RAJA DAN RATU

RAJA DAN RATU
Amarah Viona


__ADS_3

siapapun yang menjadi Viona tentu saja akan merespon secara berlebihan setiap Sikap yang ditunjukkan oleh Alexander saat ini, sebab wanita itu tidak pernah ingin berada dalam situasi yang sulit di mana Dirinya sudah tidak ingin melakukan apapun lagi tapi malah dipaksa seolah-olah hidupnya itu hanyalah milik orang lain bukan miliknya sendiri.


wanita itu dari tadi sudah mencoba membujuk Alexander agar mengeluarkannya dari tempat ini biarlah nanti dirinya sendiri yang bakalan pulang, entah mau bagaimanapun caranya namun terlihat Alexander tetap ada pendiriannya dan juga tidak mengindahkan apapun yang diinginkan olehnya dari tadi seolah-olah menulikan telinga serta tidak peduli dengan segala sesuatunya.


manusia mana pun tentu saja akan merasa batas kesabarannya sudah habis jika terus-menerus diperlakukan seperti ini, Namun balik lagi meskipun dirinya sudah membujuk dan juga meminta tetap saja tidak akan pernah ada pergerakan yang cukup berarti.


" kamu pasti paham kan apa yang aku inginkan? kenapa kamu malah bersikap seperti ini, memperlakukanku dengan begitu buruk dan juga bersikap bahwa aku ini adalah seorang yang tidak pantas mengajukan protes? " tanya Viola dengan tatapan penuh kekecewaan soalnya bagaimanapun cara dirinya meminta tetap saya tidak didengar kan.


alexander terlihat menghilang nafasnya kasar karena entah bagaimana ceritanya sampai Viona terlihat begitu menjaga jarak darinya, padahal seharusnya wanita itu sadar Apapun Yang Terjadi ke depannya mereka harus dalam keadaan selalu baik-baik saja.


"yang harusnya bertanya itu adalah aku! Kenapa sampai kamu selalu saja bersikap seperti itu dan juga tidak mau mendengarkan semua perkataanku, padahal yang aku inginkan adalah rumah tangga kita selalu baik-baik saja selebihnya sudah tidak ada lagi cukup hanya itu saja kan? " tanya Alexander yang merasa heran apa sih ramuan yang diberikan oleh Marvel sampai membuat Viona begitu betah berada di kerajaan yang tidak jelas yang dipenuhi berbagai macam siluman yang hobinya hanya menghabisinya orang lain dibandingkan menjaganya.


fiona menggelengkan kepalanya karena apapun yang terjadi dirinya tetap tidak akan pernah berubah pikiran, orang-orang pasti berpikir jika dirinya senang diperebutkan oleh para raja yang memiliki kekuasaan yang begitu besar padahal sejatinya tidak seperti begitu kenyataannya.


Fiona tentu saja ingin hidupnya seperti begini saja lurus tidak ada gelombang yang cukup berarti yang pada intinya hanya akan membuat dirinya menjadi seseorang yang tidak berguna sama sekali, kalau aku nanti hidupnya ada masalah ya cukup seperti ini saja tidak boleh sampai berlebihan karena Bukankah sesuatu yang berlebihan itu nanti terkesannya sangat tidak baik?


" aku kecewa dengan sikap yang kamu tunjukkan ini! Bukannya kamu mengikuti dan juga menghargai keinginanku Yang ada malah kamu melakukan sesuatu yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya, kalau kedatangan kamu ke kerajaan edelweis hanya ingin melakukan sesuatu ya kenapa kamu harus datang dengan cara baik-baik Kenapa tidak langsung berperang dari awal biar aku tahu kalau Sebenarnya kamu itu punya maksud terselubung dari segalanya? " jelas Fiona dengan guratan wajah yang penuh kekecewaan karena menurutnya Apapun yang terjadi segala sesuatu yang dihadapinya semua ini benar-benar tidak sesuai dengan harapannya semua ini benar-benar tidak sesuai dengan keinginannya.

__ADS_1


" Terserah kamu mau berpikir yang kayak bagaimanapun tapi intinya aku tetap akan ada pendirianku yaitu tidak akan pernah mengizinkan kamu kembali ke tempat itu lagi, meskipun pada akhirnya kamu bakalan marah kemudian tidak terima itu pun tidak masalah karena sudah lebih dari cukup kamu ada di tempat ini! " tegas Alexander yang tidak peduli dengan ekspresi wajah Viona yang terlihat menarik tidak suka ke arahnya.


viona yang sudah merasa dipermainkan memilih melempar guci antik berharga yang ada di dekatnya itu ke arah Alexander membuat pria itu tidak sempat mengelak dan pada akhirnya guci itu pun pecah mengenai bahunya, dan alhasil membuat bahu kanan pria itu pun memar namun dirinya tidak pernah mempermasalahkan hal itu.


