
"Apakah anda punya bukti yang kuat." tanya polisi.
"Saya punya rekaman CCTV di tempat penyewaan mobil tersebut pak,dan ini,saya mempunyai bukti pembayaran nya juga." ucap Erwin ia menyerahkan bukti tersebut.
"Lalu,dari mana anda mendapatkan bukti pembayaran ini?" tanya polisi.
"Dari seseorang yang saya curigai pak, untuk lebih lanjutnya saya harap bapak bisa bertindak." ucap Erwin.
"Lalu siapa orang yang anda curigai itu,kami akan menyelidiki nya lebih lanjut." ucap polisi.
"Namanya Citra pak,dia tinggal di jl.anyalir nomor lima belas,semoga bapak bisa mendapatkan bukti lainnya di sana,dan bisa mencocokan dengan bukti yang saya berikan tadi." ucap Erwin.
"Baiklah,kalau begitu kami akan mendatangi alamat tersebut, terimakasih atas bantuannya." ucap polisi tersebut.
"Sama sama pak." jawab Erwin.
("Untung saja,tadi aku sempat melihat kartu identitas nya,jadi aku tau di mana tempat tinggal Citra sekarang,semoga saja semua nya bisa cepat terungkap,aku hanya bisa membantu marsel sampai sini.") batin Erwin.
Setelah selesai melakukan tugasnya,Erwin pun langsung pulang ke rumah nya,ia ingin segera beristirahat setelah melakukan hal yang membuat nya sedikit lelah tadi.
***
Sementara di tempat lain,Tasya yang sedang menginap di kediaman Wijaya pun tampak belum bisa memejamkan matanya, seketika ia teringat akan sosok yang selalu ada di pikirannya yaitu Marsel.
"Dia udah tidur belum yah?" gumam Tasya,ia langsung duduk dari posisi tidurnya.
Mengingat jika Marsel tidur di sebelah kamar yang ia tempati,Tasya pun langsung turun dari tempat tidur,ia berjalan ke arah dinding, kemudian ia menempelkan kuping nya di dinding tersebut.
"Nggak ada suara apa apa,eemm apa sudah tidur yah." gumam Tasya.
Karena penasaran,ia pun langsung keluar dari kamar nya,saat ia lewat di depan kamar Marsel,ia melihat ternyata Marsel sedang senyum senyum sendiri,sambil menempelkan handphone ke telinganya,Tasya bisa melihatnya dengan jelas,karena pintu kamar nya sedikit terbuka.
__ADS_1
("Kak Marsel lagi telponan sama siapa sih? kayaknya seru banget,apa jangan jangan sama Dinda, kayaknya aku harus bikin rencana baru,supaya mereka berpisah,tapi bagaimana yah?.") batin Tasya.
Tasya yang sepertinya sudah terobsesi dengan Marsel pun terlihat tidak suka jika Marsel bisa sebahagia itu ketika sedang mengobrol bersama Dinda.
Setelah rencananya di acara ulang tahunnya waktu itu gagal,kini ia akan membuat rencana lain lagi,obsesi nya untuk mendapatkan Marsel kini semakin menjadi jadi,saat hati nya di bakar api cemburu.
Saat Tasya sedang mengintip,tiba tiba ia tak sengaja menjatuhkan pas bunga yang kebetulan ada di depan kamar tersebut.
Prang
"Duh,gimana nih." Tasya terlihat panik.
Saat Marsel sedang menelpon,ia pun langsung mematikan telponnya karena mendengar suara pas bunga yang pecah di depan kamar nya,Marsel pun langsung berjalan ke luar untuk mengecek.
"Ada apa?" Marsel melihat Tasya yang sedang jongkok memunguti pecahan beling di lantai.
"Maafin aku,pas bunga nya pecah,aku tak sengaja menyenggol nya tadi." ucap Tasya,ia melihat ke arah Marsel sambil memunguti beling sehingga ia tidak pokus. "Aw." Tasya yang kurang pokus pun tak sengaja terkena pecahan beling sehingga membuat tangan nya berdarah.
