Raina Dan Rayyan

Raina Dan Rayyan
Terungkap semuanya


__ADS_3

"Bunda, Raina mau tanya sesuatu sama bunda," ucap Raina kala kini membantu Wulan memasak didapur.


"Yaudah ngomong aja Rain, kamu mau tanya apa?"


"Sebenernya Raina sama abang itu saudara kandung bukan sih bun?" tanya Raina yang membuat Wulan terkejut.


"Apa maksut kamu Rain? pertanyaan yang aneh."


"Justru Raina yang ngerasa aneh bun, kalau Raina dan abang itu beneran saudara kandung kenapa Allah ciptain perasaan ini ke Raina dan abang?" tambah Raina yang membuat Wulan melebarkan mata.


"Perasaan apa?"


"Kayanya Raina ngga perlu jelasin deh bun, Raina yakin bunda pasti faham maksud Raina, sekarang Raina cuma mau tau apakah Raina dan abang itu saudara kandung atau bukan bun?"


"Ahh, kamu ni apa apaan sih, udah buruan bantuin bunda biar cepet selesai."


"Tapi bun..."


"Raina, stop jangan lagi bahas tentang pertanyaan aneh kamu itu, bunda ngga mau denger lagi soal itu," ucap Wulan yang membuat Raina kini terdiam.


"Kenapa bunda menghela? gue jadi tambah yakin kalau ada apa apa dibalik ini," batin Raina dengan tangan yang terus meneruskan aktifitasnya.


Sementara Rayyan, yang kini juga memikirkan bagaimana caranya mencari tahu tentang kebenarannya.


"Kalau gue tanya langsung sama ayah dan bunda, pasti mereka ngga mau jujur, atau bahkan mungkin ngga mau jawab. terus, gimana ya caranya biar gue tau sebenernya gue dan Raina itu saudara kandung atau bukan?" gumam Rayyan yang kini berbaring seorang diri ditempat tidurnya, pandangannya terus tertuju pada langit langit kamarnya, fikiran yang terus dipenuhi dengan rasa penasaran serta ke ingin tahuan.


"Terus kalau gue dan Raina bukan saudara kandung, jadi siapa anak kandung ayah dan bunda, gue atau Raina? dan kalau Raina, jadi siapa orang tua kandung gue?" tambah Rayyan yang terus memutar otak dengan kerunyaman keadaan yang saat ini mereka hadapi.


Ini semua perkara hati, jika tak pernah ada perasaan itu maka kerunyaman ini tidak akan pernah terjadi, tapi sayangnya hati yang telah merubah segalanya, karena hati selalu menginginkan yang lebih dari apa yang dirasa saat ini.

__ADS_1


•••••


"Yah, bunda mau bicara sebentar, bisa?" tanya Wulan kala menghampiri Angga yang saat ini berada diruang kerjanya.


"Bisa, ada apa bun?"


"Tentang semua yang kita takutkan akhirnya terjadi yah."


"Maksudnya?"


"Raina dan Rayyan sudah menyadari perasaannya masing masing, mereka mengaku bahwa mereka memang saling cinta," jawab Wulan yang membuat pandangan Angga kini berpaling dari layar laptopnya, menatap tajam wajah ayu wanita dihadapannya itu


"Tadi, Raina tanya sama bunda, tentang mereka yang saudara kandung atau bukan, karena keyakinan mereka adalah tidak mungkin Allah menciptakan cinta dalam hati mereka jika mereka adalah saudara kandung."


"Lalu, bunda jawab apa?"


"Bunda ngga jawab apa apa yah, bunda ngga tau harus jawab bagaimana, bunda bingung."


"Tapi yah, cepat atau lambat mereka juga pasti akan tau tentang ini. Kita merahasiakan hal ini sudah terlalu lama yah, seharusnya mereka memang harus tau, kalau mereka memang bukan muhrim."


"Itu tandanya bunda setuju atas perasaan aneh yang mereka punya itu." ucap Angga yang membuat Wulan terdiam.


Tiba tiba...


"Rayyan sekarang udah tau yah," ucap Rayyan yang tiba tiba membuka pintu ruang kerja Angga.


