
Viola tidak bisa menunggu lebih lama lagi karena dirinya ingin sekali bertemu dengan Viona adik nya ,jika memang ia berhasil menemukan adiknya itu maka jangan harap ia bakalan mengembalikan Viona ke suaminya sebab saat itu dirinya akan membawa Viona pulang ke kerajaan Felicia.
Marvel sudah kebingungan mencerna apa yang dikatakan oleh penyihir di kerajaan Felicia tadi,sebab hamparan Bunga Bakung memang ada dikerajaan begitu pula dengan pohon yang menjulang tinggi sumber makanan bagi makhluk yang terbang dan melata.
"Apa anda yakin jika ...
"Minggir semuanya beri jalan bagi yang mulia Putri Viola,jangan ada yang menatap dirinya lebih dari 1 menit!" perintah para pengawal kerajaan Felicia..
Deg
Marvel menatap penuh rasa penasaran kearah seorang wanita cantik yang lewat dihadapanya menggunakan kuda dan juga membawa anak panah dihadapanya,wanita itu sama persis dengan Ratu Viona yang ada dalam istananya membuat dirinya memilih untuk segera pulang karena tersadar dengan apa yang dialami Viona saat ini.
"Anak Muda,jangan mengikuti perjalanan yang diambil oleh Putri Viola tadi karena nanti kalian akan bertemu !" perintah Penyihir itu lalu tak lama setelah itu ia pun pergi menuju kearah lain.
"Aku Tahu," sahut Marvel sambil memasang tatapan mematikannya karena ia tahu apapun langkah yang harus diambil dalam hidupnya.
"Putri di depan ada sungai Vellania,apakah kita harus menyeberang atau kita melewati kerajaan Mariana yang terdapat jembatan penyeberangan kearah sana?" Tanya pengawal kerajaan bernama Sarasvati.
"Saras,aku tidak sudi melewati negeri pecundang itu,jadi siapkan perahu karena kita akan menyebrang," sahut Viola yang sudah benar benar membenci Alexander sampai mendarah daging.
Sedangkan Alexander hari ini menemukan begitu banyak kendala karena perahu yang akan mereka pakai untuk masuk kedalam hutan terlarang malah karam karena salah mengambil jalur,padahal sebenarnya dibatas kerajaan Mariana terluar ada jembatan penyeberangan hanya saja sudah termakan usia jadi tidak bisa dipakai.
"Raja kita menemui kendala untuk sampai keseberang apalagi jarak yang masih sangat jauh,apakah yang harus kita lakukan karena tidak mungkin meminta tolong ke pengawal didarat jika tidak ada orang yang kembali dan memberi tahu?" tanya Elvis cemas apalagi sepertinya hujan badai sebentar lagi bakal datang.
"Kembali ke darat lagi dan atur strategi bila perlu permintaan segala Tukang kayu istana agar segera memperbaiki jembatan itu selama semalaman karena besok kita akan memakainya,ingat mereka tidak boleh beristirahat jika pekerjaan belum selesai," perintah Alexander.
Viola juga menemukan kendala yang sama karena entah mengapa prediksi Nahkoda kapal kali ini bisa meleset,padahal itu merupakan Nahkoda istana yang sudah sangat berpengalaman mengemudikan kapal ketika kerajaan Felicia pergi berperang menumpas musuh.
__ADS_1
"Maafkan hamba yang mulia,sepertinya kita harus kembali karena sebentar lagi ada hujan badai," saran Saraswati.
"Ahh kenapa harus ada kendala disaat yang tidak tepat,terus bagaimana keadaan adikku dinegeri setan itu?" Tanya Viola frustasi.
Saraswati tidak dapat menenangkan Viola saat ini sebab wanita itu terlihat begitu emosi ,mungkin karena merasa cemas dengan keadaan dari Ratu Viona.
"Kembali ke darat,setelah itu jika badai berhenti maka kita akan langsung pergi pokoknya pasang kemah di dekat sungai ini?" perintah Viola kesal.
Marvel tadi sempat berpapasan dengan Viola membuat dirinya benar benar memikirkan keadaan Viona sekarang,pria bukan manusia itu tampak begitu cemas dengan keadaan wanita yang sudah ia sakiti itu.
