Raina Dan Rayyan

Raina Dan Rayyan
Perjodohan mendadak


__ADS_3

"Apa ayah yakin? tapi kan Raina masih kelas satu SMA yah, masa iya kita jodohin dia, sama laki laki berumur lagi, apa ngga terlalu cepet?"


"Mau ngga mau bun, sebenarnya ayah juga ngga mau jodohin dia kaya gini, tapi dari pada Raina dan Rayyan nekat, nekat atas perasaan gilanya itu. Ayah udah fikirin baik baik bun, kalau Raina akan ayah jodohin sama Gilang, lagian dia laki laki baik kok, usianya juga ngga tua tua banget, baru 23 tahun. yang ayah suka dari dia adalah di umurnya yang segitu dia udah bisa jadi guru, hebat kan?"


"Iya terserah ayah aja deh," jawab Wulan yang kemudian terdiam.


Sebenarnya ia tak setuju jika Raina dijodohkan dengan usianya yang masih dini. Namun, jika tidak, benar kata Angga Raina dan Rayyan akan semakin nekat dengan perasaannya.


Ditengah tengah percakapannya tiba tiba kini Raina melintas, hingga membuat Angga dengan cepat memanggilnya.


"Rain, sini sebentar nak."


"Kenapa yah?"


"Duduk, ayah mau bicara," ucap Angga yang membuat Raina kini terduduk didekatnya.


Kini Angga pun memulai percakapannya, ia menyampai niatnya untuk menjodohkan Raina dengan anak sahabatnya, mendengar ucapan itu membuat Raina terbelalak.


"Ayah apaan sih? Raina kan masih sekolah yah, masa dijodohin."


"Ngga masalah Rain cuma perjodohan bukan pernikahan."


"Tapi Raina ngga mau ya, Raina kan ngga kenal sama laki laki itu."


"Nanti kamu pasti kenal kok, dan ayah yakin kamu ngga akan kecewa kenal sama dia. dia anak yang baik, aktifitasnya sekarang kuliah sambil kerja, hebat kan? mana ada anak jaman sekarang yang kaya gitu."


"Tapi kan yah..."


"Stop Rain. ayah tau alasan kamu menolak, karena perasaan kamu kan, perasaan suka kamu terhadap Rayyan, ia kan? Justru karena itu Rain ayah ngga mau kamu berhubungan lebih sama Rayyan, dia itu abang kamu," imbuh Angga dengan pandangan tajam.


"Sabar yah," ucap Wulan menenangkan sang suami yang sepertinya sudah sedikit emosi.


"Ayah ngga mau tau, kamu harus lupain perasaan gila kamu itu, ayah ngga mau kamu bersikap berlebihan sama Rayyan, hubungan kalian cuma saudara jangan menganggap lebih. Dan ayah ngga mau tau kamu harus mau menerima perjodohan dari ayah, titik," tambah Angga yang kemudian berlalu.


Pernyataan kali ini benar benar membuat Raina frustasi, tak menyangka jika keadaan ini akan terjadi padanya, di umurnya yang masih asik untuk bermain, nyatanya ia harus dihadapkan dengan peraturan dan perjodohan yang baru saja dibuat.

__ADS_1


Dan Wulan sebagai bunda, ia hanya bisa menenangkan namun tidak bisa merubah peraturan yang telah di buat, karena ia tau jika Angga tidaklah bisa tentang.


"Bunda, Raina ngga mau dijodohin, Raina kan masih kecil."


"Sayang, maafin bunda, bunda ngga bisa berbuat apa apa."


Kini ekspresi wajah Raina yang tampak tak beraturan, yang lalu dengan cepat meninggalkan tempat. Ia berlari menuju ruang kamarnya, bersedih dan menangis disana.


"Kenapa sih, ayah selalu memaksa kehendaknya? sampek sampek ngga mikirin yang lainnya, apa dengan perjodohan semua bisa selesai? dan apa dengan laki laki itu gue bisa lupain perasaan gue ke abang?" gerutu Raina dengan suara bergetar karena tangisnya tak jua terhenti.


