadi kita bisa fokus menangani bayinya saja." ucap dokter tersebut.


"Lalu, bagaimana dengan keadaan bayi nya dok?" tanya Angga.


"Baik dok,saya harap semoga keduanya baik baik saja." ucap Angga.


"Baik pak,kalau begitu saya permisi, istri bapak,akan kita pindahkan ke ruang inap,semoga saja,bisa segera sadarkan diri." ucap dokter tersebut.


"Terimakasih dok." ucap Angga, dokter tersebut pun mengangguk setelah itu,ia langsung pergi meninggalkan Angga.


Setelah dokter pergi,Angga pun melihat Qiaraa yang sedang terbaring di bed pasien baru saja keluar dari ruangan operasi,Angga pun langsung membantu untuk membawanya ke ruangan rawat inap.


"Kami permisi pak!" ucap suster yang langsung keluar dari ruang perawatan tersebut,Angga pun langsung mengangguk.


Kini,Angga menatap wajah Qiaraa yang terlihat sangat pucat,ia pun masih belum sadarkan diri,Angga langsung memegang tangan nya.

__ADS_1


"Maafkan mas sayang,mas sudah lalai menjagamu, apakah kau tau sayang,bayi kita sudah lahir,dia cantik seperti mu." Angga meneteskan air matanya.


Saat Angga Sedang menangis, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka,Angga pun langsung menoleh kebelakang.


"Mama." ucap Angga pelan.


"Bagaimana keadaan Qiaraa? bagaimana cucu mama?" ucap Intan dengan sangat panik.


"Qiaraa masih belum sadar mah,bayi nya sudah lahir,dia ada di ruangan NICU,dia masih belum bisa di lihat, kondisi nya lemah." ucap Angga merasa bersalah.


"Qiaraa sudah melahirkan?" Intan terkejut mendengar nya.


"Dokter terpaksa melakukan nya mah,karena tak ada pilihan lain, kondisi nya kritis,detak jantungnya melemah saat masih di dalam perut Qiaraa,jadi bayi nya pun harus segera di keluarkan." ucap Angga.


Intan membungkam mulutnya,ia bingung harus berkata apa,ia meneteskan air matanya,ia tak menyangka dengan apa yang telah terjadi pada cucu dan menantunya itu.


"Kenapa Qiaraa bisa kecelakaan seperti ini,kenapa hiks hiks hiks?" tanya Intan sambil menangis.


"Awalnya,saat kita selesai berbelanja,aku menyuruh Qiaraa untuk menunggu di dalam mobil, karena saat itu antrian di kasir sangat panjang,aku takut Qiaraa kecapean jika harus ikut mengantri,tapi pada saat aku keluar, Qiaraa sudah di kerumuni orang orang,ia mengalami pendarahan dan aku pun tak tau bagaimana kejadiannya." ucap Angga.


"Apa kamu tidak menanyakan kepada orang orang tentang kejadian nya?" tanya Intan.


"Tadi sempat ada orang yang melihat kejadian nya,dan ia juga yang membantu kita untuk ke rumah sakit tadi,namun dia sudah pulang karena ada urusan lain,tapi aku sempat bertanya padanya." ucap Angga.


"Apa,apa yang dia katakan?" tanya Intan penasaran.


"Ia mengatakan jika sepertinya orang yang menabrak Qiaraa tadi ada unsur kesengajaan,karena saat mobil itu menabrak Qiaraa, Qiaraa sudah berada di sisi jalan,jadi sepertinya tidak mungkin jika itu hanya sebuah kecelakaan." ucap Angga.


"Kamu harus mengetahui siapa pelakunya,mama tidak akan membiarkan orang itu bebas begitu saja,kita harus membawa orang tersebut masuk ke dalam penjara." ucap Intan.

__ADS_1


"Iyah mah, setelah Qiaraa sadar dan keadaan bayi kita membaik,aku akan mencari tau kebenaran nya,aku tak akan membiarkan nya hidup tenang, siapapun orangnya." ucap Angga,ia sepertinya sudah sangat emosi hanya dengan membayangkan nya saja.


__ADS_2