Qiaraa 2

Qiaraa 2
8.Penyelidikan


__ADS_3

"Siapa bang,apa gue kenal orang nya?" Marsel penasaran.


"Nanti kau juga tau,tapi untuk sekarang,aku hanya butuh bukti yang kuat untuk membenarkan kecurigaan ku,dan kalau sampai benar,aku tidak akan membiarkan nya." ucap Angga seperti menahan emosi.


"Semoga pelakunya cepat ketemu yah bang,gue janji bakal bantu." Marsel menepuk pundak Angga, kemudian ia langsung pergi, berjalan ke arah kamar nya.


Angga pun langsung mengambil nampan berisi makanan dan juga minuman yang baru saja ia sajikan,setelah itu ia berjalan ke arah kamar nya.


Saat ia sampai di kamar, terlihat Qiaraa sedang melamun sambil menyender di dipan tempat tidur,Angga pun mengerti kalau istri nya itu masih sangat berduka atas meninggalnya anak mereka.


"Sayang,mas bawain makanan nih,makan dulu yah,biar mas yang suapi." Angga duduk di samping nya. "Aaaa." Angga menyendok kan nasi ke mulut Qiaraa,namun Qiaraa menggeleng.


"Sayang,makan yah,walaupun cuma sedikit kamu harus makan,kamu masih dalam proses penyembuhan." Angga menghembuskan nafasnya.


"Aku nggak lapar mas." Qiaraa berbicara tanpa menatap ke arah Angga.


Angga pun bingung harus bagaimana lagi,ia pun menyimpan makanan tersebut di atas meja, kemudian ia menunduk sambil memijit pelipisnya.


Seketika Qiaraa melihat suaminya,ia sedikit merasa bersalah,karena ia sudah egois,Angga pasti sudah sangat lelah menghadapi sikap nya.


"Aaaa." ucap Qiaraa,ia membuka mulutnya.


Angga yang melihat istrinya pun merasa lega,karena Qiaraa mau makan,ia pun langsung menyuapi nya, setelah Angga menyuapi Qiaraa, tiba tiba Qiaraa mengambil piring yang Sedang di pegang oleh Angga.


"Aaaa,mas pasti belum makan juga kan?" Qiaraa menyendok kan nasi ke arah mulut Angga.


Angga pun langsung tersenyum, kemudian ia menerima suapan Qiaraa. "Eemm makanan nya jadi lebih enak kalau di suapi sama istri." ucap Angga sambil mengunyah makanan nya.


"Maafin aku yah mas, seharusnya aku tidak egois,karena aku pun punya tanggung jawab untuk mengurus mu,aku tak seharusnya membiarkan mu sampai belum makan seperti ini," Qiaraa tertawa namun sambil mengeluarkan air mata.


"Sudah yah,aku mengerti sayang,aku tidak apa-apa, melihat senyum mu lagi, adalah hal yang paling aku inginkan." Angga menghapus air mata di pipi Qiaraa.


"Aku beruntung memiliki suami seperti mu, terimakasih karena sudah membuat ku merasa istimewa di mata laki-laki yang sangat aku cintai." Qiaraa menatap wajah Angga.

__ADS_1


Angga langsung memeluk Qiaraa ia sangat terharu mendengar kata kata istri nya itu. "Aku yang beruntung memiliki mu sayang." Angga memeluk Qiaraa dengan erat. "Sekarang makan lagi yah, setelah itu istirahat." Angga melepaskan pelukannya.


Setelah mereka selesai makan,Angga pun langsung memberikan obat pada Qiaraa. "Mas simpan dulu piring nya yah sebentar." ucap Angga, Qiaraa pun mengangguk.


Setelah menyimpan piring,Angga pun kembali lagi ke kamar,ia melihat Qiaraa yang masih membuka matanya. "Kenapa belum tidur?" Angga langsung berbaring di samping Qiaraa.


"Aku nungguin mas." ucap Qiaraa pelan.


"Ya udah sini,biar mas peluk."Angga memeluk Qiaraa sambil berbaring.


Tak lama kemudian, Qiaraa pun tidur di pelukan Angga,karena kelelahan Angga pun langsung ikut tertidur.