"lakukan saja Apapun yang kamu ingin lakukan kalau memang hal itu bisa membuat kamu sadar jika aku benar-benar tulus ingin memperbaiki semuanya, tidak peduli nanti respon kamu bakalan seperti apa kemudian sikap kamu ke depannya bakalan kayak bagaimana namun Satu yang Pasti jika aku tidak akan pernah ada niatan untuk berpisah, " jelas Alexander penuh penekanan membuat Fiona sudah merasa bahwa pria itu sepertinya Tengah menguji batas kesabarannya entah sampai di mana.


"aku tidak peduli dengan apapun yang kamu katakan dan juga tidak peduli dengan segala sesuatu yang kamu lakukan, sebab intinya yang aku inginkan adalah kembalikan aku ke kerajaan edelweis kalau memang kamu tidak mau melakukannya Ya sudah pulangkan saja aku ke kerajaan Felicia bertemu dengan kedua orang tuaku di sana!" perintah Viona penuh penekanan namun Alexander menggelengkan kepala.


" Itu semua tidak akan pernah kamu dapatkan sampai kapanpun karena aku tidak akan pernah mau melakukannya, percuma berstatus sebagai suami kamu jika pada akhirnya kita tidak bisa melewati malam perkawinan bersama-sama seperti yang diinginkan oleh pasangan lain! " jelas Alexander dengan tatapan matanya yang sulit diartikan membuat Viona merasa yakin jika pria itu pasti sudah merencanakan ini dari jauh hari sebab terbukti Alexander sepertinya tidak menghargai apapun yang dikatakannya dari tadi.


" Jangan pernah kamu mendekatiku apalagi mencoba untuk menyentuhku, karena aku tidak akan pernah mengizinkan hal itu terjadi sebab biar bagaimanapun hubungan kita itu sudah lama selesai semenjak kedua orang tuamu membuangku saat itu, " tolak Fiona sambil Berusaha menjauh dan juga mendapatkan sesuatu yang bisa menjadi benteng pertahanannya sebab Sumpah demi apapun dirinya tidak pernah mengizinkan Alexander menyentuhnya walau hanya sedikit saja sebab menurutnya ini sudah sangat keterlaluan dan juga menyinggung perasaannya serta pria itu terkesan tidak pernah menghargai dirinya sama sekali.


" bersama dengan makhluk jadi-jadian kamu merasa begitu bahagia sedangkan bersama denganku yang jelas-jelas kita sama-sama manusia kamu merasa seolah-olah aku ini merupakan sesuatu yang sangat menjijikan, Jika seperti begini kelakuannya maka kamu memang sangat keterlaluan dan Sumpah aku benar-benar tidak menyukainya," jelas Alexander yang terlihat begitu kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh Viona ini namun percayalah wanita itu tidak peduli sama sekali.


" Aku ingin pulang dan tidak ingin berada di sini maka dari itu aku mohon Tolong jangan menahanku, karena di sini bukanlah tempatku dan aku hanyalah orang asing yang tidak pantas untuk berada di tengah-tengah kamu sedangkan kedua orang tua kamu menginginkan paling terbaik untuk kamu dan juga untuk kerajaan ini," ujar Fiona yang sengaja melunak maksudnya biar alih ke sandar bisa paham dengan pemikirannya bisa paham kenapa sampai dirinya berubah.


" kedua orang tuaku melakukan semua itu karena mereka belum tahu sikap kamu yang sebenarnya seperti apa dan posisi hubungan kita ini kayak bagaimana, namun setelah mereka tahu pasti mereka tidak akan pernah memperlakukan kamu dengan begitu buruk seperti kemarin-kemarin dan maaf juga Karena waktu itu aku tidak sempat menjaga kamu, " jelas Alexander berharap agar Viona paham tetapi terlihat wanita itu menggelengkan kepalanya karena dirinya tetap tidak akan pernah berubah pikiran dan menurutnya Alexander jelas saja tidak tahu apapun sebab pria itu adalah seorang raja yang jelas akan melakukan aktivitas di mana-mana bukan hanya di kerajaan saja.

__ADS_1


" aku tidak peduli Mau mereka menyukaiku atau tidak namun Satu yang Pasti tolong aku ingin pulang, jika memang kamu tidak ingin mengantarkanku pulang ya sudah tidak masalah karena aku bisa pergi sendiri tapi intinya aku tidak ingin ada di sini, " sahut Fiona menjelaskan karena daripada nantinya timbul pertanyaan yang begitu banyak yang tidak akan pernah bisa dijawabnya satu persatu soalnya semuanya tidak sesuai dengan harapan.


