
"Kamu memesan makanan sebanyak ini,cuma buat kita berdua?" Dinda begitu terkejut melihat Marsel yang memesan banyak makanan.
"Biar kamu kenyang sayang,kamu kan harus banyak makan,biar kuat kerja nya,hehehe." Marsel terkekeh.
"Hmm tapi aku nggak akan bisa jika harus makan sebanyak itu." Dinda masih menatap makanan tersebut,tanpa menyentuh nya.
"Ya sudah jangan di lihatin terus dong,ayo makan!" Marsel mengambil makanan di depan nya.
"Iyah Iyah." ucap Dinda, terlihat bingung harus makan yang mana terlebih dahulu saking banyaknya.
Beberapa saat kemudian,Marsel pun pamit pulang setelah selesai makan siang bersama Dinda,ia pun tak mau mengganggu kekasihnya itu ketika di jam kerja, hingga kini ia tiba di dalam mobil nya.
Tut...Tut...Tut...
"Halo,ada apa bang?" ucap Marsel.
"Kau sedang di mana?" tanya Angga di balik telpon.
"Aku sedang di depan kantor,kenapa?" tanya Marsel penasaran.
"Barusan polisi menelpon,aku butuh bantuan mu." ucap Angga.
"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Marsel.
"Sekarang kau pulang,biar aku jelaskan di rumah!" titah Angga.
"Baiklah, tunggu aku di rumah!" ucap Marsel,ia pun langsung mengendarai mobilnya.
Tak lama kemudian,Marsel pun tiba di rumah, ketika ia masuk Angga sudah menunggu nya di ruang tamu.
"Apa yang bisa ku bantu?" tanya Marsel tanpa basa basi saat bertemu dengan Angga.
"Ikut aku!" ucap Angga,ia melangkah ke arah ruang kerja nya, sementara Marsel pun langsung mengikuti nya dari belakang.
__ADS_1
Saat mereka berada di dalam ruangan,Angga sengaja menutup pintu nya,ia tak mau istrinya tau, tentang apa yang akan mereka rencanakan,Angga hanya tak ingin jika Qiaraa kepikiran soal ini, biarkan saja ia dan juga Marsel yang menangani nya.
Saat Angga merasa situasi sudah aman,ia pun langsung berbicara. "Tadi polisi telpon, mereka sudah mendapatkan informasi tentang mobil yang menabrak Qiaraa." ucap Angga.
"Jadi, apakah orang nya sudah di temukan?" Marsel penasaran.
"Orang itu sepertinya cukup pintar,ternyata mobil yang ia gunakan hanyalah mobil sewaan,dan orang yang menyewakan nya pun tak tau identitas orang tersebut." Angga menghembuskan nafasnya.
"Bagaimana bisa? walaupun itu hanya mobil sewaan, otomatis orang itu akan memberi biodata dirinya bukan pada pemilik mobil tersebut?" Marsel sedikit heran.
"Itu dia yang membuat ku kesal, orang itu memberikan data palsu,nama nya, alamatnya,bahkan nomor telponnya pun palsu, polisi tidak bisa lagi membantu untuk melanjutkan penyelidikan ini,karena tidak ada petunjuk" Angga menengadah ke atas sambil menghela nafas panjang.
Marsel tau betul apa yang sedang di rasakan oleh Angga, pikiran nya pasti sudah sangat kalut,belum lagi ia baru saja berduka atas meninggalnya sang anak nya yang baru saja lahir.
"Kau tak perlu khawatir,aku tau apa yang harus aku lakukan." Marsel menepuk pundak Angga.
"Apakah kau yakin bisa menemukan orang itu?" tanya Angga tak terlalu berharap lebih.
"Aku yakin,jika polisi sudah tidak bisa membantu kita lagi,aku tau,pada siapa aku akan meminta bantuan." ucap Marsel.
"Aku mengerti,kalau begitu,aku pergi dulu,kau temani Qiaraa,dia pasti sangat membutuhkan mu." ucap Marsel,Angga pun hanya mengangguk.
