
Fiona bingung ketika sudah seharian perjalanan jauhnya tetapi Tempat yang mereka tuju itu tidak pernah sampai, sudah begitu di sekelilingnya hanya tampak hutan yang lebat tanpa ada tanda-tanda bahwa ada manusia di situ.
padahal seharusnya jika memang ada perkemahan Raja Alexander Ya setidaknya di sekelilingnya ada nampak kepulan asap dan sebagainya dan juga tenda-tenda, tetapi di hadapannya ini sungguh kosong melompong seperti tidak ada kehidupan sama sekali dan juga orang yang hidup di tempat ini hanyalah orang-orang yang terisolir yang tidak suka bergaul dengan orang lain dan juga sangat membenci yang namanya matahari karena semua tertutup sehingga terlihat begitu gelap.
"Permisi, bisa tolong hentikan keretanya sekarang? Aku ingin berbicara dengan pemimpin kalian yang menunjuk jalan saat ini, karena aku sudah capek duduk seharian di dalam sini tetapi tidak pernah sampai juga untuk ke tempatnya suamiku? "tanya Ratu Viona dengan suaranya yang begitu menggelegar karena kebetulan semua orang diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing membuat suaranya terdengar begitu jelas.
Gideon ingin mendekat tetapi Marvel mengangkat tangannya pertanda bahwa pria itu dilarang mendekati wanitanya, karena sepanjang jalan dirinya dibuat tersenyum tanpa henti ketika mengingat Magdalena yang sudah diambil oleh orang lain kembali dalam bentuk dan juga rupa dari ratu Viona.
__ADS_1
" tidak ada yang boleh berhenti sebelum Aku perintahkan, lebih baik duduk dan menunggu tanpa banyak bertanya karena tidak ada jawaban yang bisa diberikan! "kata-kata Marvel begitu tajam dan juga tidak ada tersirat kelembutan di dalamnya seolah-olah pertanyaannya dilontarkan oleh Viona itu sebenarnya sesuatu yang tidak akan mendapatkan jawaban sama sekali.
Ratu Fiona mengurutkan keningnya ketika mendengar jawaban yang begitu dingin dengan orang yang ada di belakangnya saat ini, padahal ketika dia tahu bahwa Siapa dirinya Tentu saja tidak mungkin mengabaikannya begitu saja jika tidak ingin nantinya nyawa bakalan menjadi taruhan.
"tunggu dulu!" tegas Fiona lagi yang benar-benar tidak ingin dibantah membuat semua orang akhirnya memilih untuk tetap berhenti.
Ratu Viona Ingin turun dari dalam kereta tetapi tiba-tiba langit berubah semakin gelap dan terlihat begitu banyak ribuan kelelawar yang berterbangan di atas udara, membuat wanita itu yang biasanya pemberani tiba-tiba menjadi takut seketika dan akhirnya mengurungkan niatnya.
__ADS_1
" sudah kukatakan untuk berhenti mengikutiku karena aku sudah punya wanita yang akan mendampingiku sampai selamanya, dia memang tidak akan pernah kubuat Abadi tetapi sampai akhir hayatnya ia akan tetap menemaniku! "sarkas Marvel yang begitu kasar.
" ah valero Kamu kenapa sih tidak bisa diandalkan di saat seperti ini, selalu saja kalah dari Panglima Gideon dan kakakku pasti akan mengetahui apa yang kamu lakukan! "omel Amanda yang tadinya dari kelelawar berubah menjadi seorang wanita yang cantik berkulit putih pucat dengan matanya yang merah menyala dan juga gigi taringnya yang terlihat begitu tajam.
valero yang merupakan Panglima dari kerajaan vampir dan juga bisa dibilang merupakan teman seangkatan dengan Gideon hanya bisa menundukkan kepalanya tidak berani menatap ke arah pemimpin mereka itu, karena terlihat sekarang Marvel mengeram tidak suka bahkan tatapan mata pria itu rasa-rasanya ingin membunuh siapapun yang sudah berani mengganggu kenyamanan Fiona.
Amanda terlihat mengendus sesuatu dan dirinya sangat menyukai bau yang begitu harum yang seperti ketika ia berada di sebuah taman bunga yang begitu luas, dirinya bahkan mengendus dan berhenti tepat di kereta di mana Fiona berada membuat Gideon dan juga Marvel langsung Segera mencegah wanita itu agar Jangan mendekat ke arah sana.
__ADS_1
"jika kamu berani menyentuhnya walau hanya seujung kuku saja aku tidak akan peduli hubungan kita dan juga hubungan kamu dengan pemimpin, karena jika dia terancam maka kamu yang akan mendapat ancaman dariku sekarang juga!" ujar Marvel tetapi Amanda hanya menanggapinya dengan tersenyum.
"sepertinya dia akan menjadi santapan yang enak, mengingat hal ini membuat perutku benar-benar menjadi lapar! "setelah mengatakan hal itu aman dan langsung masuk ke dalam kereta di mana Viona berada lalu memasang tatapan tajam ke arah wanita itu.