Raina Dan Rayyan

Raina Dan Rayyan
Sakit Hati / Hati Sakit ?


__ADS_3

"Tolong gue La, please."


tiba tiba Raina datang dan berkata seperti itu pada Lala yang kini sedang duduk menyeruput es teh miliknya.


"Kenapa Rain? Lo perlu bantuan apa?"


"Gue butuh temen curhat nih, gue lagi bingung sama hati gue, kayanya gue perlu operasi hati deh La," ucap Raina yang membuat Lala terbelalak.


"Apa, jadi hati lo lagi sakit Rain, lo sakit liver ? Dan perlu operasi? Lo udah bilang sama ayah dan bunda belum soal ini?"


"Bukan sakit soal penyakit La."


"Lah terus?"


"Gue bingung La, gimana ceritanya ke Lo, gue takut lo bakal bilang kalau gue adik durhaka, karena jujur akhir akhir ini hati gue selalu ngga karuan waktu gue deket sama abang La, hati gue selalu bergetar kalau ketemu dan bersentuhan sama dia."


"Apa? wah lo jangan gila deh Rain, lo mau durhaka kaya sangkuriang yang jatuh cinta sama ibu kandungnya? dan sekarang lo malah jatuh cinta sama abang kandung lo sendiri."


"Ya gue juga ngga tau La, kenapa Allah menciptakan rasa pada seseorang yang yang tidak seharusnya? gue juga bingung La, jujur gue jijik sama hati gue sendiri, dan kalau sampai abang tau soal perasaan gue ini, gue ngga tau gimana jadinya, mungkin dia bakal ngetawain gue sejadi jadinya," ucap Rain yang kini sedikit menjauh.


"Terus perasaan lo ke kak Dion gimana?" tanya Lala yang membuat Raina menggelengkan kepala.


"Udah ngga ada La, gue udah ngga punya perasaan apapun sama dia."


"Secepat itu lo bisa lupain dia Rain? setelah hampir satu tahun lo punya rasa ke kak Dion, dan sekarang berlalu gitu aja?"


"Aaah, ngga tau lah La. gue bener bener bingung sama hati gue, semalem gue ngga bisa tidur karena mikirin soal ini, dan gue mohon ya La, jaga rahasia gila ini, gue ga mau semua orang bilang kalau gue adik durhaka yang ngga tau aturan karna suka sama kakak kandungnya."


"Iya Rain, tenang aja. Gue bakal diem kok," jawab Lala yang membuat Raina tersenyum.


Belum selesai Raina dan Lala berbincang, tiba tiba datanglah Dion yang membuat Raina dan Lala terkejut.


"Rain," panggil Dion yang membuat Raina terperanjak, dan seketika menoleh pada sumber suara.


"Kak Dion, ada apa?"

__ADS_1


"Ini buat lo," ucap Dion seraya mengulur sebuah gantungan tas berbentuk hati berwarna merah pada Raina.


Melihat itu membuat Raina tertegun, apa maksud pemberiannya ini? cukup lama dihadapan nya karena Raina yang tak jua meraihnya.


"Buat apa ka?"


"Ngga papa, buat lo aja, biar lo selalu inget sama gue," jawab Dion tersenyum manis.


Jika hal ini terjadi dulu sebelum perasaan Raina berubah mungkin ia akan bahagia, ia akan seketika terbang saat diperlakukan seperti ini pada laki laki yang ia suka. Namun sekarang sudah berubah, Raina tak lagi menginginkan hal ini terjadi, bahkan ia anggap ini biasa saja, tak ada yang spesial juga tak menarik dihatinya. Namun karena Raina adalah gadis yang baik, ia tak ingin membuat seseorang sakit hati, maka kini ia terima pemberian Dion.


"Makasih kak," ucapnya setelah meraih benda kecil berbentuk hati tersebut.


Tak lama kemudian, terdengar bel masuk berbunyi hingga membuat semua murid yang ada di kantin pun berhamburan pergi.


