
"Apa, jadi mereka bukan saudara kandung? oke, yasudah makasih infonya."
Kini Gilang pun tertegun setelah mendengar pernyataan seseorang dari sebrang ponselnya.
"Pantas saja. Berarti yang saya denger benar, terus gimana sama pertunangan ini? kalau akhirnya Raina milih nikah sama Rayyan?" batin Gilang yang dengan pandangan termenung.
Dengan cepat kini Gilang pun mengutik ponselnya kembali, untuk menghubungi Raina.
"Saya tunggu di kantin sekolah sekarang," ucap Gilang yang membuat Raina mengerutkan dahi.
"Tapi pak..."
Tut tut tut panggilan pun terputus saat Raina hendak menjawab perkataan Gilang.
"Dih main tutup gitu aja, lagian kenapa sih pake acara ketemuan di kantin segala, kalau abang tau pasti dia bakal ngambek lagi nih, gue harus hati hati jangan sampe dia tau gue nemuin pak Gilang di kantin," gerutu Raina yang lalu melangkah meninggalkan tempat.
Dikantin.
"Ada apa sih pak? kenapa ketemuan disini segala?" ucap Raina yang membuat Gilang gini menegakan pandangannya.
"Duduk dulu Rain," ucap Gilang yang membuat Raina kini perlahan terduduk disebuah kursi dihadapan Gilang.
"Jadi kamu sama Rayyan bukan saudara kandung?"
"Kok bapak tau?"
__ADS_1
"Saya cari tau semua tentang kamu," jawab Gilang yang membuat Raina memperhatikan wajahnya tajam.
"Jadi kamu anggap apa hubungan kita ini Rain? kalau akhirnya nanti kamu milih nikah sama Rayyan, bukankah sebuah pertunangan akan berakhir dengan pernikahan, tapi kenapa ini tidak?"
"Pak, dari awal saya kan emang ngga pernah mau dijodohin sama bapak, karena dihati saya udah ada bang Rayyan pak, saya melakukan ini semua karena ayah, ayah yang selalu maksa saya buat mau dan deket sama bapak, karena ayah ngga suka kalau saya punya perasaan lebih dari saudara ke abang, dan sekarang bapak tanya mau dibawa kemana hubungan kita ini? kayanya bapak salah pertanyaan deh."
Mendengar jawaban itu Gilang tak dapat berkata apa apa lagi, ia yang hanya terdiam dan terus berfikir tentang apa yang memenuhi otaknya saat ini.
Perasaan memang tak bisa dipaksa, namun bagaimanapun tetap perlu perjuangan. Gilang berniat akan terus berjuang untuk perasaannya terhadap Raina, meski endingnya entahlah, hanya waktu yang bisa menjawab.
"Kalau saja saya ngga terlanjur cinta sama kamu Rain, saya akan batalkan pertunangan ini," ucap Gilang yang membuat Raina terdiam.
"Sampai kapanpun saya ngga akan pernah relain kamu buat orang lain, karena kamu adalah tunangan saya dan harus menjadi istri saya."
"Yasudah kalau begitu coba kamu saja yang batalkan pertunangan ini, kalau berhasil saya akan terima dan akan melepas kamu."
"Oke, saya akan bicara sama ayah, dan saya yakin ayah akan mengabulkannya," ucap Raina yang lalu meninggalkan tempat.
Kepergian Raina membuat Gilang tak lepas dari pandangannya. Sementara Maya yang ternyata mendengar semua percakapan Raina dan Gilang, ia terkejut dan terbelalak dengan apa yang ia lihat dan ia dengar barusan.
"Apa? tunangan? Raina dan Pak guru baru itu tunangan? astafirullah gimana bisa? kan Raina masih sekolah. Terus mas Rayyan gimana? sakit hati dong dia? karena gue tau banget mas Rayyan cinta sama Raina," gumam Maya yang tertegun dengan pemandangan mengejutkan dihadapannya.
••••
"Yah, Raina mohon yah. Raina ngga mau nerusin pertunangan ini. Raina ngga nyaman yah. apa lagi waktu pelajaran pak Gilang, Raina malu."
__ADS_1
"Kenapa harus malu Rain? Justru ini baik buat kamu, kalau ada pelajaran yang ngga kamu faham kan kamu bisa tanya dia, lebih enak dong dan ngga sungkan karena dia tunangan kamu."
"Ayah salah bukan gitu jadinya, udahlah yah stopin rencana perjodohan ini ya. Raina ngga mau."
"Engga, ayah ngga akan batalin pertunangan kamu ini," jawab Angga yang membuat Raina cemberut.
"Yaampun kenapa sih ayah keras kepala banget? yang ngejalanin kan gue, kenapa harus ayah yang ngatur jodohnya?" batin Raina dengan ekspresi wajah kesal.
"Udah ya, jangan sekali lagi minta ayah buat batalin pertunangan kamu sama Gilang, karena ayah ngga akan pernah lakuin itu, inget," tambah Angga yang lalu meninggalkan tempat.
"iiiiiiihhh ayah nyebelin," pekik Raina yang terus memperhatikan kepergian Angga.
Sementara Rayyan yang kini menghampiri Raina setelah ia mendengar teriakannya.
"Sayang, kamu kenapa?"
"Ayah nyebelin banget bang, berulang kali Raina minta pertunangan itu dibatalkan, tapi ayah tetep ngga mau," ucap Raina yang membuat Rayyan kini terdiam.
"Abang ngga tau Rain, apa kita nanti bisa bersatu atau ngga, setelah nyatanya ayah kekeh buat jodohin kamu sama Gilang."
"Bang, jangan gitu dong, Semangat ya. demi kita loh, emang abang mau liat Raina nanti nikah sama pak Gilang?" ucap Raina yang membuat Rayya menggelengkan kepala.
"Makanya, jangan menyerah kalau emang takdir menyatukan kita, akan ada cara kok buat pertunangan ini gagal. yang penting abang jangan pernah menyerah mencintai Raina, oke." tambah Raina yang membuat Rayyan tersenyum dan mengangguk.
••••
__ADS_1