
Yah,wanita tersebut adalah Tasya, adik Qiaraa namun beda ibu,saat kejadian yang menimpa Qiaraa kemarin,Tasya harus ke luar kota karena ada pekerjaan yang tidak bisa ia cancel, sehingga setelah pemakaman bayi Qiaraa,ia langsung berangkat dan ia baru bisa menemuinya lagi sekarang.
Melihat kejadian di depan nya,Angga pun langsung keluar dari kamar tersebut,ia mengerti mungkin mereka butuh waktu untuk berdua.
"Kamu kesini sama siapa dek?" tanya Qiaraa.
"Sendiri kak." jawab Tasya,ia melepaskan pelukannya. "Kakak pucat banget,kakak udah makan belum?" tanya Tasya khawatir.
"Sudah." ucap Qiaraa pelan.
Setelah mereka menanyakan kabarnya masing masing mereka pun melanjutkan obrolan nya,karena Qiaraa merasa bosan berada di dalam kamar dari tadi,ia pun meminta Tasya untuk membawa nya ke ruang tengah untuk mengobrol di sana.
"Tapi kakak kuat jalan?" tanya Tasya sedikit khawatir.
"Bisa,kakak kuat kok." ucap Qiaraa sambil tersenyum.
Tasya pun memapah Qiaraa sampai ke ruang tengah, ternyata di sana sudah ada Angga dan juga mama Intan yang sedang mengobrol bersama, mereka terkejut melihat Qiaraa dan Tasya menghampiri nya.
"Sayang,kenapa keluar kamar,kamu masih harus banyak istirahat?" ucap Intan,ia khawatir melihat kondisi menantu nya.
"Nggak papa mah, Qiaraa bosan di kamar terus." jawab nya.
"Biar aku bantu." Angga pun membantu Qiaraa untuk duduk di sofa, sepertinya ia masih sedikit lemah.
"Sekarang apa yang kamu rasa nak,apa kita mau ke rumah sakit lagi?" tanya Intan.
"Nggak usah mah, Qiaraa udah nggak apa apa kok, tinggal lemes nya aja." ucap Qiaraa.
"Tapi kamu jangan banyak gerak dulu yah,kamu kan baru saja melahirkan,badanmu masih belum pulih total." ucap Intan.
"Iyah mah." ucap Qiaraa.
__ADS_1
"Sya,kamu nginep aja di sini,ini udah malem juga." ucap Intan
Tadi sebelum Tasya pergi ke kamar Qiaraa,ia sempat bertemu di ruang tamu dengan Intan yang kebetulan sedang menonton tv di sana.
("Kayaknya boleh juga kalau aku nginep di sini,itu berarti aku bisa ketemu sama kak Marsel,aduh aku jadi nggak sabar buat ketemu kak Marsel.") batin Tasya.
"Emang nya nggak papa Tan,kalau Tasya nginep di sini?" tanya nya.
"Yah nggak papa dong,kamu kan adik nya Qiaraa,lagian banyak kamar kosong kok di sini,kamu tinggal pilih aja mau tidur di mana." ucap Intan.
("Wah kebetulan banget suruh milih kamar,eemm aku pilih yang Deket kamar kak Marsel aja kali yah.") batin Tasya.
Tasya yang memang menyukai Marsel sejak lama pun terasa di beri kesempatan untuk bisa dekat dengan nya, walaupun ia tahu jika Marsel sudah memiliki seorang kekasih,tapi entah kenapa ia tak mau putus harapan untuk bisa mendapatkan nya.
"Tasya tidur di kamar itu aja Tante,boleh kan?" ucap Tasya menunjuk kamar yang berada di sebelah kamar Marsel.
"Boleh,kalau begitu,Tante suruh bibi dulu yah buat beresin kamar nya." ucap Intan.
"Iyah Tante." jawab Tasya sambil tersenyum.
"Mas,bisa tolong ambilkan aku minum." ucap Qiaraa.
"Sebentar sayang,mas ambilkan dulu yah." Angga langsung berdiri lalu melangkah ke dapur.
