Raina Dan Rayyan

Raina Dan Rayyan
Diam


__ADS_3

"abang tunggu bang, abang, Raina mau bicara, abang"


namun....


diaaaar pintu itu pun tertutup dengan rapat. ya, Rayyan tak ingin berbicara apa pun pada Raina


"abang abang, Raina ga ngerti Raina salah apa ? sampe abang diemin Raina kaya gini"


gumam Raina yang menatap lesu pada pintu kamar Rayyan yang tak ada celah sedikit pun untuk dia masuk. melihat pemandangan yang tak biasa ini membuat Wulan mengerutkan dahi, tak biasa nya Raina dan Rayyan seperti ini, kini Wulan pun melangkahkan kaki nya mendekati Raina yang terdiam lesu didepan ruang kamar Rayyan


"Raina, kenapa nak ?"


"Raina ga ngerti bunda, abang tiba tiba marah sama Raina, dia ga mau bicara sama Raina, bahkan abang ga mau liat wajah Raina, dari tadi Raina coba bujuk tapi masih aja dia diem"


jawab nya dengan sedikit menjauh


"kenapa bisa gitu ? kamu melakukan kesalahan apa sama abang kamu ? sampe dia marah begitu, selama ini Rayyan ga pernah loh bersikap seperti ini sama kamu, apa kesalahan kamu fatal ?"


"itu dia bun, Raina ga tau Raina salah apa ? yang Raina inget abang diemin Raina setelah abang tau kalau Raina dijemput kak Dion tadi pagi, emang apa coba salah nya ? Raina kan cuma ga mau terlambat lagi bun, Raina ga mau dihukum sama pak Pur lagi"


jelas Raina yang membuat Wulan seketika terdiam, seperti nya ia sedang berfikir sesuatu


"bunda, Raina ke kamar dulu ya. hemm Raina minta tolong ya bun bujuk abang, Raina ga mau abang marah sama Raina"


"iya sayang, nanti bunda coba bilang ya sama abang kamu, yaudah kamu istirahat dulu sana"


jawab Wulan yang membuat Raina mengangguk dan kemudian berjalan memasuki kamar nya.


"kenapa Rayyan marah ? bukan kah itu biasa ?atau jangan jangan dia cemburu liat Raina pergi sama laki laki lain ? ahhh, mudah mudahan tidak"


gumam Wulan menggeleng yang kemudian meninggalkan tempat.


•••••


"Raina, Rayyan. makan dulu yuk nak, bunda masak makanan kesukaan kalian nih"


pekik Wulan dari ruang makan, beberapa saat menunggu namun Raina dan Rayyan tak kunjung datang


"kemana Raina dan Rayyan bun ? kenapa mereka belum kesini ?"

__ADS_1


"ga tau yah, tapi tadi mereka lagi diam diaman, mereka ada masalah yah"


"masalah ? masalah apa ?"


"kata nya Rayyan yang tiba tiba marah sama Raina karna tadi pagi Raina dijemput teman laki laki nya"


jawab Wulan yang membuat Angga mengangkat alis sebelah kiri nya


"cuma itu ? lalu kenapa dijadi kan masalah ?"


"bunda juga ga tau yah, feeling bunda apa jangan jangan Rayyan cemburu ya yah ? mereka kan bukan saudara kandung jadi kalau pun itu terjadi wajar dong"


"apa sih bunda ? harus nya ga boleh lah, biar pun bukan saudara kandung tapi mereka dari kecil udah bareng, mereka itu adik kakak yang ga boleh saling mencintai"


ucap Angga yang membuat Wulan kini terdiam.


"yaudah coba bunda liat dulu deh mereka lagi apa, sebentar ya yah"


ucap Wulan yang lalu melangkah menuju kamar Rayyan dan Raina,


tok tok tok


"Rayyan, makan dulu yuk nak, bunda masak makanan kesukaan kamu loh, makan dulu yuk, emang kamu ga laper ? Rayyan, jawab bunda kamu baik baik aja kan ?"


