
"Iya La, jadi gue dan abang ternyata punya perasaan yang sama, gue juga ngga nyaka kalau perasan gila ini ternyata bukan cuma gue yang punya, tapi abang juga."
"Wah wah wah, kalian ini bener bener aneh, terus apa arti status persaudaraan kalian selama ini? emangnya ada persaudaraan berujung pernikahan?"
"Kok pernikahan? ga sejauh itu juga kali La."
"Apa lagi Rain? kalau udah mentok suka sama seseorang kemana lagi arahnya kalau bukan nikah? jadi sekarang kalian saling menganggap apa, atas status hubungan kalian ini?"
"Kita masih berusaha cari tau La, ada apa dibalik status persaudaraan ini. Abang berfikir kalau kita bukan saudara kandung, karena kan ngga mungkin kalau Allah menciptakan rasa diantara dua saudara kandung, emangnya sangkuriang? jadi gue yakin ada hal yang ngga gue tau tentang hubungan persaudaraan ini."
"Dan kalau seandainya kalian memang saudara kandung, terus gimana sama perasaan kalian masing masing?" tanya Lala yang membuat Raina kini terdiam.
Belum sempat menjawab pertanyaan itu, tiba tiba Dion kini datang menghampiri Raina dengan membawa setangkai bunga mawar berwarna merah, kedatangannya membuat Raina dan Lala terbelalak.
"Rain."
"Kak Dion, kenapa kak?"
"Gue mau ngomong sesuatu sama lo, disini aja ya? Raina, gue suka sama lo Rain, gue mau lo jadi pacar gue," ucap Dion dengan mengulurkan setangkai bunga itu dihadapan Raina.
Ucapan itu membuat Raina terkejut, dan bukan hanya Raina dan Lala, ternyata Rayyan yang kini memperhatikannya pun terkejut dan melebarkan mata.
__ADS_1
"Rain, gue tau lo juga suka kan sama gue? jadi pasti lo mau jadi pacar gue," tambah Dion yang kembali membuat Raina melebarkan mata.
Sulit sekali membuka mulut untuk menjawab pertanyaan ini, jujur ini adalah keinginan nya selama ini, dekat dengan Dion bahkan menjadi pacar Dion, namun keadaannya kini telah berubah, perasaan Raina sekarang bukan lagi perasaannya yang dulu, rasa cinta yang tiba tiba menghilang bagai ditelan bumi.
"Rain, kenapa lo diem aja? apa lo mau jadi pacar gue?"
Kembali mendengar pertanyaan itu yang membuat Rayyan berekspresi ngeri, karena ia tau betapa Raina menyukai Dion pada saat itu. dan hari ini dengan percaya diri Dion datang untuk meminta Raina menjadi kekasihnya. apa takdir akan mempersatukan mereka hari ini? dan apakah Rayyan akan merasakan patah hati karena melihat orang yang ia sayang mempunyai pilihan hatinya sendiri.
Perlahan Raina melangkahkan kakinya menjauh, bukan nya meraih setangkai mawar yang sedari tadi hendak diberikan padanya, malah kini Raina melangkah menjauh dari Dion dan Lala yang terus memperhatikannya.
"Dulu emang iya kak, gue suka sama lo. tapi sekarang perasaan itu udah hilang kak, jadi gue minta maf gue ngga bisa jadi pacar lo," jawab Raina yang membuat ekspresi wajah Dion seketika berubah.
Kini ia kembali menegakan tubuhnya setelah cukup lama berlutut dihadapan Raina, yang bukan nya direspon malah ditinggal.
Mendengar penolakan kedua kalinya itu, mungkin membuatnya sedikit kecewa namun mau bagaimana lagi bahwa perasaan tidak bisa dipaksakan. Sementara Rayyan yang akhirnya bisa bernafas lega setelah mendengar jawaban penolakan Raina.
"Oke, yaudah gue minta maaf, gue udah ganggu waktu lo, cuma untuk dengerin ucapan ucapan gue yang ngga penting ini. makasih ya selama ini lo udah jadi penyemangat gue, meski akhirnya lo ngga bisa gue miliki," ucap Dion yang kemudian meninggalkan tempat, dan seketika melempar bunga mawar itu ke tempat sampah.
Setelah kepergian Dion, dengan cepat Rayyan pun mendekat.
"Untung aja kamu tolak ketos tengil itu, coba kalau ngga abang bisa mati disini Rain," ucap Rayyan tiba tiba yang membuat Raina dan Lala kembali terkejut.
__ADS_1
"Abang, apaan sih? abang ngomong apa?"
"Sebelum abang jawab pertanyaan kamu, tolong jawab pertanyaan abang dulu. Kamu bilang kamu cinta sama laki laki lain dan ngga lagi cinta sama Dion, terus sekarang laki laki lain itu siapa lagi Rain? setelah kamu suka sama Dion, dengan mudahnya kamu berpaling ke laki laki lain, kamu ngga mikirin perasaan abang apa? asal kamu tau Rain, abang berharap kalau kita bukanlah saudara kandung. abang berharap kita hanyalah saudara angkat yang diperbolehkan untuk saling cinta," ucap Rayyan yang kali ini membuat Lala benar benar terkejut.
Ternyata Rayyan serius dengan ucapannya? ternyata ia tidak mengabaikan perasaannya?
"Sekarang jawab abang, siapa laki laki lain itu?" tambah Rayyan yang membuat Raina membuang wajahnya.
"Laki laki itu... ya abang lah. Karena Raina juga punya perasaan yang sama kaya abang," jawab Raina yang membuat Rayyan terbelalak.
Begitupun Lala, saat ini ia seperti melihat sebuah drama korea yang berhasil membuatnya terkejut dan tak habis fikir, tak menyangka hubungan persaudaraan yang selama ini ia tau ternyata tak semulus yang ia saksikan.
"Stooooop, stop! jangan bahagia dulu kalian, mentang mentang punya perasaan yang sama, kalian harus fikirin pahitnya juga dong, kalau misal kalian ini saudara kandung gimana? apa kalian mau jadi sangkuriang? Rain, gue ngga tau ya gimana beratnya punya perasaan kaya lo gini, tapi gue cuma mau ingetin, ada orang tua kalian yang gue yakin mereka ngga akan setuju kalau kalian punya hubungan lain selain saudara," sambar Lala yang membuat Raina dan Rayyan kini terdiam.
"Kalian bisa lah ya menelaah ucapan gue ini, gue cuma mau bantu kalian aja, bantu mengingatkan, selebihnya terserah kalian."
"Iya La, makasih banyak ya, udah mau ingetin kita. Abang, Raina mau abang segera cari tau ya tentang ini semua, karena Raina ngga mau lebih lama lagi berdosa kalau nyatanya kita adalah saudara kandung," ucap Raina yang membuat Rayyan mengangguk.
"Ya, abang pasti cari tau, dan bisa dipastikan kalau kita bukanlah saudara kandung Rain," jawab Rayyan yang membuat Raina kini terdiam.
Benar benar tak menyangka perasaan terlarang ini akan sampai tahap ini. sejauh ini mereka berada dalam sebuah perasaan yang mungkin saja adalah perasaan terlarang. Dan setelah ini Rayyan dan Raina harus siap menerima konsekuensi atas apa yang mereka lakukan saat ini, mungkin dari kedua orang tuanya yang memang tak pernah setuju dan tak pernah ingin kedua anaknya ini mempunyai hubungan lain selain hubungan saudara.
__ADS_1
••••••