Raina Dan Rayyan

Raina Dan Rayyan
berubah drastis karna kecewa


__ADS_3

dengan wajah muram dan lesu Rayyan berjalan menuju kantin sekolah, ia terduduk dan kembali merenung


"mas Rayyan, mau makan kaya biasa nya ?"


tanya Maya pada laki laki yang seketika berubah menjadi pendiam itu, tak menjawab ia hanya mengangkat tangan nya dan menggeleng tanda tak mau. melihat sikap Rayyan yang berubah membuat Maya terdiam sejenak, sebelum akhir nya kembali meneruskan pekerjaan


"bahkan gue sendiri ga tau, kenapa gue ga sesuka ini liat Raina deket sama Dion. sebener nya gue ga benci sama ketos tengil itu tapi kenapa gue bisa se kesel ini coba ?"


gumam Rayyan dengan terus berfikir


"atau jangan jangan, apa yang dibilang Danu bener lagi ? tapi.... ah gila aja, emang gue abang durhaka apa ? gue yakin gue kaya gini cuma karna gue terlalu sayang sama adik gue, gue ga mau dia sakit hati, karna kapan pun waktu nya dia pasti akan sakit hati kalau dia terus terusan deket sama Dion. cuma gue laki laki yang bisa jagain dia, cuma gue yang bisa buat hati nya seneng, bukan Dion"


tambah nya yang lalu bersandar dan memejamkan mata. rasa nya fikiran nya kali ini benar benar sedang kacau, otak nya dipenuhi dengan beberapa gambar Raina yang melintas bersama Dion. tiba tiba kini Danu datang dan mencoba berbicara pada sahabat baik nya itu


"gue ga tau apa yang lagi lo fikirin saat ini, tapi gue tau siapa yang lagi lo fikirin saat ini, pasti Raina kan ? karna tadi Raina berangkat bareng Dion. Ray, gue yang selalu heran tiap kali lo marah saat Raina deket sama laki laki lain dari semenjak kita SMP. gue ga tau lo punya perasaan apa sama adik lo itu, tapi yang jelas coba lo belajar buat bisa iklas, biar lo ga kaya gini terus, mungkin lo begini karna perasaan sayang lo ke Raina, lo yang ga mau Raina kenapa napa dan lo ga mau perempuan lo itu sakit hati kan ?"


"susah Nu, gue udah coba tapi ga bisa, gue takut dia sakit hati Nu. gue sayang sama dia"


"berarti lo harus belajar percaya, lo harus percaya sama setiap laki laki yang ngedeketin adik lo itu"


tambah Danu yang membuat Rayyan kini terdiam.


"entah lah nu, gue sendiri bingung gue kenapa"


"udah lah Ray, dari pada lo pusing, May, biasa ya dua"


pekik Danu pada Maya si gadis pelayan kantin, mendengar pesanan ini membuat Maya tersenyum karna akhir nya Rayyan tak lagi terdiam. sesaat kemudian


"abang"


sapa Raina dengan bernada khas yang tiba tiba datang mengejutkan


"abang, Raina lupa nih ga bawa dompet, minta uang ya, buat beli makan Raina laper"


ucap Raina yang memandang wajah Rayyan sangat dekat, tak berkata apa pun, bahkan tanpa memandang Rayyan yang dengan cepat meraih dompet dalam saku celana nya, dan memberi kan beberapa lembar uang berwarna merah pada Raina


"asik, makasih abang Rayyan yang paling ganteng"


puji Raina dengan ekspresi wajah bahagia, namun tidak untuk Rayyan kali ini, biasa nya ia yang selalu bahagia kala mendapat pujian dari Raina, namun kali ini tidak, justru ia yang dengan cepat beranjak dan meninggalkan tempat

__ADS_1


"loh loh, Rayyan. lo mau kemana bro ? makanan nya gimana ?"


"lo makan aja sendiri"


jawab Rayyan dengan terus melangkah, hingga membuat Raina dan Danu bingung


"abang kenapa sih nu ? kok malah pergi"


"kagak tau gue, yang gue pusing sekarang, tuh makanan yang mau bayar siapa coba ? gue udah terlanjur pesen lagi"


"dih, kan lo yang pesen ya lo lah yang bayar"


"bukan Rain, harus nya Rayyan yang bayar tapi dia malah pergi, oh.... jadi lo aja yang bayarin, tanggung jawab lo"


"dih ogah ah, bayar aja sendiri"


ucap Raina yang kini berlari meninggalkan tempat.


"Raina Rain, aduh gimana nih ? gue kan pesen biar Rayyan yang bayar, kenapa jadi gue coba ?"


gerutu Danu setelah melihat Rayyan dan Raina kini pergi.


gumam Raina dengan terus berjalan menyusuri koridor sekolah


"ga biasa nya lo dia kaya gini, tiba tiba jadi pendiem dan no senyum, biasa nya aja cengengesan, lah sekarang tiba tiba berubah drastis"


tambah nya dengan terus melangkah, tiba tiba bruuuuk


"aduh"


desah Raina kala bertabrakan dengan Dion


"Raina, sorry sorry gue ga sengaja"


"gue yang salah kok kak, gue yang jalan sambil ngelamun, sorry ya"


"ga pap kok, lo kenapa ? lagi ada masalah ?"


tanya Dion yang membuat Raina menggeleng

__ADS_1


"kak Dion, mau latihan basket ya ?"


"oh iya ini mau ke lapangan"


"yaudah semangat ya"


ucap Raina tersenyum dan membuat Dion pun tersenyum.


"makasih Rain, yaudah gue duluan ya, by"


"by kak"


"tuh kan, padahal dia itu baik banget loh, apa coba yang ga abang suka dari kak Dion ?"


ucap Raina kala kini Dion berlalu


"itu karna dia sayang sama lo Rain"


terdengar suara itu yang tiba tiba datang dari arah belakang nya dan membuat Raina seketika menoleh


"Danu"


"Rayyan begitu karna dia ga mau lo ngerasain yang nama nya sakit hati, karna abang lo itu sayang banget sama lo, maka nya dia selalu ga suka ada laki laki yang deket sama lo termasuk Dion, karna dia fikir cuma dia laki laki yang bisa jaga lo"


tambah Danu yang membuat Raina, kini menghentikan langkah nya, ia terduduk disebuah kursi didepan ruang perpustakaan


"itu bukan sayang nama nya, itu aneh. kalau sayang harus nya dia biarin gue bahagia sama pilihan gue, bukan malah halangi kebahagian gue"


"itu menurut lo, tapi menurut dia beda Rain. dia fikir cara nya udah sempurna, dia merasa dia udah jadi abang paling baik buat lo, karna dia yang akan terus jagain lo dimana pun lo berada. dan lo harus hargai itu juga Rain"


"tapi nu....."


belum sempat Raina meneruskan ucapan nya tiba tiba terdengar bel masuk yang mengharuskan semua murid kini memasuki kelas


"udah masuk, kita masuk dulu yuk"


ajak Danu yang membuat Raina mengangguk dan lalu beranjak dan kembali berjalan menuju ruang kelas nya. sepanjang pelajaran Rayyan hanya terdiam, tak seperti biasa nya yang selalu usil atau jahil. saat Raina mencoba untuk memperhatikan nya namun ia selalu membuang wajah dan tak membalas senyuman yang dilontarkan Raina untuk nya. kali ini Raina hanya bisa diam dan menghela nafas nya, setelah sampai rumah nanti ia akan tanyakan ada apa dengan Rayyan sebenar nya ?


•••••

__ADS_1


__ADS_2