
"Tuh dengerin,makanya jadi Abang itu harus lebih perhatikan sama Ade nya,jangan kayak kanebo kering, garing!" ucap Marsel, meledek Angga yang terlihat cuek.
"Nggak sopan yah ngatain kanebo kering segala." Angga terlihat kesal.
"Udah udah,sana sel katanya mau pergi?" Qiaraa memberikan kode pada Marsel.
Setelah mendapat kode dari Qiaraa,Marsel pun langsung pergi dari tempat tersebut,ia masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil kunci mobil.
"Dasar anak itu." Angga hanya geleng-geleng melihat tingkah adiknya.
"Udah mas,jangan terlalu keras sama Marsel,dia udah bukan anak kecil lagi sekarang." ucap Qiaraa.
"Iyah,ayo masuk ke dalam, udara nya dingin." Angga merangkul pundak Qiaraa untuk masuk ke dalam rumah nya.
__ADS_1
Sementara di tempat lain terlihat Dinda sedang kebingungan,ia masih penasaran siapa kah pria yang tadi mengaku ngaku tidur dengan nya, padahal Dinda sama sekali tidak mengenali nya.
Dinda baru saja menyeduh teh di sebuah cangkir kecil,kini ia pun sedang memegang cangkir tersebut sambil memikirkan hal yang telah terjadi di teras rumah nya.
("Marsel sepertinya masih marah sama aku,dia pasti percaya sama laki laki tadi, walaupun aku sedikit kecewa karena dia tidak percaya padaku,tapi aku akan mencoba untuk memaklumi nya,karena aku tau masa lalu ku bagaimana.") batin Dinda.
Namun saat dia sedang melamun, tiba-tiba ada sebuah mobil yang memasuki halaman rumah nya,Dinda pun sedikit terkejut karena jelas ia tahu siapa pemilik mobil tersebut.
"Marsel... " ucap Dinda pelan,ia menaruh cangkir berisi teh di atas meja, setelah itu ia berdiri sambil memperhatikan mobil tersebut.
"Aku boleh duduk?" tanya Marsel.
"Bo-boleh." Dinda sedikit gugup.
__ADS_1
Awalnya mereka hanya terdiam,karena mungkin canggung dengan kejadian tadi,tapi setelah keduanya cukup senang mereka pun langsung berbicara.
"Bukankah kamu marah padaku?" tanya Dinda.
"Maafkan aku karena langsung pergi tadi, jujur saja aku sempat marah,tapi sekarang,aku kesini untuk mendengarkan penjelasan mu." ucap Marsel.
"Aku nggak tau kamu mau percaya atau tidak dengan apa yang akan aku jelaskan,tapi aku benar benar tidak kenal dengan pria tadi,aku juga nggak tau kenapa pria itu bisa mengatakan hal seperti itu, padahal aku sama sekali belum pernah bertemu dengan nya." ucap Dinda,ia menjelaskan.
"Apakah benar? kamu nggak bohong kan?" tanya Marsel lagi.
"Aku sudah berkata jujur,tapi jika kamu tidak percaya,itu hak mu,dan aku tak bisa berbuat apa apa,sejak dulu,dari awal aku sudah memperingatkan mu,dan aku sempat meragukan hubungan kita karena aku tau bagaimana masa laluku,dan terbukti kan sekarang? kamu nggak percaya karena sebab masa lalu ku,dan aku pun hanya bisa pasrah sekarang jika memang kamu mau mengakhiri hubungan ini." ucap Dinda.
"Stttt,jangan berkata seperti itu." Marsel menempelkan jari telunjuk nya di bibir Dinda. "Aku percaya padamu, maafkan aku jika sempat meragukan mu." sambungnya.
__ADS_1
Dinda terkejut saat Marsel menempelkan jari telunjuk ke bibir nya,ia hanya membulatkan matanya.
"Aku mencintaimu,dan akan tetap seperti itu." Marsel memegang tangan Dinda sambil menatap nya.