Marsel langsung melangkah ke luar, Sebelum ia pergi menemui seseorang,ia pun berganti pakaian terlebih dahulu, setelah membersihkan dirinya dan juga berganti pakaian,Marsel langsung mengambil ponselnya di atas meja.
Marsel mengirim pesan chat kepada seseorang yang akan ia temui,ketika ia mendapatkan balasan,ia pun langsung mengambil kunci mobil nya dan langsung pergi keluar.
Setelah menempuh perjalanan yang tak terlalu jauh dari rumah nya,kini Marsel pun tiba di sebuah cafe,di mana seseorang yang akan ia temui sudah menunggu nya di sana.
"Hai,gimana kabarnya bro?" tanya seorang pria yang langsung berdiri saat melihat Marsel datang.
"Kabar buruk." Marsel langsung duduk di sebelah pria tersebut.
"Jadi,kenapa loe ngajak ketemuan di sini,ada masalah yang bisa gue bantu?" tanya nya.
__ADS_1
"Ini bukan masalah gue win,tapi Abang gue,gue mau loe bantu buat nemuin orang yang udah menabrak Qiaraa." ucap Marsel tanpa basa basi.
Yah,pria tersebut adalah Erwin, sahabat Marsel, orang yang selalu membantu nya jika ia sedang ada masalah.
"Hah,kakak ipar loe ada yang nabrak,terus gimana kondisi nya sekarang?" Erwin terkejut.
"Pisiknya nggak terluka parah,tapi batin nya sangat terpukul,bayi nya meninggal." Marsel menunduk.
"Ya Tuhan,gue bener bener nggak nyangka,ini bisa terjadi,jadi,apa yang harus gue bantu?" Erwin kembali ke pembahasan awal.
"Polisi nggak bisa bantu melanjutkan kasus ini,karena nggak ada petunjuk,karena mobil yang udah menabrak Qiaraa adalah mobil sewaan seseorang,dan seseorang itu memalsukan identitas nya." ucap Marsel.
Erwin terdiam sejenak. "Apa loe tau alamat tempat penyewaan mobil itu?" tanya Erwin.
"Sepertinya polisi ngasih tau sama Abang gue,nanti gue tanyain sama dia." ucap Marsel.
"Kalau loe udah tau,nanti kirim alamat nya,biar gue yang bantu, masalah seperti ini sepertinya masih bisa gue handle." ucap Erwin.
"Gue percaya sama loe." ucap Marsel.
Setelah mereka membahas apa yang akan mereka rencanakan, mereka pun langsung mengobrol cukup lama,sudah lama mereka baru saja bertemu karena kesibukan nya masing-masing.
Marsel yang selalu sibuk di rumah sakit, kadang kadang susah untuk membuat janji bersama sahabat nya itu, apalagi sekarang ia juga mempunyai kekasih yang ketika ia libur dari tugasnya,ia akan menemui nya untuk sekedar makan atau jalan jalan berdua.
***
Sementara di tempat lain,Angga sedang menghibur istrinya di dalam kamar,Qiaraa tampak nya masih sangat terpukul atas meninggalnya sang anak,dengan begitu,Angga pun harus bisa menghiburnya supaya tidak terlalu sedih.
Namun,saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya, keduanya pun saling bertatapan.
Tok...tok... tok...
"Masuk!" ucap Angga,ketika ada yang mengetuk pintu kamarnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, seseorang yang mengetuk pintu pun masuk. "Kak?" ucap nya,ia langsung berlari ke arah Qiaraa dan memeluknya. "Maafin Tasya yah baru bisa kesini lagi sekarang." Tasya mengelus punggung Qiaraa.
Yah,wanita tersebut adalah Tasya, adik Qiaraa namun beda ibu,saat kejadian yang menimpa Qiaraa kemarin,Tasya harus ke luar kota karena ada pekerjaan yang tidak bisa ia cancel, sehingga setelah pemakaman bayi Qiaraa,ia langsung berangkat dan ia baru bisa menemuinya lagi sekarang.