
sepulang sekolah kini Lala, Danu dan Maya yang datang bersama Raina, ya ia ingin menjenguk Rayyan yang sedang sakit.
"assalamualikum bunda"
sapa nya serentak, membuat Wulan tersenyum dan mengangguk
"walaikum salam"
"bunda kita mau jenguk Rayyan nih, boleh kan"
"oh boleh boleh, silahkan masuk Rayyan ada dihalaman belakang"
jawab Wulan yang membuat mereka kini melangkah masuk, sementara Maya yang tampak berbeda dari Danu dan Lala, termasuk pakaian yang ia gunakan tak seperti yang lain dengan seragam sekolah yang sama, gadis satu ini penampilan nya sangat sederhana hanya memakai celana jins dan kemeja wanita berwana merah muda.
"Rayyan"
panggil Lala yang membuat Rayyan seketika menoleh, wajah nya seketika sumringah saat ia dapati beberapa teman nya ada dihadapan nya saat ini
"kalian"
"hay bro, wih bisa sakit juga ternyata ?"
canda Danu yang membuat Rayyan terkekeh
"bisa aja lo. makasih ya kalian udah mau jenguk gue"
"iya. gimana lagi ga ada lo kelas sepi Ray"
tambah Lala yang membuat Rayyan tertunduk dan tersenyum.
__ADS_1
"mas Rayyan, cepet sembuh ya"
ucap Maya yang kini membuat Rayyan memperhatikan nya, ia tak menyangka jika Maya pun berantusias untuk menjenguk nya
"thanks May, udah mau repot jenguk gue, tapi gue ga papa kok, sekarang gue udah baikan"
jawab Rayyan tersenyum. bagi Maya senyuman itu adalah arti kebahagian untuk nya. meski Rayyan tak pernah tau perasaan Maya terhadap nya tapi setidak nya Rayyan bersikap baik terhadap Maya itu sudah lebih dari cukup.
"iya lah baikan, kan takut Raina ngambek, tadi kan Raina udah bilang, Raina mau saat Raina pulang sekolah abang udah harus sembuh kalau ga Raina ngambek, iya kan ?"
sahut Raina yang membuat Rayyan kini meraih tangan nya, menggenggam nya dan membawa nya terduduk disamping nya
"iya bawel, abang sembuh karna kamu. makasih Raina sayang, kamu memang penyemangat abang"
ucap Rayyan membelai wajah mungil di samping nya itu, kembali pemandangan yang membawa perasaan itu hadir, Lala dan Danu yang kini saling pandang dan ekspresi nya tampak terpesona, begitupun dengan Maya yang entah tak dapat berkata apa apa lagi tiap kali melihat hubungan kakak beradik se mesra ini. tak lama kemudian, Wulan yang kini datang dengan membawa beberapa minuman dalam baki nya
"anak anak. silahkan diminum dulu ya, bunda buatin kalian jus"
"wah bunda repot repot"
"enggak repot kok"
jawab Wulan yang lalu kembali mengambil beberapa piring berisi kue basah dan toples berisi cemilan
"maaf bunda biar Maya bantu"
ucap Maya yang kali ini mendekati Wulan didapur
"oh ga usah Maya, biar bunda aja"
__ADS_1
"ga papa Bunda, Maya udah biasa kok"
ucap Maya yang seakan memaksa Wulan untuk memberikan sebagian bawaan nya pada Maya
"makasih ya Maya"
"sama sama bunda"
"oiya Maya, kenapa pakaian kamu ga seperti yang lain ?"
tanya Wulan seraya terus berjalan menuju taman belakang, pertanyaan itu membuat Maya sejenak terdiam
"tidak bunda, Maya bukan murid disana, Maya cuma pelayan kantin"
Jawab Maya yang membuat Wulan tertegun
"jadi kamu udah ga sekolah ?"
"enggak bunda, Maya harus kerja, karna ada ibu dan adik yang harus maka penuhi kebutuhan nya"
"emang ayah kamu kemana ?"
"sudah meninggal bunda"
jawab Maya yang membuat Wulan terdiam, terenyuh setelah mendengar cerita kehidupan gadis manis didekat nya ini
"kasihan sekali gadis ini"
batin Wulan yang dengan terus melangkah.
__ADS_1
•••••