
"Rain kamu siap siap ya, kita mau ke resto."
"Wah jadi malam ini kita mau makan bareng diresto bund? yaudah Raina bilang abang dulu ya biar dia juga siap siap."
"Eh ngga usah Rain, abang kamu biar dirumah aja,"
"Iya bener kata bunda, karena kita ke resto ngga untuk makan malam sekeluarga tapi untuk menemui sahabat ayah dan anaknya," sambar Angga yang membuat Raina terbelalak.
"Maksudnya laki laki yang mau ayah jodohin sama Raina itu? engga yah Raina ngga mau."
"Rain jangan begitu nak, ayo siap siap."
"Tapi Raina ngga mau bun, kalau Raina datang ke resto itu, itu artinya Raina setuju dengan perjodohan ini, Raina kan ngga mau dijodohin."
"Rain ayo siap siap sekarang, ayah tunggu dimobil," tambah Angga berucap tegas, yang membuat Raina kini tak dapat berkata apa apa lagi.
Setiap ucapan Angga harus selalu diikuti, jika tidak ia akan menjadi.
"Raina ikuti ya apa kata ayah, kamu tau sendiri kan gimana ayah, bunda cuma ngga mau, ayah marahin kamu."
"Tapi bun..."
"Raina."
"Yaudah iya, Raina siap siap dulu," jawab Raina terpaksa yang lalu dengan cepat melangkah menuju ruang kamarnya.
••••
"Selamat malam."
"Hallo. apa kabar?"
"Wah awet muda ya."
Begitu lah kiranya sebuah sambutan hangat terhadap sahabat lama. Namun mengapa kini Raina tak melihat ada laki laki disana? selain laki laki paruh baya teman Angga.
"Mana orangnya? kenapa ngga ada? oh berarti dia menolak perjodohan ini, baguslah," batin Raina yang tersenyum bahagia.
__ADS_1
Lantaran ia mengira laki laki itu menolak perjodohan dari keluarganya. beberapa menit kemudian, Gilang Shaga seorang guru baru disekolah Raina, tiba tiba muncul hingga membuat Raina melebarkan mata.
"Loh bapak ngapain disini?" tanya Raina yang membuat semuanya kini terdiam memperhatikannya.
"Rain kamu kenal sama Gilang?"
"Kenal lah yah, pak Gilang ini kan guru baru disekolah Raina," jawab Raina yang membuat Angga akhirnya tersenyum.
"Syukurlah kalau gitu, berarti ayah ngga harus mengenalkan kalian lagi ya. Raina, Gilang ini laki laki yang akan ayah jodohkan sama kamu," ucap Angga yang membuat Raina dan Gilang terbelalak.
"Apa?" ucapnya serentak.
"Jadi dia gadis yang diceritain ibu dan ayah?" batin Gilang dengan pandangan yang terus memperhatikan Raina.
"Jadi pak Gilang laki laki yang mau dijodohin ke gue sama ayah?" tambah batin Raina dengan wajah yang kini menunduk.
Rasanya ia tak ingin memperhatikan wajah Gilang berlama lama, mungkin ada perasaan tak enak hati atau malu.
••••
"Dari resto bang," jawab Raina yang membuat Rayyan melebarkan mata.
"Kamu tega banget sama abang, makan ke resto ngga ngajak ngajak, mentang mentang abang bukan lagi abang kandung kamu,"
"Makan apanya bang? Raina aja ngga jadi makan, ayah ngajak Raina ke resto karena ayah mau ngenalin Raina sama laki laki yang dijodohkan ayah untuk Raina itu," ucap Raina yang membuat Rayyan melebarkan mata.
"Dan abang tau siapa laki laki itu? dia adalah pak Gilang bang, guru baru disekolah kita," tambah Raina yang membuat Rayyan tambah melebarkan mata.
"Pak Gilang? terus kamu seneng dong? dijodohin sama guru yang jadi idaman semua perempuan disekolah."
"Abang apaan sih?"
"Seketika hati abang sakit Rain," ucap Rayyan yang kini terduduk lemah.
