Raina Dan Rayyan

Raina Dan Rayyan
Pernyataan mengejutkan


__ADS_3

"Ray, menurut kamu Maya itu gimana?" tanya Wulan pada Rayyan yang kini sedang berdua diruang makan.


"Gimana apanya bun?"


"Bunda lihat Maya itu cantik ya," ucap Wulan yang membuat Rayyan kini memperhatikannya.


"Bunda lagi kenapa sih?"


"Ngga papa, bunda suka aja sama Maya, selain cantik dia juga baik, rajin, pinter masak lagi, kamu ngga pengen deket sama gadis idaman bunda kaya Maya?" tambah Wulan yang membuat Rayyan kini benar benar tak mengerti.


"Bunda mau jodohin Rayyan sama Maya?"


"Oh bukan Ray, kalian kan masih sekolah masa dijodohin, bunda cuma kasih kamu gambarannya aja, kamu kan udah dewasa jadi bunda mewanti wanti kalau nanti kamu udah kenal yang namanya cinta bunda pengen kamu menaruh cinta itu pada gadis seperti Maya," ucap Wulan yang kini melanjutkan rencananya, rencana untuk mendekatkan Rayyan dengan Maya, tujuannya agar Rayyan dapat melupakan perasaannya pada Raina.


"Hemm, Rayyan tau kok maksud bunda, tapi untuk sekarang Rayyan belum mikirin itu, Rayyan mau fokus sekolah agar kelak Rayyan punya showroom mobil mewah yang Rayyan mau itu."


"Amin, bunda selalu berdoa yang terbaik buat kalian, buat kamu juga buat Raina, kalian ini saudara, adik dan abang, jadi sampai kapan pun kalian akan tetap menjadi saudara, ya!" ucap Wulan yang membuat Rayyan mengangkat alis sebelah kirinya.


"Kalau itu yang Rayyan fikirin, berarti sementara ini aman dong ya," batin Wulan setelah mendengar ucapan Rayyan yang tak ingin memikirkan masalah hati dulu sebelum saatnya.


Belum selesai Rayyan dan Wulan berbincang tiba tiba...kedatangan Maya membuat ucapan keduanya terhenti.


"Bunda, ini coba tolong deh rasanya kurang manis ngga ya?" tanya Maya seraya mengulurkan sepotong kue pada Wulan.


"Kalau kurang manis itu gampang May, makannya sambil liatin gue aja pasti langsung manis," canda Rayyan yang membuat Maya tersenyum.


Rasa hatinya sangat bahagia saat mendengar gurauan Rayyan seperti itu. ia tau itu hanya sebatas gurauan semata namun asal Rayyan tau gurau gurauan yang dianggapnya biasa itu, membawa rasa yang luar biasa untuk Maya.


"Mas Rayyan mau? bentar ya gue ambilin dulu," ucap Maya yang lalu dengan cepat berlalu.


Beberapa detik kemudian, Maya kembali membawa sepiring kue berwarna hijau untuk Rayyan.


"Ini cobain deh," ucapnya yang membuat pandangan Rayyan tertuju pada kue yang nampaknya sangat enak.


Namun sebelum Rayyan mencobanya, seketika ia teringat akan Raina, karna kue yang dihadapannya saat ini adalah kue kesukaan Raina.

__ADS_1


"Raina, sayang sini dong," pekik Rayyan memanggil Raina.


Tak lama kemudian, Raina yang kini datang dan mendekati Rayyan, Wulan dan Maya diruang makan.


"Kenapa sih bang?"


"Sini, kamu harus coba ini, ini kan kue kesukaan kamu, ayo cobain," ucap Rayyan seraya menyodorkan sepotong kue dihadapan Raina, dengan senang hati Raina pun membuka mulutnya dan menerima suapan Rayyan.


"Emmmm enak," gumamnya dengan mulut yang terus mengunyah.


Melihat pemandangan itu membuat ekspresi bahagia Maya kini menghilang, lagi lagi pemandangan yang dianggapnya mesra itu kembali diciptakan oleh dua saudara dihadapannya ini. Begitu juga dengan Wulan ia hanya terdiam kala menyaksikan pemandangan antara Rayyan dan Raina.


