
"abang, apa abang tau dimana buku PR Raina ?"
pekik Raina dengan terus sibuk mencari buku di lemari belajar nya
"abaaaaang, dimana buku Raina ?"
triak Rania sekali lagi, namun masih tak ada jawaban
"ihhh abang kemana sih ? kenapa ga jawab ?"
gumam Raina yang lalu melangkah kan kaki nya keluar kamar, tiba tiba....
bruuuuk
"aduuh"
desah Raina kala bertabrakan dengan Wulan
"Rain, kamu kenapa sih kok lari lari ? udah bunda bilang kalau dirumah jangan main lari larian"
"Raina ga main lari larian bun, Raina cari abang, bunda tau dimana abang ?"
"abang ? bunda ga tau, dibelakang kali, ada apa sih ?"
"ga salah lagi pasti buku PR Raina abang yang ambil, dasar ya abang kebiasaan, abaaaaang"
ucap Raina yang tak menjawab pertanyaan Wulan, kini ia dengan cepat meninggalkan tempat, dan terus mencari keberadaan Rayyan
tok tok tok
"abang, balikin buku PR Raina dong, Raina tau abang kan yang ambil buku Raina ? ayo dong balikin, abaang"
ucap Raina dengan terus mengetuk pintu kamar Rayyan, namun tak ada jawaban
"abang, bang"
panggil Raina sekali lagi dengan telinga yang kini ditempelkan pada daun pintu nya, namun rasa nya sepi sekali tak terdengar suara apa pun didalam sana, perlahan tangan nya meraih handle pintu dan membuka nya sedikit, ia melihat dan memastikan Rayyan didalam ruangan itu, namun ternyata Rayyan tidak ada
"abang ga ada, kemana dia ?"
gumam Raina yang lalu menutup pintu nya kembali dan kembali melangkah mencari Rayyan, sesampai nya didapur ternyata Rayyan berada ditaman belakang, ia terduduk seorang diri dengan memainkan sebuah gitar, Raina kini melangkahkan kaki nya secara perlahan, ia bermaksut untuk mengagetkan Rayyan
"abaaaaang"
teriak Raina dengan menepuk bahu Rayyan hingga membuat nya terperanjak
"astafirullah alazim Rain, kenapa sih ? ngagetin aja, kalau jantung abang copot gimana ?"
"ga usah basa basi abang, buku PR Raina mana ? abang nih kebiasaan ya, udah janji janji sama Raina dan bunda tapi masih aja diulangi lagi, sekarang balikin buku Raina"
tanya Raina dengan mengulurkan tangan nya dihadapan Rayyan
"buku, buku apaan ?"
"abang ga usah pura pura ga tau deh, abang kan yang ambil buku PR Raina ? pasti abang mau nyontek jawaban Raina lagi, mana ayo pulangin"
"enggak sayang, abang ga ambil buku kamu, buku apaan, abang dari tadi disini"
__ADS_1
"bohong, ayolah bang balikin, ada yang mau Raina ganti jawaban nya"
"abang ga ambil Rain, serius"
"terus kalau abang ga ambil, buku Raina kemana dong ?"
"abang ga tau lah, buku kamu kemana, selip mungkin"
"jadi serius abang ga ambil ?"
tanya Raina yang membuat Rayyan menggeleng, kini Raina pun sejenak terdiam, memikirkan dimana letak buku nya sekarang, dengan cepat Raina berlari kembali memasuki kamar dan mencoba mencari nya kembali, semua buku dan semua peralatan sekolah sudah ia keluarkan, hingga kamar nya kini tampak begitu berantakan, namun buku itu tak juga ia temukan
"kemana sih buku gue ? kenapa dimana mana ga ada ? abang bilang ga ambil, terus dimana kok masih tetep ga ada ?"
gumam Raina setelah kini lelah mencari sebuah buku yang tak tau dimana letak nya sekarang. tak lama kemudian, ting tung terdengar suara bel rumah berbunyi, dengan cepat Wulan pun membuka nya
"assalamualaikum bunda, Raina ada ?"
tanya Dewi dan Lala setelah pintu itu terbuka
"walaikum salam, ada kok, silahkan masuk bentar ya bunda panggil dulu Raina nya"
ucap Wulan yang lalu berjalan masuk memanggil si gadis mungil yang tengah kebingungan mencari buku PR nya
"Rain, ada temen kamu tuh diruang tamu"
"siapa sih bun ? suruh pulang aja deh, ga tau apa Raina masih pusing cari buku PR Raina"
"temuin dulu dong Rain, nanti setelah mereka pulang kamu bisa terusin cari buku nya"
"iya bunda, Raina turun"
"Dewi, Lala"
panggil Raina kala kini ia melihat kedua sahabat nya itu terduduk diruang tamu nya, yang membuat Dewi dan Lala seketika menoleh
"hay Rain"
"tumben banget kalian kerumah gue, ada apa ?"
