Raina Dan Rayyan

Raina Dan Rayyan
jepit rambut pemberian Rayyan


__ADS_3

"bun, besok aku ada kerjaan di Sidney, kamu dirumah jaga anak anak ya, hati hati dirumah, jangan terima tamu kalau ga kenal"


"Sidney ? masalah hotel baru di sana ya yah ?"


"iya bun, insyaallah ga lama lagi hotel di Sidney akan diresmikan"


"alhamdulilah, bunda doain yang terbaik ya yah"


Angga Lana adalah pengusaha kaya raya yang mempunyai beberapa perusahaan di bidang properti, hotel contoh nya, ia sudah berhasil membangun beberapa hotel di beberapa negara, Sidney salah satu nya, hotel bintang 5 dengan 37 lantai yang tersedia fasilitas lengkap.


"wahh, pengen deh ikut ayah ke Sidney"


sambar Raina kala mendengar percakapan antara Angga dan Wulan.


"iya, kaya nya seru kalau kita liburan ke Sidney"


"bener banget bang, Raina pengen tau betapa indah nya Sidney ?"


"eh eh eh, kalian kan harus sekolah, ga usah aneh aneh dulu deh"


ucap Wulan yang membuat Raina kini cemberut, karna keinginan nya yang belum apa apa sudah terpatahkan


"terus rencana weekend ini mau jenguk papa dan mama tertunda lagi dong yah ?"


"maaf ya bun, gimana lagi aku belum ada waktu"


jawab Angga yang membuat Wulan menghela nafas


"iya yah padahal Raina juga pengen jenguk oma dan opa, kita kan udah lama ga kesana"


"sabar ya Rain, ayah akan atur jadwal nya deh, mungkin setelah ayah pulang dari Sidney"


"iya, udah ga papa, ayah kan sibuk Rain, kita juga harus ngerti ya"


"dan kalian itu harus sekolah, harus fokus dengan belajar, jangan mikirin liburan dulu, apa lagi sampe pengen liburan ke Sidney, ayah ga ngizinin"


jawab Angga memberikan respon pada keinginan kedua anak nya


"ya ayah ga ngizinin sekarang. yaudah lah tunggu Rayyan besar, setelah menikah nanti Rayyan akan pergi ke Sidney sama istri Rayyan. disana kan ada hotel ayah jadi bisa masuk secara gratis"


ucap Rayyan yang membuat Raina seketika tertawa


"dih kenapa Rain ? kok gitu ketawa nya ?"


"abis abang lucu mau ke Sidney aja nunggu nikah. abang abang, sekarang abang nih masih kelas satu SMA udah mikirin nikah aja, ga boleh"


"yang ga boleh itu kamu, kalau abang sah sah aja lah"


"dih, apa beda nya ? perasaan kita sama sama kelas satu itu arti nya kita masih sama sama kecil"


jawab Raina dengan tetap tertawa, berdebat dengan Raina tak akan ada habis nya, hingga kini Rayyan memilih diam dan membiarkan Raina tertawa lepas di atas kebahagiaan nya.


"udah udah apaan sih kalian. hem Rain, apa bunda boleh minta tolong nak ?"


"boleh bunda, kenapa ?"


"kamu pergi ke super market ya, belanja bulanan, bunda ga sempet nih bunda banyak kerjaan"


"terus Raina sama siapa dong kalau bunda ga ikut ? kan biasa nya Raina pergi sama bunda"


"sama abang aja sayang, kalau cuma belanja abang siap antar kok"


sahut Rayyan dengan ekspresi wajah sumringah


"iya sama abang kamu aja ya, biar sekalian dia suruh bantu bawa"


ucap Wulan yang membuat Rayyan kini mengerutkan dahi

__ADS_1


"dari pada suruh bawa belanjaan, gimana kalau Rayyan gendong Raina aja lebih enak"


"enak aja Raina disamain sama belanjaan, terus kalau abang gendong Raina, belanjaan nya siapa yang bawa dong ? dasar abang ga jelas."


ucap Raina yang membuat Rayyan menunjukan gigi putih nya


"udah udah, buruan berangkat, ini uang nya, hati hati ya dijalan, Rayyan inget jang...."


"ngan kebut kebutan dijalan"


sambar Raina dan Rayyan memutuskan ucapan Wulan, dengan tertawa dan lalu berlari meninggalkan tempat, yang membuat Wulan menggelengkan kepala. menuju sebuah pusat perbelanjaan


"banyak banget, harus mulai dari mana dulu nih ?"


gumam Raina kala membuka sebuah note yang telah diberikan Wulan.


"coba abang liat"


ucap Rayyan meraih kertas tersebut, dan membaca nya satu persatu


"yaampun, terus abang suruh ikut belanja begini an Rain ?"


"iya lah, terus kalau ga abang ngapain ikut kesini ?"


"dih, masa ganteng ganteng gini suruh belanja telor, ikan, daging ayam ? yang bener aja ?"


