Qiaraa 2

Qiaraa 2
12.Rencana Erwin


__ADS_3

"Bagaimana,apa sudah ada petunjuk?" tanya Angga,saat sudah berada di dalam ruang kerjanya.


"Semoga saja secepatnya bang,aku yakin sahabat ku bisa menangani nya dengan baik,aku hanya butuh alamat tempat penyewaan mobil itu,apa Abang tau?" tanya Marsel dengan serius.


"Akan ku kirimkan alamat nya ke nomor handphone mu,semoga saja dia bisa membantu,kalau begitu aku ke ruang tamu lagi,aku takut istri ku curiga,aku hanya tak mau dia kepikiran,dia sudah cukup menderita dengan kejadian ini,aku tak mau menambah beban pikirannya." ucap Angga.


"Iyah bang." jawab Marsel,dia tau betul bagaimana perasaan kakak nya itu.


Angga pun langsung keluar dari ruangan tersebut,Marsel menghembuskan nafasnya saat melihat Angga keluar.


Tak lama kemudian ponselnya pun berbunyi, ternyata Angga sudah mengirimkan alamat nya,marsel pun langsung mengirimkan alamat itu pada Erwin, agar semuanya bisa cepat selesai.


***


Sementara di tempat lain,Erwin yang baru saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur pun tiba tiba di kejutkan dengan suara pesan chat masuk.


"Ternyata alamat nya ini,ini sih gampang, yang punya nya temen gue sendiri." Erwin tersenyum lebar, sepertinya ia akan gampang sekali untuk menemukan orang yang di cari Marsel.


Erwin pun langsung menelpon teman nya yang mempunyai tempat penyewaan mobil tersebut, ketika selesai menelpon Erwin pun langsung pergi ke tempat tersebut.


Sepanjang perjalanan Erwin hanya menyalakan musik di dalam mobil nya, agar suasana nya sedikit lebih tenang,dan beberapa saat kemudian ia pun sampai di tempat yang ia tuju.


Erwin kini sudah bertemu dengan teman nya itu,kini mereka sedang duduk di sebuah cafe yang berada tak jauh dari sana.


"Jadi,apa yang bisa gue bantu?" tanya Rudi,teman Erwin.


"Gue boleh minta rekaman CCTV di tempat usaha loe,gue cuma mau lihat siapa orang yang udah menyewa mobil tepat di hari kakak ipar sahabat gue di tabrak." ucap Erwin.


"Eemm apa ini ada hubungannya sama polisi yang kemarin datang kesini?" tanya Rudi.

__ADS_1


"Yah betul,gue mau tau siapa orang yang sudah menyewa mobil tersebut." ucap Erwin.


"Tapi, orang itu memberikan data palsu win,nama, alamat bahkan nomor handphone nya pun palsu." ucap Rudi.


"Itu bukan masalah buat gue,gue yakin polisi pasti belum minta rekaman CCTV nya bukan? sehingga mereka tidak punya petunjuk." ucap Erwin.


"Loe bener,kalau begitu gue akan lihatin rekaman CCTV nya,kebetulan rekaman CCTV di sana bisa langsung di lihat lewat iPad ini." ucap nya,sambil memperlihatkan iPad milik nya.


"Bagus,cepat putar rekaman nya,pasti loe udah tau kan mobil mana yang di sewa orang tersebut, secara polisi udah ngasih tau duluan?" tanya Erwin.


"Iyah,nah,mobil ini yang di pinjam pada hari itu,tapi sepertinya orang nya tidak terlihat begitu jelas,dia menggunakan topi,tapi gue yakin dia seorang perempuan,loe bisa lihat postur tubuh nya!." ucap Rudi,saat memperlihatkan rekaman CCTV tersebut.


Erwin memperhatikan dengan jeli setiap gerak gerik wanita yang ada di video tersebut, setelah menangkap sebuah momen yang tepat ia pun sedikit terkejut dengan apa yang baru saja ia lihat.


"Stop video nya." ucap Erwin dengan cepat.