"Rayyan, tolong jawab bunda nak, apa kamu baik baik aja ? kenapa kamu ga jawab bunda ? Rayyan"


mendengar ucapan itu seperti nya Wulan sangat panik, ia terus menggedor pintu kamar Rayyan, hingga akhir nya membuat nya membuka suara


"Rayyan baik baik aja bunda, tapi Rayyan ga laper, bunda makan duluan aja ya, Rayyan mau belajar"


pekik Rayyan dari dalam kamar nya, belajar ? tidak itu hanya alasan, karna saat ini Rayyan sedang berdiri terdiam memperhatikan indah nya pemandangan luar. mendengar suara itu akhir nya membuat Wulan menghela nafas lega, karna arti nya tidak terjadi apa pun pada anak laki laki nya itu, kini kembali Wulan melangkah memasuki ruang kamar Raina yang ternyata pintu nya tidak terkunci. ia dapati sang putri sedang berada di balkon kamar nya, aktifitas nya sama dengan Rayyan, yang memandangi indah nya langit malam dengan beribu bintang dan satu bulan yang indah disana, seakan menyaksikan tentang apa yang Raina fikirkan saat ini


"Raina"


panggil Wulan yang membuat pandangan Raina kini beralih pada nya.


"bunda"


"lagi apa sayang ? emang ga dingin malam malam begini diluar ?"

__ADS_1


"enggak bunda, suasana malam ini enak, apa lagi langit nya indah banget ya, banyak banget bintang nya, disana juga ada bulan tapi sayang nya dia cemberut bunda, kaya nya dia tau perasaan Raina saat ini"


jawab Raina yang membuat Wulan menunduk, perlahan langkah nya mendekat dan mengikuti posisi Raina kala memperhatikan bulan dan bintang.


"kamu sedih ya ? karna abang kamu marah sama kamu"


"iya bun, Raina sedih banget. ga tau kenapa Raina ngerasa separuh jiwa Raina hilang, kalau abang marah kaya gini sama Raina. emang sih abang itu kadang kadang ngeselin, abang selalu jail ke Raina, abang suka buat Raina triak, tapi.... Raina sayang kok sama dia, Raina ga mau dia diemin Raina kaya gini"


ucap Raina yang membuat Wulan kini memberikan bahu nya untuk gadis mungil dihadapan nya itu, ia membelai wajah cantik yang kini bersender di bahu nya


"nanti bunda bantu bicara sama Rayyan ya, kamu tenang aja, Rayyan itu sebener nya punya hati yang lembut kok, jadi dia pasti maafin kamu, hanya saja dia perlu waktu, nanti bunda deh yang akan bujuk dia"


"makasih ya bun, Raina sayang sama bunda"


"sama sama sayang, yaudah sekarang kita makan dulu yuk, emang Raina ga laper ?"


"Raina males makan bun"


"yahh sayang banget padahal bunda masak makanan kesukaan kamu, kalau kamu ga mau makan, siapa dong yang makan ?"


ucap Wulan yang membuat Raina kini memperhatikan nya


"maka dulu ya, yuk"


ajak Wulan yang akhir nya membuat Raina tersenyum dan mengangguk.


"wahh, ternyata bener bunda masak makanan kesukaan Raina"


ucap Raina kala kini sampai di ruang makan


"Raina duduk, ayo makan"


ucap Angga yang sudah mulai makan lebih dulu


"iya yah. emm, ini juga ada makanan kesukaan abang, tapi abang mana ? dia ga makan ?"


"nanti biar bunda kirim ke kamar nya, kata nya dia lagi belajar"


"belajar, tumben"

__ADS_1


gumam Raina kala mendengar kata kata belajar dari Wulan, ya ia tak percaya pasal nya Rayyan memang jarang belajar, hampir tidak pernah, ia belajar hanya disekolah saja itu pun terkadang tak diperhatikan, namun.. karna ia tak pernah belajar dan sedikit nakal dalam belajar, bukan berarti dia anak yang tak pandai, dia pintar dia juga kreatif, bahkan dulu dia pernah mendapat peringkat 3 besar selama 3 tahun di sekolah SMP nya, wow bukan ? ini beruntung nya Wulan dan Angga memiliki kedua anak yang selain baik cantik dan tampan tapi juga jenius, apa lagi Raina yang prestasi nya selalu membanggakan.


••••


__ADS_2