Sepertinya Qiaraa tau betul apa yang ada di pikiran adik nya, makanya ia menyuruh suaminya untuk pergi dulu dari sana,ia ingin sedikit berbicara dengan Tasya.
Sejak kejadian di acara ulang tahun Tasya waktu itu, Qiaraa jadi tau kalau ternyata adiknya nya itu menyukai adik iparnya,namun beberapa kali Qiaraa mengatakan jika Tasya sebaiknya mencari pria lain,karena Marsel sudah mempunyai Dinda.
Namun entahlah,Tasya sepertinya tidak mendengarkan perkataan Qiaraa,ia sepertinya sudah terobsesi dengan adik iparnya itu.
"Sya,kamu masih ingat pesan Kakak kan, sebaiknya kamu jangan terus berharap sama Marsel,dia sudah punya tunangan,kakak nggak mau kalau kamu jadi perusak hubungan orang lain,kamu paham kan?" ucap Qiaraa.
__ADS_1
"Iyah kak,aku tau." ucap Tasya,ia menjawab seperti itu agar Qiaraa tidak terlalu banyak ikut campur urusan hati nya.
"Kamu itu masih muda,cantik,pintar dan juga berpendidikan,kamu bisa menemukan laki laki yang lebih dari Marsel,dan tentunya belum memiliki pasangan,kakak gak mau kamu kecewa sya." ucap Qiaraa.
Tasya terdiam,ia tak menjawab perkataan Qiaraa,ia bingung harus menjawab apa, karena ia pun tak tau harus bagaimana, ketika hati dan pikirannya tak sama.
("Maafin aku kak,aku tau,aku bisa mendapatkan laki laki yang jauh segala nya dari Marsel,tapi ini soal hati,aku terlalu mencintai kak Marsel,aku sudah mencoba untuk melupakan nya,tapi tetap saja tak bisa,aku akan berjuang untuk mendapatkan nya,walau dengan cara apa pun.") batin Tasya.
Saat mereka sedang berbicara,tiba-tiba Angga datang membawa minuman untuk Qiaraa, mereka pun langsung berhenti berbicara,karena Qiaraa tak mau Angga tau kalau ternyata adik nya menyukai Marsel sampai saat ini.
"Lagi ngobrolin apa sih, kayaknya serius banget?" tanya Angga,ia langsung duduk di samping Qiaraa.
"Makasih mas." ucap Qiaraa,ia mengambil minuman yang Angga berikan.
"Nggak kok kak,kita lagi ngobrol biasa aja." jawab Tasya sambil tersenyum.
Saat mereka sedang mengobrol tiba-tiba terdengar suara klakson mobil di depan rumah tersebut,tak lama kemudian seseorang pun masuk ke dalam rumah karena pintu rumah tidak di tutup.
"Belum pada tidur?" tanya Marsel yang baru saja masuk ke dalam rumah dan melihat ketiga nya sedang duduk di ruang tamu.
"Hai kak?" sapa Tasya, sepertinya ia tak bisa m membunyikan perasaannya,ia terlihat senang melihat Marsel datang.
"Hai juga,kapan datang?" tanya Marsel.
Marsel yang mempunyai sifat friendly,selalu bersikap hangat kepada siapa pun,ia pun tak mengetahui jika Tasya menaruh hati padanya.
"Tadi kak." jawab Tasya dengan penuh semangat.
"Sayang,mas mau bicara sebentar sama Marsel yah." kemudian Angga melihat ke arah Tasya."Sya tolong temenin kakak kamu dulu yah!" titah Angga.
Qiaraa dan Tasya pun mengangguk, kemudian Angga langsung berjalan ke arah ruang kerja nya,Marsel yang sudah mengerti pun langsung mengikuti nya dari belakang.
__ADS_1
"Bagaimana,apa sudah ada petunjuk?" tanya Angga,saat sudah berada di dalam ruang kerjanya.
"Semoga saja secepatnya bang,aku yakin sahabat ku bisa menangani nya dengan baik,aku hanya butuh alamat tempat penyewaan mobil itu,apa Abang tau?" tanya Marsel dengan serius.