"Amanda,bagaimana keadaan Viona?" Tanya Marvel cemas bahkan kini tangan dinginnya itu sudah membelai pelan kepala Viona yang tengah tertidur.
"Lain kali jangan melakukan sesuatu yang tidak penting dan juga merugikan orang lain,jika seperti itu terus lebih baik pulangkan saja karena dia ada di tempat ini bukan untuk mati sia sia!" omel Amanda.
Marvel benar benar merasa bersalah karena menurut pria itu bukan hal ini yang dirinya inginkan,yaitu menyakiti wanitanya tanpa perasaan sama sekali.
"Pergi,tinggalkan kami berdua?" perintah Marvel tegas.
"Tidak! Aku tahu ini sangat keterlaluan tapi bukankah itu pohon penjaga kerajaan Edelweiss,kenapa Raja malah mengambilnya apa lupa tentang larangan yaitu pohon itu tidak boleh dipetik oleh salah satu bangsa Vampir karena nanti misteri kerajaan kita bakal perlahan terungkap dan diketahui banyak orang?" Tanya Amanda.
Marvel bukan anak kecil lagi tapi ia juga tidak mungkin mengorbankan Viona hanya demi mempertahankan posisi mereka tetap aman,apapun akan ia lakukan agar wanita itu selalu dalam keadaan baik baik saja tanpa harus mengalami sesuatu yang mengerikan.
"Aku Tahu apa yang harus aku lakukan,apa kamu lupa kalau aku merupakan seorang Raja dari Kerajaan Edelweiss?" Tanya Marvel dengan sorot mata yang tajam.
"Maafkan hamba Paduka," sahut Amanda yang memilih untuk pergi padahal percayalah hatinya sangat dongkol saat ini karena apa yang dilakukan Marvel.
Marvel menatap sendu kearah Viona yang terlihat sudah mulai terusik dengan apa yang di lakukan nya,wanita itu bahkan menatap heran kearahnya yang terlihat memasang tatapan bersalahnya.
__ADS_1
"Kamu sakit? Ahh aku lupa kalau bangsa Vampir sangat kebal terhadap penyakit,jadi apa yang membuat mu terlihat tak berdaya seperti itu?" Tanya Viona meskipun pelan tapi masih bisa didengar oleh Marvel.
"Maafkan aku! Apakah masih terasa begitu menyakitkan,sini biar aku lihat?" Tanya Marvel penuh rasa bersalah.
"Aku baik,jadi jangan terlalu berlebihan ya!" sahut Viona.
"Aku salah,aku juga jahat ," lirih Marvel.
"Hei Tuan Raja,apakah tidak malu menangis di depan Ratumu?" Tanya Viona.
Deg...
"Ya benar kamu adalah Ratu dari Kerajaan Edelweiss tapi aku malah menyakiti kamu,silahkan hukum aku sesuai dengan keinginan yang mulia," perintah Marvel.
"Aku tidak ingin apapun,hanya ingin diantar melihat Rembulan yang begitu terang dimalam hari," ujar Viona.
"Baiklah,kalau Rembulan aku bisa melakukannya tapi kalau Matahari maka tidak bisa karena kamu tahukan salah satu kelemahan bangsa Vampir?" Tanya Marvel memastikan dan Viona sebenarnya tidak tahu hanya saja berpura pura kalau dirinya paham dengan semuanya.
"Baiklah," sahut Viona.
"Ini minumlah!" Ujar Marvel yang memberikan ramuan berisi bunga Bakung dan juga pohon penjaga.
"Wangi ini? ...
Viona penasaran dengan isi ramuan itu karena dulu semasa berada di kerajaan Felicia jika ia sakit maka tabib istana akan membuatkan ramuan yang sama persis,dan saat itu juga sakitnya langsung sembuh meskipun tadi dirinya sekarat.
"Kalau boleh tahu kamu dapat ini ramuan dari mana,soalnya rasanya sangat tidak asing di lidahku?" Tanya Viona penasaran.
__ADS_1