Raina Dan Rayyan

Raina Dan Rayyan
mawar merah untuk abang


__ADS_3

"terus bunga sebanyak ini buat apa ? gue beli ni bunga kan karna gue kasihan sama Maya, masa gue buang sih sayang banget"


gumam Raina yang terus memperhatikan beberapa tangkai mawar merah dalam genggaman nya, ia terduduk di tepi tempat tidur nya dengan pandangan yang terus tertuju pada mawar merah yang merekah itu, seketika bibir nya tersenyum setelah kini ia mengingat sesuatu.


"abang, iya mending bunga ini gue kasih abang aja"


ucap nya yang lalu dengan cepat berlari keluar kamar. tok tok tok, Raina mengetuk pintu kamar Rayyan, namun ternyata tak ada jawaban


"abang, bang Rayyan"


panggil Raina yang lalu perlahan membuka pintu nya, ia lihat ruangan itu kosong tanpa penghuni


"abang ga ada, hemm pasti ditaman belakang"


gumam nya yang lalu bergegas berjalan menuju taman belakang rumah nya, ternyata benar disana ia dapati Rayyan yang sedang duduk seorang diri, yang memandang indah nya langit malam yang membuat hati nya nyaman, tanpa bersuara kini Raina perlahan menghampiri, dan lalu mengulurkan beberapa tangkai mawar merah itu dihadapan Rayyan, hingga membuat pandangan nya seketika tertuju pada mawar merah dihadapan nya tersebut


"bunga mawar buat abang"


ucap Raina yang lalu terduduk disamping Rayyan


"buat abang ?"


"iya ini buat abang, tanda sayang Raina ke abang"


jawab Raina yang membuat Rayyan tertegun, entah kenapa kata kata nya kali ini sampai ke hati, hingga membuat hati nya bergetar, dan jantung nya berdetak hebat karna sebuah tatapan tajam yang sedari tadi tak terlepaskan. bukan hanya tatapan nya, namun senyuman nya pun membuat Rayyan tak kuasa memandang. perlahan Rayyan pun meraih bunga itu, dengan terus memperhatikan nya, disaksikan beribu ribu bintang dan cahaya rembulan yang membuat suasana malam ini terasa lebih syahdu.


"bang kenapa ? ga suka ya sama bunga nya ? yaudah deh bawa sini biar Raina buang aja"

__ADS_1


ucap Raina yang hendak mengambil nya kembali, namun dengan cepat Rayyan menolak


"jangan, abang suka kok, suka banget. makasih sayang"


jawab Rayyan yang membuat senyum Raina perlahan pudar, karna suatu panggilan sayang yang biasa Rayyan ucapkan, namun meski pun panggilan itu sering ia berikan, tapi kali ini rasa nya berbeda, seperti ada yang lain dengan rasa dalam panggilan itu.


"kenapa rasa nya beda ya ? yang ini kaya lebih berarti"


batin Raina dengan terus memandang wajah Rayyan, tatapan mata nya membuat Rayyan tak dapat berkutik, dan rasa tubuh yang seketika menjadi kaku.


"tatapan nya buat gue deg degan, gue kenapa sih ?"


batin Rayyan yang juga terus memandang wajah ayu dihadapan nya itu. sementara dari dapur, Wulan yang kini sedikit mendekat karna melihat kedua anak nya saling berpandangan, dengan tangan yang saling terpaut dan beberapa tangkai mawar merah diantara nya, ia sedikit terkejut dengan pemandangan itu


"Raina, Rayyan, pandangan nya.... apa mereka saling ada rasa ? karna kan memang mereka bukan saudara kandung, jadi jika Allah memberikan rasa itu pada mereka, itu mungkin saja terjadi"


"bunda"


ucap Raina dan Rayyan secara bersamaan


"udah malam, ngapain masih diluar ? angin malam ga baik buat kalian, masuk ya"


ucap Wulan yang membuat Raina dan Rayyan mengangguk, yang kemudian kembali saling pandang sebelum akhir nya dengan cepat Raina pun melangkah kan kaki nya, memasuki rumah dan membuat Rayyan tersenyum melihat nya


"permisi bunda Rayyan ke kamar dulu"


ucap Rayyan yang lalu meninggalkan tempat. melihat gerak gerik itu membuat Wulan kini faham, rasa nya apa yang ia fikir kan selama ini mungkin akan terjadi

__ADS_1


"seperti nya dugaan ku benar. tapi kalau ayah tau pasti ayah ga suka"


gumam Wulan yang sebelum akhir nya juga memasuki rumah dan menutup pintu nya.


dikamar, Rayyan yang kini full senyum karna pemberian bunga mawar dari Raina, yang terus ia pandangi dengan bibir yang terus melengkung indah, malam ini adalah pertama kali nya Raina memberikan bunga mawar pada Rayyan, hingga membuat Rayyan berfikir dalam rangka apa Raina memberikan nya bunga itu ?


"ini bakal jadi malam terindah untuk abang Rain, karna pemberian bunga dari kamu ini, makasih ya sayang mawar nya cantik, cantik kaya kamu"


gumam Rayyan yang lalu menaruh beberapa tangkai mawar merah itu dalam sebuah pot bunga kaca.


"tapi hati gue kenapa ya ? kenapa gue deg degan saat Raina tatap gue kaya tadi ? padahal dari kecil gue udah deket sama dia, gue sering peluk pelukan sama dia, tapi rasa nya kali ini beda, tapi entah rasa apa ?"


tambah Rayyan yang terus memikirkan kejadian sebelum nya bersama Raina. sementara Raina yang kini tak terhenti berjalan kesana kemari lantaran ia juga bingung akan perasaan nya saat ini


"kenapa sih hati gue ? kenapa gue deg degan saat abang tatap gue kaya gitu ? dan panggilan sayang kali ini bener bener berbeda. gue sering denger abang panggil gue sayang, tapi rasa nya ga ada yang kaya gini, itu tuh... ahh, aduhh Raina hati lo mulai rusak nih"


gumam Raina yang terus menghawatirkan akan perasaan gila nya


"ya kali gue suka sama abang gue sendiri ? gila aja, mau jadi adik durhaka ? tapi kalau bukan perasaan suka ? perasaan apa lagi ini ?"


tambah Raina yang terus berfikir hebat tentang aneh nya perasaan dalam hati nya. begitu pun dengan Wulan yang kini tak dapat memejamkan mata lantaran terus memikirkan kedua anak nya tersebut


"aku tau perasaan apa yang mereka punya saat ini, dari tatapan nya sangat terlihat jelas bahwa mereka punya perasaan saling suka, dan apa aku harus cerita sama ayah tentang semua ini ? tapi gimana kalau ayah marah ? ayah kan mau nya mereka selalu jadi saudara bukan malah saling cinta"


gumam Wulan yang kini memiliki perasaan tak tenang, jika kedua nya memang saling memiliki rasa tentu itu tidak salah, karna memang mereka bukan lah saudara kandung, Rayyan hanya anak yang diadopsi oleh Wulan dan Angga, yang diambil dari sebuah pasti asuhan, karna keinginan nya memiliki seorang anak laki laki, saat itu mengapa Wulan dan Angga mengadopsi Rayyan ? karna kondisi Wulan yang sudah tak dapat lagi memiliki seorang anak, saat itu paska melahirkan Raina kondisi nya sangat menghawatirkan dan mengharuskan janin Wulan diangkat.


•••••

__ADS_1


__ADS_2