
disekolah, seperti biasa kini semua murid memasuki kelas nya setelah mendengar suara bel masuk berbunyi, seketika suasana menjadi riuh kala semua murid kelas X IPA 1 kini telah memasuki ruang kelas nya, tak lama kemudian, langkah seorang guru laki laki yang melangkahkan kaki nya memasuki ruang kelas, ya dia adalah pak Pur, laki laki botak yang menjadi wali kelas nya.
"selamat pagi anak anak"
"pagi pak"
"bagaimana tugas yang saya berikan sudah siap semua ?"
"sudah"
"yasudah berkumpul dengan kelompok masing masing ya, setelah itu masing masing kelompok bisa maju untuk mempresentasikan hasil nya"
mendengar ucapan itu membuat sebagian murid kini beranjak mencari kelompok nya masing masing, begitu pun dengan Rayyan dan Danu karna ia duduk pada bagian paling belakang, kini mereka beranjak mendekati Raina, Dewi dan Lala.
"hay sayang"
sapa Rayyan memainkan mata kala kini ia terduduk tepat disebelah Raina.
"Raina bagaimana kelompok kamu sudah siap ?"
"sudah pak"
"yasudah sekarang silahkan kedepan, dan jelaskan hasil kalian pada teman teman"
kini Raina, Dewi, Lala, Rayyan dan Danu pun beranjak, mereka melangkahkan kaki nya kedepan dan memulai untuk menjelas semua tugas yang sudah mereka buat, mereka membahas tentang binatang, makhluk hidup yang layak dipelihara dan dijaga beserta alasan nya, setelah Raina menjelas beberapa isi dalam tabel itu, kini gantian Dewi, Lala, Danu dan Rayyan.
beberapa detik kemudian,
"bagus, sekarang Rayyan, kamu belum jelasin apa apa dari tadi, menurut kamu binatang apa yang layak di pelihara dan di jaga?"
tanya Pur yang membuat Rayyan kini menegakan tubuh nya, sedikit berfikir dan lalu berkata
"cicak"
jawab nya yang seketika membuat seisi kelas tertawa, namun tidak untuk Raina dan Pur, Raina yang malah justru ekspresi wajah nya terlihat geli
"kenapa cicak ?"
tanya Pur yang membuat Rayyan sedikit terdiam dan kembali berfikir
"mungkin karna sayang kali pak"
jawab Rayyan yang membuat semua nya mengerutkan dahi
__ADS_1
"bukti nya saya, saya sayang sama Raina maka nya saya jagain dia"
tambah nya yang membuat seisi kelas bersorak sorai, mereka tampak menyukai jawaban unik Rayyan tersebut. ya, begini lah Rayyan yang tak pernah serius dalam belajar nya.
"sudah sudah, kamu ini apa apaan ? berarti kamu anggap Raina ini cicak ?"
"wahh bapak bisa bisa nya ngatain adik saya cicak, tapi bapak bener juga sih, ada persamaan nya antara cicak dan Raina, kalau cicak hinggap di dinding kalau Raina hinggap dihati saya, iya ga sayang ?"
jawab Rayyan yang kembali membuat seisi kelas nya heboh, benar benar jawaban yang tak masuk akal dalam pelajaran IPA. ia selalu saja menyangkut pautkan semua urusan nya kepada wanita mungil nan cantik itu. meski mereka adalah adik kakak namun celetukan celetukan mesra itu selalu terdengar dari bibir Rayyan. namun tidak heran dengan sifat laki laki itu, Raina yang sudah hafal bagaimana Rayyan bertingkah, ia hanya tersenyum dan terus menggelengkan kepala kala mendengar semua ucapan ucapan aneh yang terlontar dari bibir kakak laki laki nya itu.
tak lama kemudian, setelah semua kelompok menjelaskan hasil nya dan setelah pelajaran kali ini selesai, kini terdengar bel istirahat berbunyi
"oke sudah waktu nya istirahat, terimakasih untuk hari ini, permisi"
ucap Pur yang lalu melangkah meninggalkan tempat. seketika suasana menjadi riuh kembali, langkah setiap murid kini berjalan menuju kantin sekolah, termasuk Rayyan, Danu, Raina, Dewi dan Lala, dengan berbarengan mereka berjalan menuju tempat dimana yang selalu membuat nya kenyang itu.