"Enak kan? ayo lagi,"


"Gantian dong, sini biar Rain suapin abang, abang harus cobain juga dong," ucap Raina yang kini kembali menyodorkan sepotong kue dihadapan Rayyan, dan diterimanya dengan senang hati.


Pemandangan saat ini adalah bak memperhatikan sepasang kekasih yang saling mencintai, bukan lagi sepasang saudara yang saling peduli, perlakuannya bisa dibilang berlebihan jika dianggap sebagai saudara.


"Lagi, perasaan ini muncul lagi, hati gue bergetar, pandangan gue ngga bisa berpaling dari wajah cantik lo Rain, dan ngga bisa dipungkiri, ternyata gue sayang banget sama lo," batin Rayyan dengan pandangan yang terus memperhatikan wajah ayu yang sedang sibuk dengan kuenya.


"Kalau gue jatuh cinta sama lo, apa gue berdosa ? apa gue akan punya gelar durhaka setelah sekarang gue faham perasaan apa yang kini gue punya," batin Raina dan Rayyan secara bersamaan.


Pandangan nya terputus, kala tiba tiba Raina berteriak...


"Abaaaang."


Teriakan itu membuat Rayyan terperanjak.


"Kenapa sih Rain?"


"Abang, ini kaki Rain ke injak, sakit tauuu," ucap Raina yang membuat Rayyan seketika melihat kebawah dan segera menjauhkan kakinya yang ternyata sedari tadi berada diatas kaki Raina.


"Maaf sayang, abang ngga tau."


"Iiihhh, iya ngga papa, untung sayang kalau ngga udah Rain pukul nih," ucap Raina yang membuat Rayyan tersenyum.

__ADS_1


"Ngga mau dipukul, maunya disayang," tambah Rayyan yang membuat Wulan dan Maya terbelalak.


•••••


"Kalau udah begini, gue jadi ragu soal status persaudaraan gue sama Raina, kalau emang Raina adik kandung gue, ngga mungkin kan Allah ciptain perasaan ini. Masa iya gue jatuh cinta sama adik gue sendiri? apa sebenernya gue dan Raina bukan saudara kandung? tapi apa iya?" gumam Rayyan kala kini sedang duduk sediri ditaman belakang rumahnya.


"Abang," panggil Raina tiba tiba yang membuat Rayyan terperanjak.


"Sayang, sini sini abang mau bicara sebentar."


"Kenapa sih bang?"


"Rain, abang mau kamu jawab pertanyaan abang ini dengan jujur ya jangan bohong."


"Pertanyaan apa?"


"Perasaan kamu ke abang gimana sih?" tanya Rayyan yang membuat Raina terbelalak.


"Maksudnya apa sih bang? perasaan apa kita kan saudara Raina ngga punya perasaan apa apalah ke abang."


"Tapi abang punya Rain. Abang juga ngga tau kenapa Allah menciptakan perasaan salah ini?" ucap Rayyan yang membuat Raina terbelalak.


"Apa? jadi perasaan abang juga sama kaya perasaan gue? aduuuh apaan sih ini?" batin Raina setelah mendengar pernyataan Rayyan.


"Ngga bisa dipungkiri Rain, kalau abang sayang banget sama kamu, lebih dari saudara."


"Abang, sebenernya Rain juga punya perasaan yang sama tapi... apa kita ngga durhaka ya bang? emang kita ngga dosa apa kalau kita saling punya rasa?"


"Justru itu Rain, abang mikir kalau emang kita saudara kandung ngga mungkin kan Allah menciptakan rasa ini diantara kita," ucap Rayyan yang membuat Raina terbelalak


"Jadi maksudnya, kita bukan saudara kandung gitu?"


"Ya abang ngga tau Rain, kayanya kita perlu cari tau deh soal ini, dan kalau memang kita bukan saudara kandung itu tandanya perasaan kita ini ngga salah, perasaan kita sah dan ngga melanggar aturan, tapi kalau ternyata kita emang saudara kandung itu artinya Allah menciptakan rasa yang tidak tepat," jawab Rayyan yang membuat Raina terdiam.


Raina fikir semua ucapan Rayyan masuk akal sih, kalau memang Rayyan dan Raina adalah saudara kandung, tidak akan mungkin ada perasaan aneh seperti ini.

__ADS_1


•••••


__ADS_2