
"Sebenarnya gue udah ada niat sih,tapi gue belum punya pawang nih kalau si Joni udah minta jatah,hehehe." ucap Erwin,ia terkekeh.
"Ya udah,loe lagi nggak ngebet banget kan,mending kita ngobrol santai dulu,udah lama banget nih loe baru kesini." ucap pria tersebut.
"Boleh boleh." Erwin pun langsung berjalan dan duduk di sofa yang berada di pojok ruangan bersama teman nya itu.
Saat sedang duduk,mata Erwin tertuju pada seseorang yang memang sedang ia cari dari tadi,yah, Erwin melihat Citra sedang menggoda seorang pria di sana.
"Loe lagi ngelihatin apa sih?" tanya teman nya saat melihat Erwin memperhatikan Citra.
"Cewek itu siapa namanya?" Erwin pura pura tak mengenalinya.
"Hahaha,loe tau aja yang bening bening,dia Citra,cewek paling populer di sini, bukannya waktu itu gue pernah tawarin dia." ucap nya.
Dulu,Citra memang pernah di tawarkan oleh temannya itu pada Erwin,namun pada saat itu,Erwin tau jika Citra adalah pacar Angga,ia mengetahuinya dari Marsel saat itu, sehingga ia menolak untuk dikenal kan dengan Citra.
"Gue lupa bro!" ucap Erwin pura pura.
("Gue harus menjalankan rencana ini, semoga saja Citra memang tidak mengenali gue.") batin Erwin.
"Jadi,loe mau dia?" tanya pria tersebut.
"Iyah,gue ambil dia aja." ucap Erwin.
Tanpa pikir panjang,pria tersebut pun langsung menghampiri Citra,ia memberi tahu nya jika ada seseorang yang ingin bertemu dengan nya,dan tanpa menunggu lama, Citra pun langsung berjalan ke arah Erwin yang sedang duduk menunggu nya.
"Hai,apa kau yang ingin bertemu dengan ku?" tanya Citra,ia langsung duduk di samping Erwin.
("Sepertinya Citra memang tidak mengenali ku, bagus lah.") batin Erwin.
"Iyah." jawab Erwin.
"Apa kau yakin mau mengajak ku menemani mu,asal kau tau,aku tak biasa menerima bayaran yang kecil,jika bayaran yang kau berikan sesuai,aku akan menemanimu." Citra berbisik di telinga Erwin.
__ADS_1
"Itu bukan masalah bagiku,eemm apakah Lima puluh juta cukup?" ucap Erwin.
"Waw ternyata kau lumayan juga, baiklah akan layani kamu sampai puas malam ini." Citra membelai dada bidang Erwin.
"Aku menantikan nya." Erwin mencium bibir Citra.
"Baiklah ayo!" Citra menarik tangan Erwin.
Tanpa pikir panjang,Erwin langsung membawa Citra ke dalam mobil nya, sepanjang perjalanan Citra terus menggoda Erwin, sepertinya Citra sangat pintar sekali dalam menggoda seorang pria.
("Pantas saja, Angga dulu tergila gila oleh wanita ini,dia begitu pandai membuat seorang pria terpesona oleh nya.") batin Erwin.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di sebuah hotel,Erwin pun sengaja memilih hotel yang tidak sembarangan agar Citra merasa nyaman,saat ia menjalankan rencana nya.
"Waw,sepertinya kamu bukan laki laki sembarangan,kau membawaku ke hotel mewah seperti ini hanya untuk bersenang-senang semalam saja." ucap Citra,saat ia baru saja sampai di kamar hotel.
"Itu bukan apa-apa, yang terpenting sekarang adalah,kau harus membuat ku puas sayang." ucap Erwin,ia tak mau kalah dari wanita penggoda itu.
"Apa kita bisa mulai sekarang?" tanya Citra.