"Maya.. biasa ya 12345, 5"
pekik Danu seraya menghitung beberapa teman nya, ia selalu tampak bahagia kala memasuki tempat ini, ya karna Maya alasan nya.
"minum nya sekalian ya May"
"oke Rain"
"btw, nanti malam kalian ada waktu ga ? gue mau undang kalian ke rumah gue, karna ada acara kecil kecil lan gitu"
"acara apa Dew ?"
"kak Dion kan ulang tahun Rain, tapi ga banyak yang dia undang, teman teman nya disekolah ini pun ga ada yang dia undang, cuma kalian karna gue yang undang kalian"
jelas Dewi yang membuat Raina terdiam
"oh jadi hari ini hari ulang tahun kak Dion ?"
batin Raina dengan ekspresi wajah berfikir
"aaaah, ogah ah. males gue"
"kenapa lagi Ray ? selalu aja berasalan, gue ga mau tau poko nya nanti malam gue tunggu di rumah Dewi"
"gue bilang ga mau ya ga mau"
belum saja percakapan itu selesai, kini Maya pun datang yang membawa sebuah baki berisi makanan dan minuman, tak cukup sekali atau dua kali, tapi berulang kali Maya mengantar nya karna memang pesanan mereka banyak.
__ADS_1
"wah udah jadi ni pesanan kita, makasih ya May"
"sama sama mba Lala, hemmm mas Rayyan selamat makan ya"
ucap Maya yang membuat Raina, Danu, Dewi dan Lala kini memandang Rayyan yang kemudian saling lirik dan tersenyum
"cieee.."
ucap nya serentak
"pengen deh di ucapin selamat makan gitu juga"
sambar Danu dengan ekspresi meledek
"makasih May"
ucap Rayyan yang akhir nya membuat Maya kini meninggalkan tempat
"patah hati gue, gara gara Maya"
celetuk Dewi yang membuat Raina dan Lala terkekeh, kini dengan cepat mereka pun menghabiskan makanan nya, karna sebentar lagi bel masuk pasti akan berbunyi lagi. ditengah tengah aktifitas makan nya, tiba tiba Raina berhenti mengunyah setelah ia melirik pada meja dipojok kanan, terdapat Dion yang kini duduk dengan seorang perempuan yang juga satu kelas dengan Dion. pandangan nya melirik serius pada meja itu
"lo kenapa sih Rain ?"
tanya Lala yang lalu ikut memperhatikan arah lirikan Raina
"kak Dion ?"
gumam Lala, setelah melihat pemandangan itu kini membuat Lala faham dengan apa yang dirasakan Raina, hingga ia terdiam dan tak lagi meneruskan makan nya.
"gue duluan ya, gue udah kenyang"
ucap Raina yang lalu beranjak dan melangkah pergi
"loh sayang, kok buru buru sih ? Rain"
pekik Rayyan yang tak di hiraukan oleh nya, Raina terus berjalan meninggalkan kan kantin sejauh jauh nya, mendengar panggilan sayang terlontar dari bibir Rayyan untuk Raina membuat Maya kini melirik nya, dan berekspresi sedikit aneh.
"jadi ternyata kak Dion udah punya pacar, bukan nya mereka kan satu kelas ?"
gumam Raina yang kini terduduk di bangku nya. ia merasa berakhir sudah harapan nya untuk bisa dekat dengan Dion, selain Rayyan yang tidak suka, tapi juga karna ternyata Dion sudah dekat dengan perempuan lain. Raina menarik nafas nya dalam dalam dan membuang nya secara kasar
"jadi selama ini gue doang yang berharap ? ternyata gue yang ke PD an. gue kira rintangan gue buat deket sama lo cuma abang doang kak, tapi ternyata enggak, malah lo sendiri sekarang yang buat gue merasa kalah"
__ADS_1
tambah Raina yang kembali menghela nafas, ya mungkin memang sebenar nya ia benar benar berharap akan Dion.
••••••