"ini gue mau balikin buku lo"
ucap Lala yang membuat Raina terdiam, ia tertegun memperhatikan buku itu, mengapa buku itu ada bersama Lala ? namun seketika Raina menepuk dahi nya
"yaampun, iya gue lupa kalau lo yang pinjem buku gue"
"thanks ya Rain"
"iya sama sama"
"oiya Rain Rayyan kemana ?"
tanya Dewi yang sedikit berbisik
"ada di belakang, mau ketemu abang gue ?"
"enggak deh, malu ada bunda"
__ADS_1
jawab Dewi yang membuat Raina mengangkat alis sebelah kiri nya, tiba tiba....
"ekhem"
terdengar suara Rayyan berdehem, yang membuat ketiga nya seketika menoleh, melihat wajah itu tampak dihadapan nya membuat Dewi tersenyum senyum tak menentu
"abang"
"udah ketemu buku nya ?"
Tanya Rayyan yang membuat Raina kini menunjukan gigi putih nya
"maafin Raina ya bang, Raina udah nuduh abang yang ambil buku Raina, ternyata Raina yang lupa kalau Lala pinjem buku Raina"
"dih, dasar nenek"
ucap Rayyan yang membuat Raina mengerutkan dahi
"kok nenek ?"
"iya lah pikun, siapa lagi yang pikun kalau bukan nenek nenek ?"
"ih abaaaaang, enak aja bilang Raina nenek nenek, kalau Raina nenek nenek, abang kakek kakek"
"iya kakek ganteng"
jawab Rayyan memainkan kedua alis nya yang membuat Raina melebarkan mata, kini Raina mendekat dan hendak mencubit Rayyan, namun ternyata insting Rayyan tajam seketika ia menghindar agar tak terkena serangan Raina, namun sayang Dewi yang berada didekat nya pun tertabrak hingga membuat nya hampir tersungkur, beruntung nya tangan Rayyan sangat tangkas membantu Dewi hingga kini Dewi berada didekapan nya.
pandangan mata Dewi tak henti memperhatikan wajah yang sedang dekat dengan nya itu, dan membuat hati nya kini berdegup kencang dan tampak nya Dewi bahagia sekali
"oh my god, Rayyan lo ganteng banget"
batin nya dengan bibir yang terus tersenyum, melihat pemandangan itu membuat Raina dan Lala saling pandang, yang kemudian tersenyum. sesaat kemudian, Rayyan yang lalu membantu Dewi tegak kembali
"sorry sorry, gue ga tau kalau ada lo, jadi ketabrak deh"
"ga papa kok Ray, berulang kali lo tabrak gue juga ga papa, kalau ending nya kaya tadi"
jawab Dewi yang membuat Rayyan mengerutkan dahi, yang membuat Raina dan Lala tertawa
"lo ngarep banget ya jadi kakak ipar gue ?"
tanya Raina yang membuat Rayyan melebarkan mata, tak menjawab pertanyaan Raina, Dewi yang hanya tersenyum dan bersalah tingkah.
"oiya, guys.. jangan lupa ya nanti malem kerumah gue, ditunggu kak Dion juga loh"
ucap Dewi setelah kini mereka kembali terduduk, dan sudah banyak makanan juga minuman di hadapan nya, karna Wulan yang tadi telah menaruh beberapa makanan basah, cemilan serta minuman dimeja itu
"pasti dong, gue pasti dateng, kita ketemu di tempat langsung ya Rain"
ucap Lala yang membuat Raina terdiam, kala mendengar nama Dion membuat ekspresi Raina seketika berubah, lantaran ia teringat akan Dion yang makan berdua dengan perempuan lain dikantin tadi
"sebener nya gue males banget dateng, gue takut sakit hati liat kak Dion sama pacar nya itu"
batin Rain dengan pandangan menunduk
"Rain, lo harus dateng ya, kan gue yang undang lo dan Rayyan, jadi kalian harus dateng, jangan kecewa in gue dong, please ya Ray lo juga harus dateng"
__ADS_1
tambah Dewi yang membuat Raina benar benar bimbang, sementara Rayyan yang tak peduli segencar apa pun Dewi membujuk, ia tidak akan pernah datang ke pesta itu, karna ya Raina alasan nya, ia tak mau melihat Raina yang nanti akan dekat dekat dengan Dion.
•••••