"Baiklah, ternyata kau cukup membuat ku penasaran, kalau begitu,aku akan mandi terlebih dahulu." ucap Citra,ia langsung mengambil sebuah handuk yang sudah di sediakan,ia pun langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Saat Citra di dalam kamar mandi,Erwin memesan sebuah minuman pada pelayan hotel, setelah minuman itu di antar ke kamar, Erwin tinggal menunggu Citra selesai membersihkan dirinya.
Beberapa saat kemudian, Citra pun keluar dari kamar mandi, wajah nya terlihat lebih segar dan terlihat lebih cantik ketika rambutnya yang panjang tergerai dan terlihat setengah kering.
"Aku sudah siap." Citra membuka handuk yang melilit di tubuhnya.
"Eemm lebih baik kita minum dulu,agar kau tidak kehausan nanti." ucap Erwin.
"Boleh." Citra memasangkan kembali handuknya, kemudian ia berjalan menghampiri Erwin.
"Ini minuman untuk mu." Erwin memberikan segelas minuman pada Citra.
__ADS_1
"Terimakasih." Citra pun langsung mengambil nya.
Mereka minum terlebih dahulu sebelum memulai aksinya, setelah selesai minum, mereka pun menyimpan gelas tersebut di atas meja.
"Aku sudah tak sabar sayang." Citra langsung menghempaskan tubuh Erwin ke atas tempat tidur.
Citra yang sudah sangat mahir dalam menyenangkan klien nya pun,sudah memulai aksinya,kini ia sudah berada di atas tubuh Erwin.
Citra membuka kancing kemeja Erwin satu persatu,Erwin hanya menelan Saliva nya melihat aksi wanita tersebut.
Mula mula, Citra meraba dada bidang Erwin,kini tangan nya mulai nakal, menjamah setiap inci tubuh Erwin,namun entah kenapa tiba-tiba kepalanya terasa pusing,dan tak lama kemudian tubuhnya pun langsung ambruk di atas tubuh Erwin.
"Dasar wanita licik, akhirnya kau pingsan juga." gumam Erwin.
Erwin sengaja memasukkan obat tidur pada minuman yang ia berikan pada Citra tadi,dan itu sebagian dari rencana nya.
Saat Citra sudah tak sadarkan diri,Erwin memindahkan tubuh Citra yang berada di atas tubuh nya, setelah itu ia langsung berdiri dan berjalan mencari keberadaan tas milik Citra.
"Semoga saja di dalam tas ini,aku bisa menemukan bukti." Erwin membuka tas milik Citra.
Erwin terus mencari barang yang sekiranya bisa ia jadikan sebagai bukti,dan ternyata ia menemukan sebuah bukti nota pembayaran dari tempat penyewaan mobil tersebut.
"Di nota ini terdapat,jam,tanggal,dan juga jenis mobil yang di sewa Citra,semoga saja ini bisa menjadi bukti, untuk selanjutnya,aku yakin polisi pun akan bertindak jika ada bukti ini di serahkan,tidak mungkin kan kalau ini tidak cukup sebagai barang bukti,aku juga akan menyerahkan rekaman CCTV nya." ucap Erwin.
Setelah merasa cukup dengan apa yang ia dapatkan,Erwin pun langsung pergi dari tempat tersebut,ia meninggalkan Citra yang masih tak sadarkan diri di atas tempat tidur.
Tanpa pikir panjang,Erwin pun langsung mengendarai mobilnya,ia langsung pergi ke kantor polisi untuk memberikan beberapa bukti yang ia dapatkan,dan tak lama kemudian,ia pun sampai di kantor polisi.
"Ada yang bisa kami bantu pak?" tanya polisi yang bertugas.
"Saya mau melanjutkan kembali penyelidikan tentang seseorang yang sudah menabrak Qiaraa pak." ucap Erwin.
"Apakah anda punya bukti yang kuat." tanya polisi.
__ADS_1
"Saya punya rekaman CCTV di tempat penyewaan mobil tersebut pak,dan ini,saya mempunyai bukti pembayaran nya juga." ucap Erwin ia menyerahkan bukti tersebut.