" pikirkan apa yang sudah kamu katakan ini dan Ingat jangan sampai aku benar-benar mengerahkan semua prajurit yang ada di muka bumi ini untuk menghabisi semua penduduk yang ada di kerajaan edelweis tanpa terkecuali supaya kamu sadar, jika Sebenarnya aku tidak pernah bercanda dengan Semua omonganku ini dan juga tidak pernah suka ketika milikku malah diambil paksa dariku dan tidak pernah dikembalikan lagi. " Alexander setelah mengatakan hal itu memilih meninggalkan Fiona sendirian membuat wanita itu benar-benar merasakan emosi dan akhirnya menghancurkan seluruh ruangannya itu layaknya baru habis gempa bumi dalam skala yang begitu besar baru saja terjadi beberapa saat yang lalu.


" kamu memang pria yang tidak punya hati seperti orang tuamu hanya menjadikanku barang mainan kalian yang tidak pernah kalian hargai sama sekali, Apa keinginan kalian katakan saja karena nanti pastinya orang tuaku akan mengabulkan yang penting Tolong jangan pernah mengurunggu di sini," teriak Fiona penuh penekanan namun tidak ada yang mendengarkannya lagi membuat seseorang yang dari tadi bersembunyi hanya bisa menatap iba ke arah wanita itu.


" Maafkan jika saya lancang yang mulia Ratu! Kalau Boleh saya tahu Kenapa anda tidak ingin berada di sini, padahal posisi ini sangat diinginkan oleh semua orang dan juga sangat dinantikan oleh para putri dari para menteri? " tanya Serafina yang entah bagaimana ceritanya tiba-tiba muncul di hadapannya Viona.


Fiona benar-benar terkejut dengan kedatangan seseorang yang sudah muncul di hadapannya sekarang sambil tersenyum ke arahnya, wanita yang tadi melayaninya namun setelah itu pagi entah ke mana dan sekarang Alexander baru pergi berapa menit yang lalu wanita itu malah sudah ada di hadapannya dan mungkin tadi bersembunyi di sekitarannya.


" Kamu kenapa tiba-tiba ada di sini? Kamu dari tadi menguntitku dan juga mendengar semua perdebatan yang kami lakukan, atau memang kamu sengaja melakukan ini agar maksudnya biar semua orang berpikiran yang tidak-tidak? "tanya Viona penasaran Tetapi wanita itu menggelengkan kepalanya Karena maksud dan tujuannya sebenarnya tidak seperti itu.


" Saya tidak tahu arah jalan ke kerajaan edelweis itu harus lewat mana Tetapi kalau perjalanan menuju ke kerajaan Venesia saya tahu sama sekali, karena memang Anda ingin ke sana Baiklah saya bakalan mengantarkan tetapi tolong bekerja sama lah dengan jangan menimbulkan kegaduhan serta membuat orang lain menjadi curiga! "saran dari serafina itu benar-benar membuat Viona berada pada posisi yang merasa aneh dan juga tidak jelas sebab wanita yang ada di hadapannya ini tidak pernah dikenal sebelumnya.


" kamu yakin dengan apa yang kamu katakan barusan atau kamu hanya sekedar ingin berbohong kepadaku, kalau memang iya aku mohon lebih baik kamu pergi dari hadapanku Jangan mengatakan hal-hal yang nantinya hanya akan membuat aku menjadi orang yang paling kecewa karena satupun tidak ada yang mengerti, "usir Viona sebab dirinya sudah capek setiap saat dipermainkan oleh keadaan tidak ada yang mengerti dan juga tidak ada yang mau peduli padahal dirinya hanyalah manusia biasa yang ingin dimengerti dan juga dipahami oleh siapapun.


" Saya hanya ingin melakukan sesuatu yang berdasarkan Saya dengar dan juga saya lihat bukan karena ingin mementingkan diri sendiri, dan itu tergantung dari Anda kira-kira mau seperti apa dan juga mau yang bagaimana nama intinya di sini maksud dan tujuan saya itu baik! "jelas serafina lagi karena dirinya tidak ingin ada yang sampai salah paham.

__ADS_1


Fiona tidak tahu lagi harus bersikap Bagaimana sebab di satu sisi dirinya ingin sekali bertemu dengan Marvel dan membantu pria itu menghukum Alexander, namun di sisi lain wanita itu tadi mengatakan jika dirinya tidak tahu jalan ke kerajaan edelweis ya satu-satunya dirinya harus bisa kembali ke kerajaan Felicia sekarang juga.


__ADS_2