***


Pagi Hari


Marsel baru saja keluar dari kamarnya,ia menghampiri mama nya yang sedang berada di meja makan.


"Bang Angga,belum bangun mah?" tanya Marsel.


"Semalam,kita udah ada janji,mau ke tempat kejadian kecelakaan Qiaraa,kita mau menyelidiki siapa pelakunya mah." ucap Marsel.


"Semoga saja pelakunya cepat ketemu,mama tak akan mengampuni orang tersebut,kita harus membuat dia mendekam di penjara." ucap Intan.


Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba Angga datang menghampiri keduanya. "Kamu udah siap?" tanya Angga saat melihat Marsel.


"Udah bang,kita mau berangkat sekarang?" tanya Marsel.


"Kalian sarapan dulu, setelah itu baru berangkat." ucap Intan.


"Nanti aja mah,Angga mau masalah ini cepat selesai dulu,kita akan berangkat sekarang,aku titip Qiaraa,dia masih tidur, semalam dia terbangun terus." ucap Angga.


"Ya udah, kalian hati hati yah, Qiaraa biar mama yang tangani,kalian fokus aja sama penyelidikan." ucap Intan.

__ADS_1


Angga pun mengangguk. "Ayo!" ucap Angga ke arah Marsel, mereka pun langsung berjalan ke arah luar dan langsung menaiki mobilnya.


Saat di dalam mobil, tampak nya Angga sudah tak sabar untuk mengetahui siapa orang di balik kecelakaan itu,ia pun mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju tempat kejadian.


Beberapa saat kemudian mereka pun sampai,Angga keluar dari mobil, ia langsung melihat sekeliling, ternyata ia menemukan ada CCTV di depan toko, tepat di tempat kejadian di mana mobil tersebut menabrak Qiaraa.


"Kita ke dalam,kita harus menemui seseorang di dalam." Angga berjalan ke arah toko tersebut.


Kebetulan manajer toko sedang berada di sana,Angga pun meminta bantuan untuk melihat CCTV bagian depan, awalnya manajer toko tidak membolehkan mereka melihat CCTV tersebut,namun karena Angga menceritakan apa yang terjadi, orang tersebut pun bersedia untuk memperlihatkan nya.


"Kalau begitu, mari ikut saya!" manajer toko pun langsung membawa mereka ke ruangan,dimana mereka bisa melihat CCTV di balik layar komputer.


Setelah sampai Angga pun langsung menyuruh petugas di sana untuk melihat kejadian di hari dan jam,dimana terjadi nya kecelakaan tersebut.


"Coba di zoom pak!" ucap Angga,saat melihat video CCTV nya.


"Baik!" petugas itu pun langsung mengikuti perintah Angga. "Sepertinya memang pengendara mobil tersebut,sengaja menabrak Istri bapak,karena bisa bapak lihat sendiri, istri bapak sudah hampir sampai di sisi jalan,tidak mungkin sekali jika berkendara di pinggir seperti itu, apalagi kondisi jalanan nya cukup sepi." ucap petugas tersebut.


"Apa bisa terlihat orang yang mengendarai mobilnya pak?" tanya Angga.


"Sepertinya tidak pak,karena CCTV kita,hanya melihat dari atas,jadi kita tidak bisa melihat orang nya." ucap petugas tersebut.


"Lalu, Apa plat nomor mobilnya bisa terlihat jelas pak?" tanya Marsel.


"Sebentar." Petugas tersebut menghentikan videonya, lalu ia memperbesar gambar nya, supaya terlihat.


"Bisa pak." ucap petugas tersebut.


"Boleh minta tolong tuliskan plat nomor,warna mobil dan juga jenis kendaraan nya pak,saya akan menyerahkan nya ke polisi,saya akan meminta bantuan polisi untuk menyelidiki kasus ini." ucap Marsel.


"Bisa pak,biar saya tuliskan." ucap petugas tersebut.


"Terimakasih." ucap Marsel.

__ADS_1


Setelah mereka mendapatkan petunjuk,dan juga bukti untuk melanjutkan penyelidikan, mereka pun langsung pergi dari tempat tersebut menuju ke kantor polisi, mereka akan langsung meminta bantuan polisi agar penyelidikan bisa cepat selesai.


__ADS_2