
Ratu Viona tahu jika Apa yang dilakukan oleh Marvel tadi akibat rasa tidak terimanya ketika dirinya menyebut orang lain di hadapan pria itu, tetapi pertanyaannya Bukankah orang lain itu adalah suaminya jadi tidak ada salahnya kan kalau seorang istri berharap agar suaminya bisa datang dan menjemputnya pulang.
wanita itu bahkan sampai mengunci dirinya dalam kamar karena tubuhnya benar-benar rasanya mau patah semua akibat kelakuan dari Marvel tadi, seharusnya tidak perlu menggunakan perasaan tinggal bilang saja pasti dirinya juga paham bukan Malah memperlakukannya seperti seorang penjahat yang pantasnya untuk dihabisi seperti itu.
" ayah Ibu aku ingin pulang aku tidak mau ada di sini karena di sini semuanya neraka tidak ada satupun yang baik, Mereka ingin agar aku mati perlahan jadi lebih baik tolong ambil dan pulangkan aku dari sini karena aku sungguh-sungguh sudah tidak betah lagi! "lirih Fiona yang benar-benar merasa tersiksa dengan semua yang ada di hadapan hati ini sedangkan Marvel memilih untuk duduk di depan pintu kamarnya Ratu Ratu Fiona untuk memastikan keadaannya secara langsung.
Marvel mendengar ada tangisan di dalam kamar itu membuat dirinya yakin kalau suara itu merupakan suara dari Viona yang tengah kesakitan, membuat pria itu benar-benar merasa bersalah karena tadi ya begitu murka sampai-sampai menyakiti Viona tanpa perasaan.
" Maafkan aku jika sudah kasar dan menyakiti kamu tetapi Percayalah ini semua aku lakukan karena tidak ingin kamu pergi menjauh, Anggap saja aku merupakan seorang pria egois tetapi aku harus melakukan apa agar kamu paham kalau aku tidak ingin kamu menyebut orang lain di antara kita berdua? " batin Marvel yang benar-benar menyalahkan dirinya karena sudah lebih mementingkan ego dan juga emosi di atas segala-galanya dan alhasil Fiona Yang Tersakiti dan Fiona juga yang harus menderita seperti itu Coba saja Tadi ia menyakiti dirinya sendiri pasti wanita itu sekarang dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
" Amanda tolong aku, datang dan bujuk Fiona agar mau lukanya diobati! " bisik Marvel yang ia yakin Amanda pasti akan mendengarkan apa yang ia katakan itu.
Amanda yang tengah bersantai merasa heran ketika ada telepati yang datang berasal dari Marvel, dan lebih parahnya lagi itu ada menyangkut dengan Viona padahal setahunya wanita itu dalam keadaan baik-baik saja.
" Kakak kenapa malah duduk di situ cepat buka pintunya, Lain kali kalau tidak tahu memperlakukan seorang wanita lebih baik tidak usah menahannya! " Amanda benar-benar merasa emosi ketika datang dan mendengar cerita dari Marvel jika sakitnya Fiona Itu akibat dirinya yang menggunakan kekuatan untuk menyakitinya.
saat sampai di ruangan di mana tempat Marvel menahan Fiona Amanda benar-benar merasa emosi ketika melihat pria itu duduk sambil menundukkan kepalanya menampilkan raut wajah bersalahnya, Padahal dia harus sadar kalau semua sudah terjadi dan tidak akan mungkin bakalan kembali lagi serta pasti Viona sangat membencinya.
" Oh jadi ceritanya di sini aku yang salah atau Viona yang salah, karena sudah dengan beraninya menyebut nama orang lain dan kamu juga sudah dengan beraninya menggunakan kekuatan kamu? Eh asal kamu tahu saja ya abang ku tersayang jika Apa yang kamu lakukan itu bukan malah membuat dia bisa menerima keadaan kamu tetapi dia malah membenci kaummu, coba saja kalau kamu melakukan sesuatu berpikir dulu ya pasti tidak akan ada kejadian seperti ini kan yang akhirnya merugikan? "Amanda tidak perlu jika yang ia nasehati sekarang merupakan seorang raja yang pantasnya harus dihormati bukan malah diperlakukan buruk oleh rakyatnya sendiri.
__ADS_1
" Aku tidak tahu jika perasaanku bakal merasa tidak nyaman ketika dia pura-pura mengabaikan diriku seperti itu, jadi aku mohon Tolong dia dan jangan sampai dia merasa kesakitan sampai berlarut-larut dan alhasil aku akan menanggung rasa bersalah ini!" Pinta Marvel penuh permohonan.
Marvel dan juga Amanda kini tengah berbicara di depan ruangan di mana Marvel menahan Fiona di dalamnya, ruangan yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun, membuat Amanda menghela nafasnya kasar coba saja kalau pria yang ada di hadapannya itu bisa bersifat lembut terhadap wanita itu ya Otomatis kejadiannya tidak akan seperti begini.
" Lain kali kalau tidak tahu bertanggung jawab lebih banyak lagi berperang sama daripada berperang dengan seorang wanita tidak akan pernah menang sama sekali, karena hasil akhirnya akan membuat orang lain pusing dan kamunya senang karena berharap masalah kamu bisa segera beres padahal tidak bantu memikirkan apapun! "omel Amanda yang benar Lagi dan lagi tidak pernah peduli dengan siapa saat ini ia Tengah berbicara yang penting intinya ia mengeluarkan semua keluh kesahnya agar pria itu sadar jika tidak selamanya masalah di dunia ini hanya bisa diselesaikan dengan kekerasan seolah-olah tidak ada jalan keluar lagi.
" kakak ipar bisa kamu bukakan pintu untukku karena aku ingin berbicara sesuatu tentang manusia setan yang sudah menyakiti kamu tadi, kalau memang kamu tidak bisa melawannya biar aku yang bantu tetapi setidaknya Tolong bukakan pintu karena aku ingin memastikan keadaan kamu secara langsung kemudian bisa menghitung banyaknya jumlah yang harus kita balaskan kepada pria aneh itu! "bujuk Amanda sambil menatap tajam ke arah Marvel yang hanya bisa melihat dari celah pintu karena ia takut mendekat dan ketika Viona menatapnya akan merasa ketakutan lagi seperti tadi maka dari itu biarlah seperti begini saja meskipun ada rasa penasaran dengan keadaan wanita itu.
Viona sadar dirinya tidak mungkin mengobati dirinya sendiri karena ia tidak tahu teknik pengobatan apa yang dipakai di tempat itu, maka dari itu secara perlahan Ia pun membukakan pintu dan terlihat ada Amanda di sana yang benar-benar terkejut melihat keadaannya.
__ADS_1
membulatkan matanya sempurna ketika melihat keadaan Fiona saat ini yaitu di mana wajahnya yang pucat itulah respon pertama yang dilakukan oleh Amanda, dan terlihat begitu banyak darah berkisar di mana-mana membuat wanita itu mencoba untuk tetap fokus tidak ada yang namanya menyakiti Fiona meskipun tiba-tiba jiwa iblis di dalam diri Amanda muncul ke permukaan namun ia berusaha untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi sama sekali.
Percayalah jajaran darah yang ia lihat itu begitu sangat menggoda, dan dirinya tidak bisa menahan untuk merasakan sedikit namun Ia tetap harus berusaha fokus.