Mendapati perlakuan Marsel, membuat Tasya bahagia,ia tak menyangka Marsel akan sigap dan membantu nya seperti itu.
("Aku rela terkena pecahan beling beberapa kali,asal kamu selalu memperlakukan ku seperti ini,aku sangat mencintaimu kak Marsel,ini adalah momen yang paling aku harapkan.") batin Tasya.
Tasya tersenyum melihat perlakuan Marsel, sementara Marsel,ia masih terlihat panik,karena darah di jari tangan Tasya tak juga berhenti keluar.
"Sepertinya luka nya sedikit dalam,kalau begitu,kamu tunggu di sini yah,biar aku ambilkan Betadine sama perban dulu." ucap Marsel,ia pun langsung berlari mencari kotak P3K yang biasanya di simpan di dekat dapur.
"Nah,ini dia." setelah menemukan nya,Marsel langsung kembali lagi menghampiri Tasya. "Tunggu sebentar yah,aku obati Sebentar." Marsel terlihat panik,ia pun pelan pelan mengobati jari Tasya.
("Kamu terlihat lebih tampan saat di lihat dekat seperti ini, sepertinya aku tak salah karena menyukai mu, walaupun aku tau,kau sudah memiliki wanita yang kamu cintai,tapi salah kah aku bila memperjuangkan cinta ini?.") batin Tasya.
"Selesai,nggak sakit kan?" tanya Marsel ia melihat ke arah Tasya,saat ia selesai mengobati jari tangan Tasya.
__ADS_1
"Hah,eemm enggak kok." Tasya terkejut ketika Marsel berbicara padanya.
"Ya udah sekarang kamu istirahat,ini sudah malam,eemm memang nya tadi kamu lagi ngapain,kenapa bisa sampai jatuh pas bunga nya?" tanya Marsel.
"Tadi aku mau ngambil minum ke dapur,tapi karena kurang pokus melihat jalan,pas bunga nya nggak sengaja ke senggol,maafin aku yah kak,aku nggak sengaja." Tasya mencari alasan yang tepat.
"Nggak papa, yang penting kamu nya nggak kenapa Napa,aku cuma khawatir,tapi lain kali hati hati yah,udah sekarang kamu masuk kamar aja,biar nanti aku Panggil bibi buat ambilkan kamu minum!" ucap Marsel.
"Tapi ini." Tasya melihat ke arah pecahan pas bunga.
"Nggak usah di pikirin,biar nanti bibi aja yang beresin,tangan kamu masih sakit,ya udah,aku mau Panggil bibi buat beresin ini sambil ambilin minum buat kamu." Marsel pun langsung berdiri.
"Kak Marsel." panggil Tasya saat Marsel melangkah.
Marsel pun menghentikan langkahnya,dan membalikkan badannya. "Iyah,ada yang bisa aku bantu lagi?" tanya Marsel.
"Makasih yah." ucap Tasya.
"Sama sama." jawab Marsel,ia pun langsung melanjutkan langkahnya.
Tasya memperhatikan langkah Marsel, ketika Marsel sudah tak terlihat lagi,Tasya pun langsung masuk ke dalam kamar nya.
Di dalam kamar,Tasya senyum senyum sendiri membayangkan kejadian tadi saat Marsel memegang tangan nya dan mengobati nya.
Tasya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur,ia menatap langit langit sambil terus membayangkan wajah Marsel yang ia lihat dari jarak dekat tadi.
"Hari ini adalah hari paling bahagia yang pernah aku alami,ya tuhan, salah kah aku jika aku berharap dia menjadi milik ku, sedang kan dia sudah memiliki wanita lain dalam hati nya." gumam Tasya sambil membayangkan apa baru saja terjadi padanya.
Tok...tok...tok...
"Non Tasya,ini air minum nya?" Suara Bibi membuyarkan lamunan Tasya.
__ADS_1