"Udah masuk kak, kalau gitu gue duluan ya," ucap Raina yang membuat Dion mengangguk.


Kini Raina dan Lala pun berjalan menuju ruang kelasnya, melihat Pur yang kini juga melangkah menuju ruang kelasnya, membuat Raina akhirnya tergesa gesa, kini ia melangkah lebih cepat dan hampir berlari, namun tiba tiba...


Bruuuuk..


"Yaampun perasaan apa ini? kenapa sehebat ini?" batin Rayyan dengan pandangan yang masih sama.


"Abang, lo buat hati gue mau copot nih," tambah batin Raina yang juga merasakan hal yang sama.


Saat keduanya sedang terbuai dalam pandangan nya, tiba tiba...


"ehhemm"


terdengar suara laki laki yang kini sangat dekat dengannya, hingga membuat Rayyan dan Raina seketika menjauh.


"Ngapain kalian peluk pelukan disini? kan bel udah bunyi ngga dengerin?" tanya Pur dengan ekspresi wajah garangnya.


Tak dapat menjawab Rayyan dan Raina kini hanya menunduk.


"Mentang mentang kalian kakak beradik, main peluk pelukan disembarang tempat."

__ADS_1


"Ngga pelukan kok pak, tadi saya cuma mau nolongin adik saya mau jatuh."


"Kamu fikir saya anak kecil yang bisa kamu bohongin kaya gitu," ucap Pur sang guru botak yang membuat Rayyan bingung menjelaskan.


"Udah udah, sekarang kalian masuk, sebelum saya berubah fikiran dan kalian saya hukum ditengah lapangan, mau?" tanya Pur yang membuat Rayyan dan Raina terbelalak, menggeleng dan seketika berlari memasuki kelas.


"Aduh bisa fokus ngga ya, dengan kondisi hati yang begini?" batin Raina setelah kini ia membuka buku pelajarannya.


"Kenapa Rain? deg degan lagi gara gara Rayyan?" bisik Lala yang membuat Raina mengangguk.


"Gue ga bisa fokus nih, fikiran gue ngga karu karuan."


"yang penting tenang, jangan kelihatan gelisah, sebelumnya lo tarik nafas dulu dan keluarin pelan pelan" ucap Lala yang membuat Raina mengangguk, dan perlahan menarik nafasnya dalam dalam dan dikeluarkan pelan pelan.


"Baik, kita mulai pelajaran siang ini, kita lanjut ke bab 4 ya, kalian buka buku masing masing," ucap Pur yang membuat seisi kelas kini membuka buku.


"Disini ada gambar organ tubuh manusia, kalian bisa pelajari dan siap untuk menjawab pertanyaan yang akan saya beri nanti, siap?"


"Siap pak," jawabnya serentak.


Beberapa menit kemudian.


"Rayyan, silahkan kamu jelaskan fungsi dari hati," ucap Pur yang membuat Rayyan terbelalak.


Ia bingung karna sedari tadi ia tak membaca apapun tentang itu, karena buku nya saja ia tak membawa.


"Ayo, bisa ngga?" tanya Pur yang membuat Rayyan kini mengangguk, benar tau tidak benar urusan belakang yang terpenting saat ini menjawab dulu sebisanya.


"Fungsi hati adalah untuk mencintai seseorang pak," jawab Rayyan yang membuat kelas seketika ramai dengan tawa.


"Maka dari itu kita harus selalu percaya dengan kata hati, karena hati tidak pernah salah," tambah Rayyan yang membuat semuanya kini bertepuk tangan.


Mereka anggap jawaban itu adalah jawaban yang benar meski sebenarnya salah. Jawaban ini sampai pada setiap hati yang mendengarnya, meski terkesan bercanda tapi ternyata benar keadaannya, sementara Pur yang hanya menggelengkan kepala karena mendengar jawaban ngawur dari Rayyan.


•••••

__ADS_1


__ADS_2