Melihat kehadiran Rayyan membuat keduanya terbelalak, tak disangka ternyata semua percakapannya telah didengar oleh Rayyan, seseorang yang seharusnya tak diizinkan untuk tau tentang ini, justru sekarang dia tau dengan sendirinya.


"Rayyan."

__ADS_1


"Ayah, bunda. Jadi bener ya kalau ternyata Rayyan dan Raina itu bukan saudara kandung? Terus siapa anak kandung ayah dan bunda? dan siapa juga orang tua kandungnya yah?" tanya Rayyan yang membuat Anga dan Wulan terdiam.


"Rayyan, kamu salah denger nah, bukan itu maksut bunda dan ayah."


"Engga, Rayyan ngga salah denger kok, Rayyan denger dengan jelas kalau bunda dan ayah bilang Rayyan dan Raina bukanlah saudara kandung," ucap Rayyan yang kembali membuat suasana hening.


Sementara Raina yang kini tiba tiba datang dan terdiam kala ia dapati suasana sebuah ruangan yang hening itu, meski berada tiga orang didalamnya namun mengapa saling terdiam?


"Ayah, bunda, abang. kenapa diem dieman?" tanya Raina karena ia belem mengetahui aoa yang terjadi. tak menjawab justru Rayyan kini terus menanyakan kebenarannya pada Angga dan Wulan.


"Ayah, bunda. Ayo bilang siapa anak kandung ayah dan bunda? Rayyan atau Raina?" tanya Rayyan yang membuat Raina terbelalak.


"Jadi bener, kalau Raina dan abang bukan saudara kandung ya bun?" tambah Raina yang membuat Wulan dan Angga semakin bingung.


Paksaan demi paksaan yang membuat Angga dan Wulan dituntut untuk jujur dengan apa yang tidak Raina dan Rayyan tau tentang hidupnya. meski bingung dan tak tau apakah ini saatnya mereka harus tau siapa mereka sebenarnya?


"Oke, ayah akan jujur sama kalian. Bahwa kalian memang bukan saudara kandung," jawab Angga yang membuat Rayyan dan Raina kini saling pandang.


"Dulu waktu Rayyan masih bayi, bunda dan ayah ambil Rayyan dari panti asuhan, karena bunda yang ngga bisa hamil lagi pada saat itu, bunda dan ayah adobsi Rayyan dari panti tepat saat usia Raina satu minggu, dan Rayyan saat itu sudah berusia satu bulan."


"Terus siapa orang tua kandung Rayyan bun?"


"Ngga tau Ray, menurut data dari panti, bahwa kamu ditemukan diteras panti asuhan itu, jadi ngga ada yang tau siapa orang tua kandung kamu," jawab Wulan yang membuat Rayyan melebarkan mata.


Sesungguhnya kenyataan saat ini membuat Raina dan Rayyan bahagia, pasalnya jika mereka bukan saudara kandung maka mereka akan dengan bebas atas perasaannya masing masing, tapi disisi lain penyataan ini justru membuat Rayyan bersedih karena ia tak lagi tau siapa orang tua kandungnya.


"Sekarang kalian udah tau kan hubungan persaudaraan antara kalia yang sebenarnya, bahwa kalian bukanlah saudara kandung. meski begitu Ayah tetep ngga mau ada hubungan lebih antara Raina dan Rayyan. Ayah udah denger semuanya, tentang perasaan yang kalian miliki masing masing, memang perasaan itu ngga salah, itu hak kalian dan tidak juga menimbulkan dosa, tapi ayah ngga akan pernah setuju jika kalian berharap ayah diam saja."


"Maksud ayah?"

__ADS_1


"Ya ayah ga mau ada hubungan lain antara kalian selain hubungan persaudaraan, faham kan?" jawab Angga yang kini membuat Raina dan Rayyan kembali saling memandang, mereka tak tau harus berkata apa dan harus bagaimana saat ini, pernyataan serius yang baru saja mereka terima, dan sekarang ditambah lagi penolakan yang juga harus mereka terima.


••••


__ADS_2