"Coba di zoom!" ucap Erwin terlihat serius.


("Hah Citra,dia kan mantan pacarnya Angga, ternyata dia orang nya.") batin Erwin.


"Gue udah tau rud,gue yakin dia orang nya,kalau gitu makasih yah atas bantuan nya." ucap Erwin.


"Iyah,eh tapi sekarang loe mau kemana?" tanya Rudi,saat melihat Erwin berdiri.


"Untuk lebih lanjut nya,biar gue yang urus masalah ini,sekali lagi gue makasih banget sama loe,biar ini jadi urusan gue." ucap Erwin,ia menepuk pundak Rudi, kemudian pergi dari tempat tersebut.


Kini Erwin sedang berada di dalam mobil,ia sedang berpikir keras bagaimana caranya agar masalah ini bisa terungkap,kalau ternyata Citra lah pelakunya.


Namun ia harus sedikit lebih pintar,jika ia langsung menelpon polisi dan mengatakan nya begitu saja,ia yakin, polisi pasti tidak akan percaya karena bukti CCTV itu belum terlalu kuat, apalagi di rekaman CCTV itu wajah Citra tidak terlalu jelas.

__ADS_1


"Waktu itu,dia memang tinggal di apartemen deket tempat gue tinggal,tapi sekarang sepertinya dia udah pindah, soalnya yang tinggal di sana sekarang orang baru,gue harus cari jalan lain,tapi gimana yah." gumam Erwin,ia terus berpikir keras.


Sepertinya Erwin memiliki sebuah ide,ia ingat jika Citra masih bergelut dengan profesi nya sebagai wanita malam,ia mempunyai ide untuk bisa bertemu dengan nya.


"Gue yakin,dia nggak kenal sama gue,dan dia pasti nggak tau juga kalau gue temen Marsel,Ade nya Angga." gumam Erwin.


Tanpa pikir panjang,Erwin pun langsung Melajukan mobilnya untuk menjalankan rencana nya,ia hanya berharap,semoga saja ia bisa berhasil membantu sahabat nya itu.


Kini sudah larut malam,tapi sepertinya Erwin masih tetap ingin melanjutkan rencananya,karena ia tahu di malam hari ini,ia akan lebih cepat untuk menjalankan rencana nya itu.


Beberapa saat kemudian,ia tiba di sebuah klub malam,Erwin yang sudah tak asing lagi dengan tempat tersebut pun di sambut hangat oleh beberapa wanita yang pernah menemaninya.


Yah,Erwin memang kerap sekali berkunjung ke klub tersebut,ia pun ingat jika pernah melihat Citra di sana dengan seorang pria.


Dulu,Erwin juga sering berkunjung ke sana bersama Marsel, sebelum akhirnya Marsel memutuskan untuk berhenti sampai saat ini, setelah memiliki hubungan dengan Dinda.


Namun untuk hal seperti ini, nampaknya Erwin selalu memilih milih soal teman tidur,dan ia pun tak pernah membayar murah siapa saja wanita yang menemani nya.


"Hai,kemana aja bro,baru kelihatan,apa loe ngikutin jejak Marsel yang udah tobat?,hehehe." seorang pria terkekeh,saat menghampiri Erwin yang baru saja datang.


Pria tersebut adalah teman Marsel juga Erwin,dia adalah pemilik klub tersebut,dia heran melihat Erwin yang melihat kanan kiri dari tadi.


"Sorry bro, akhir akhir ini gue agak sibuk." Erwin nyengir kuda.


"Gue percaya,eh tapi loe nggak ikut ikutan Marsel nih." tanya pria tersebut.


"Sebenarnya gue udah ada niat sih,tapi gue belum punya pawang nih kalau si Joni udah minta jatah,hehehe." ucap Erwin,ia terkekeh.


"Ya udah,loe lagi nggak ngebet banget kan,mending kita ngobrol santai dulu,udah lama banget nih loe baru kesini." ucap pria tersebut.

__ADS_1


__ADS_2