"Bang, percaya sama Raina, Raina ngga mau dijodohin kok, biar pun sama guru ganteng yang jadi idaman semua anak anak disekolah, tapi ngga buat Raina. Raina tetap milih abang kok, perasaan Raina terlanjur mentok di abang," jawab Raina yang membuat Rayyan kini beranjak kembali.
Dan seketika memeluk tubuh Raina dengan erat. namun sayang tiba tiba Angga dan Wulan kini datang dan menyaksikan pemandangan yang menurutnya tak mengenakan itu.
__ADS_1
"Ekhem," dehem Angga yang membuat Rayyan seketika melepas dekapannya, dan sedikit menjauh.
"Ngapain peluk pelukan?" tanya Angga yang membuat Rayyan dan Raina terdiam.
"Kalian ini bukan muhrim, ngga boleh sembarangan peluk pelukan, dan kamu Rayyan, sekali lagi ayah liat kamu berbuat aneh terhadap Raina ayah ngga tinggal diam, ayah akan kirim kamu ke kampung, biar kamu ngga lagi deket sama Raina," tambah Angga yang membuat Rayyan melebarkan mata.
"Maaf yah," jawabnya simple.
"Raina mana handphone kamu?"
"Buat apa yah?"
"Udah sini pinjem."
Kini Raina pun memberikan ponselnya pada Angga, sebentar Angga mengutik ponsel itu dan kemudian mengembalikannya pada Raina kembali.
"Disitu udah ayah save nomornya Gilang, jadi kalau nanti dia telfon, ngga ada alasan buat kamu ngga angkat telfon dia," ucap Angga yang membuat Raina dan Rayyan terbelalak.
"Yaudah ayah kekamar dulu. Ayo bun," tambah Angga yang kini membawa Wulan melangkah bersamanya.
Setelah kepergian kedua orang tuanya, dengan cepat Rayyan meraih ponsel Raina kembali, dan menghapus nomor itu dari ponsel Raina.
"Abang ngga rela kalau kamu nyimpen nomor Gilang itu," ucap Rayyan yang memberikan ponselnya pada Raina kembali.
Tak berkata apa apa lagi kini Rayyan dengan cepat meninggalkan tempat, sementara Raina yang malah tertegun dan hanya terdiam ditempat.
"Gue jadi bingung, apa yang harus gue lakuin sekarang? gue ikutin apa mau ayah, atau gue pilih abang? aaaaah kenapa semuanya jadi gini sih, otak gue yang seketika penuh dengan para laki laki yang entah harus gue apain. Ini belum saat nya, gue masih pengen sekolah pengen belajar, pengen bermain, bukan malah mikirin urusan laki laki kaya gini," gerutu Raina dengan wajah yang tampak frustasi.
Sementara Rayyan didalam kamarnya.
"Aaaah, ini ngga bisa dibiarin. kalau lama lama di biarin Raina bakal suka beneran sama tuh guru, terus nasib gue gimana? masa iya gue relain Raina gitu aja, gue juga cinta sama dia, dari dulu dari sebelum gue tau kalau ternyata Raina itu bukan adik kandung gue, dan sekarang setelah gue tau perasaan itu ternyata ngga salah, malah ada Gilang yang masuk ditengah tengah gue dan Raina," gerutu Rayyan yang juga bingung memikirkan urusan percintaan.
"Udah gue bilang cinta itu rumit, ini nih contohnya belum apa apa aja udah sakit hati gue, tapi kalau gue biarin bisa bisa Raina jadi milik Gilang beneran, lo liat aja Lang gue ngga akan tinggal diem liat lo deket deket sama Raina," tambah Rayyan dengan ekspresi wajah kesal.
Sebelumnya ia berfikir ia akan lebih santai dengan masalah percintaannya ini, apa lagi setelah Raina dan Rayyan berkomitmen dan sanggup menunggu hingga saatnya, namun sekarang rasanya tak bisa lagi bersantai, jika Rayyan tetap santai dan jalan ditempat, maka sepertinya Gilang lah yang akan menjadi pemenang.
•••••
__ADS_1