"emang kenapa ? ga ada salah nya kan ? toh nanti daging dan ikan nya juga abang yang makan"


"ogah, abang ga mau. kalau tinggal makan mah oke oke aja, tapi kalau belanja, kamu belanja aja sendiri deh, abang tunggu diluar"


ucap Rayyan yang lalu melangkah


"abaaaaaang, tunggu"


pekik Raina yang membuat langkah itu seketika terhenti


"bodo amat, kan kamu yang disuruh bunda, abang cuma disuruh nganterin doang"


"abang tega banget sama Raina"


ucap Raina dengan wajah cemberut, melihat wajah ditekuk itu membuat Rayyan kini terbelalak dan kembali mendekat


"eh jangan ngambek dong Rain, yaudah yaudah abang temenin ya sayang, ayo"


ucap Rayyan yang membuat Raina kini tersenyum dan kemudian melangkah bersama Rayyan.


"Rain, liat deh, kaya nya ini bagus buat kamu"


ucap Rayyan seraya menunjukan sebuah jepit rambut pada Raina, jepit berwarna merah muda itu rasa nya akan terlihat cantik jika Raina yang mengenakan nya


"bagus sih, tapi Raina ga bawa uang, ini kan uang bunda buat belanja, kalau Raina beli jepit ini, nanti kurang belanjaan nya"


"udah ambil aja, abang yang beliin buat Raina"


ucap Rayyan yang membuat Raina kini memperhatikan Rayyan dengan tersenyum


"serius abang mau beliin buat Raina ?"


"serius dong, emang ada tampang bercanda ?"


"ahhh abang, harus nya abang beliin itu buat pacar abang atau gebetan gitu, pasti dia seneng deh bukan malah buat Raina"


"ahhh, apaan ? abang kan ga ada pacar, abang beliin buat kamu aja deh, kan abang juga sayang sama kamu, udah ga usah bawel, ini"


ucap Rayyan yang lalu memberikan nya pada Raina, dan kini ia melangkah lebih dulu, melihat itu membuat Raina sedikit tersenyum, entah karna perhatian nya atau karna jepit rambut nya.


Beberapa saat kemudian

__ADS_1


"abaaaaaang, bantuin dong. berat tau"


pekik Raina kala membawa beberapa kantung belanjaan, kini langkah nya berjalan menuju tempat dimana mobil nya terparkir.


"iya sayang, sini. bawa beginian aja bawel banget"


ucap Rayyan yang lalu meraih nya dari tangan Raina dan segera memasukan nya ke dalam mobil. sementara Dion dan Dewi yang dari arah utara kini tampak berjalan mendekat


"Raina, lo lagi belanja ?"


sapa Dewi kala kini sudah dekat dengan Raina dan Rayyan


"iya Dew, kalian mau belanja juga ?"


"iya nih. ehh ada Rayyan, hay Ray"


sapa Dewi dengan salah tingkah nya, tak menjawab apa pun Rayyan hanya mengangguk dan sedikit tersenyum untuk menjawab sapaan Dewi.


"hay Raina"


sapa Dion yang tersenyum sangat manis pada gadis bertubuh mungil dihadapan nya itu


"hay kak Dion"


jawab Raina tersenyum kembali, melihat kedatangan Dion membuat mood Rayyan seketika memburuk, kini ia membuang wajah nya tak ingin sekali memperhatikan senyum sok manis dari Dion untuk Raina.


"udah udah, sayang ayo pulang"


"iya bang. hemm Dew, kak Dion gue duluan ya, bunda udah nunggu di rumah"


"oh iya Rain, Rayyan hati hati ya"


"hati hati Rain"


Ucap Dion yang membuat Raina mengangguk dan tersenyum. dengan cepat kini Rayyan melaju kan mobil nya, rasa nya ia tak ingin berlama lama bersama laki laki yang terbilang idaman semua perempuan itu.


"mood gue seketika berantakan gara gara ketos tengil itu"


gumam Rayyan dengan terus fokus mengemudi


"abang kenapa sih ? selalu begitu kalau ketemu kak Dion, abang ada masalah masa lalu ya sama dia ?"


"masalah masa lalu, abang kenal sama dia aja baru Rain, dari mana masa lalu nya ?"


"lah terus kenapa se benci itu abang sama kak Dion ?"


"enek aja liat tingkah nya"


"tingkah ? abang, kak Dion itu orang nya ga bertingkah loh, di baik ga neko neko, udah gitu..."


"ganteng lagi, iya kan itu kan yang mau kamu bilang tentang Dion ?"


sambar Rayyan yang membuat Raina menunjukan gigi putih nya


"itu tau, tapi abang tenang aja, seganteng apa pun kak Dion, tetep abang kok yang paling ganteng"


ucap Raina yang kali ini membuat Rayyan sedikit tersenyum, ia tak menyangka jika Raina akan mengatakan hal ini pada nya


"oh ya ?"


"iya, tapi.... kalau di liat dari sedotan"


jawab Raina yang lalu tertawa terbahak bahak, mendengar jawaban nya membuat ekspresi Rayyan seketika berubah kembali.


"dasar rese. awas kamu ya abang balas"


ucap Rayyan yang membuat Raina tak menghiraukan nya, ia yang masih terus tertawa lantaran sebuah kalimat yang telah ia lontarkan untuk membuat Rayyan kesal itu berhasil.

__ADS_1


•••••


__ADS_2