Sementara Rayyan yang kini melintasi ruang kamar Raina, seketika langkahnya terhenti setelah mendengar Raina menangis, terbelalak dan dengan cepat memasuki ruangan itu, ia takut terjadi apa apa pada wanita tersayangnya itu.


"Rain, kamu kenapa kok nangis?" tanya Rayyan yang membuat Raina menoleh.


Wajahnya penuh air mata, warnanya memerah dan matanya tampak sembab.


"Abaaaaaang," rengek Raina yang kini memeluk tubuh laki laki kaos oblong itu.


Melihat ini membuat Rayyan bingung, ia tak tau apa yang terjadi, mengapa sampai Raina menangis sesegukan seperti ini?


"Terus siapa Rain?"


"Ayah," jawab Raina yang membuat Rayyan seketika terdiam.


"Ayah? aduh ngga jadi ngabisin deh, bisa bisa malah abang sendiri abis. Tapi emang ayah kenapa sih? kenapa buat kamu nangis?"


"Ayah jodohin Raina sama anak temennya," ucap Raina yang membuat Rayyan terbelalak.


Ia terkejut dengan pernyataan itu, aturan apa ini? dia saja yang mencintai Raina sejak dulu belum tentu dapat meraihnya, dan sekarang malah main menjodohkan menjodohkan seenaknya saja.


"dijodohin? kamu dijodohin? wah ngga bisa dibiarin nih. Abang aja yang cinta sama kamu dari dulu ngga berani ngomongnya, dan sekarang malah mau dijodohin sama orang lain, abang ngga terima," ucap Rayyan tanpa sadar yang membuat Raina tertegun memperhatikannya.


Ada satu kata ucapan yang menurutnya harus ia dengar kembali.


"Abang ngomong apa?"

__ADS_1


"Ngomong apa? engga ngomong apa apa."


"Barusan."


"Abang cinta sama kamu," jelas Rayyan yang membuat Raina melebarkan mata.


"Udah lah, abang mau temuin ayah, abang mau bicara," tambah Rayyan yang lalu meninggalkan tempat.


Kini Rayyan pun mencari keberadaan Angga, niatnya menggebu ingin membatalkan pertunangan yang baru saja diceritakan Raina.


"Ayah, yah. Ayah," pekik Rayyan dengan langkah kebut yang terus mencari keberadaan Angga.


"Kenapa Ray?" ucap Angga yang membuat langkah Rayyan seketika terhenti.


"Yah, Rayyan mau bicara, apa bener ayah jodohin Raina sama anak temen ayah?"


"Iya bener."


"Ngga bisa gitu dong yah, ayah ngga boleh asal jodohin Raina sama laki laki asing, iya kalau dia baik kalau ngga?"


"Dia baik kok, ayah kenal dia sejak lama, udah kamu diem aja, ini juga demi kebaikan Raina."


"Kebaikan Raina, kebaikan yang gimana yah? Raina itu masih sekolah, apa ia harus dijodohkan sekarang?"


"Hanya perjodohan Ray, bukan pernikahan."


"Tapi yah..."


"Cukup Rayyan, mau ngga mau kamu harus setuju sama keputusan ayah, kalau kamu menentang, ayah akan pindahin sekolah kamu dan kamu ngga lagi tinggal dirumah ini. kamu mau?" ucap Angga yang membuat Rayyan seketika terdiam.


Tak ada kata kata lagi yang bisa disampaikan saat ini. pilihan yang sulit, jika ia keluar dari rumah ini dan pindah sekolah, lalu bagaimana dengan Raina? Rayyan hanya takut jika laki laki itu nanti akan membuat Raina terluka.


Namun jika ia tetap disini, itu tandanya Rayyan setuju dengan perjodohan yang dibuat Angga. lalu bagaimana dengan perasaannya? akankah cintanya selama ini terpatahkan begitu saja, hanya karna sebuah perjodohan yang tiba tiba terjadi?


"Yaudah lah, mau gimana lagi? dari pada ngga bisa ketemu Raina, mending gue diem dulu sekarang, sekalian ngawasin Raina biar dia ngga terluka, tapi nanti jangan harap gue akan diem aja dengan perjodohan itu," batin Rayyan dengan ekspresi wajah tak sedap.

__ADS_1


•••••


__ADS_2