
Hari itu adalah hari yang terburuk untukku hari yang buruk untuknya juga bahkan masa depan kami juga dipertaruhkan. Hanya tinggal ketulusan saja jika tidak semuanya akan berakhir, akankah cinta yang berakhir dengan kepedihan akan menjadi kebahagian di kehidupan kita selanjutnya? Aku harap begitu, akan aku cari dimana pun kamu berada walaupun aku tidak mengenalimu tapi aku yakin cinta kita akan menjadi satu hanya kau dan aku. Beginikah benarnya cinta? Harapanku dan harapanmu sama semoga menjadi akhir yang bahagia selamanya.
Sebelumnya aku tidak tahu apa itu cinta, di saat aku bertemu denganmu hatiku sudah terikat. Kau juga bilang tentang cinta hingga kita menjadi pemuja cinta, tapi apakah yang kita lakukan ini benar? Sejujurnya aku benar-benar yakin dengan cinta kita aku berharap kita selalu bersama. Akankah harapan kita akan menjadi nyata? Jika terjadi penyesalan berarti cinta kita tidak benar, tapi sungguh aku tidak akan pernah menyesal mencintaimu kau adalah milikku apapun yang mereka ambil dari diriku atau dirimu kau tetap milikku akan tetap menjadi milikku.
Jika aku menyerah mungkin aku tidak akan berada di puncak ini, siapa sangka semua ambisiku telah tuntas semuanya kecuali cinta. Sejak dulu aku memang ingin menjadi wanita yang berpendidikan dan kehidupanku harus bebas finansial. Setiap perjuangan pasti berbuah manis benar kata miliarder-miliarder dunia, kegagalan bukan untuk di sesali tapi untuk di pelajari. Keberhasilan yang aku dapatkan ini semuanya dari hasil keringatku sendiri, cita-citaku memang menjadi orang yang kaya raya tapi aku memanfaatkannya untuk orang lain aku ingin membantu mereka yang membutuhkan.
Bagaimana rasanya jatuh cinta? gumamku di apartemenku yang mewah ini.
Setelah sholat Isya aku putuskan berjalan sejenak mengelilingi taman di dekat apartemenku, malam ini adalah malam Minggu ada beberapa anak-anak remaja yang nongkrong sambil tertawa ria aku yang duduk tak jauh dari mereka ikut tertawa kecil. Ku lihat di sisi lain sepasang kekasih bergandengan tangan,di lihat dari wajah bahagia mereka pasti menceritakan masa depan yang indah. Betapa beruntungnya mereka, kapan priaku datang jika Allah izinkan kita pasti bertemu itu pasti.
"Aww," teriak ku tiba-tiba secepat kilat pria berbaju hitam itu merampas handphone ku, aku tak ingin mengejarnya karena aku bisa beli baru. Tapi mungkin menyenangkan mengejarnya anggap saja aku olahraga malam, aku tidak takut toh aku bisa bela diri. Aku kehilangan jejak, tapi aku berlari sekencang-kencangnya agar cepat menemukan pencuri handphone ku. Aku terus berlari kencang hingga di tikungan aku lepas kendali kakiku tersandung batu di jalan taman, tepat sekali orang yang di depanku ikut ambruk bersamaku.
__ADS_1
"Maafkan aku," suaraku pelan sekali entah dia mendengar ku atau tidak, aku merasa semua tulangku sudah patah sakit sekali badanku.
"Heh, apa salahku? kenapa kau menabrak ku?" tanya pria muda yang sudah berdiri sambil membersihkan baju kaos merah yang terkena debu jalan taman itu.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja." Suara Rasha terdengar kesakitan sekali, diapun masih terbaring di jalan itu. Rasanya jika aku berdiri tulang-tulang ku pasti menjerit memberontak, aku benar-benar meringis kesakitan. Sudah lama aku tidak olahraga, sekarang aku menyesal dengan kemalasanku beberapa bulan ini.
"Sini aku bantu," pria itu menyodorkan tangannya ke Rasha, Rasha langsung menyambut tangan pria itu.
"Makasih ya," jawab Rasha berusaha bangkit. Saat menyambut tangannya dia merasakan hal yang berbeda. "Astaga perasaan apa ini?" tanyanya dalam hati.
"Kenapa ada pria yang begitu tampan di dunia ini, tolong jawab aku? ucap Rasha saat berdiri menghadap pria tersebut, Rasha sungguh terpesona melihat wajah pria itu, saat dia berhadapan muka dengan pria itu dia menatap lekat matanya tak peduli sakit tulang atau badannya karena jatuh. " Kau sungguh mempesona, siapakah kau?" lanjut Rasha bertanya.
"Aku adalah penunggu aku juga pencari tapi saat ini aku adalah pecinta." Jawab pria itu dengan menatap dalam mata Rasha, panas ini kian membara inikah cintaku. Pria tersebut merasakan yang sama, ada gejolak yang membara.
__ADS_1
Mendengar kata pria itu Rasha merasakan darahnya telah mendidih, darahi di dalam tubuhnya juga membara. "Bangunlah aku, kenapa aku bermimpi seperti ini." Ucapnya pelan tetapi terdengar oleh pria tersebut, bagaimana tidak mereka seperti berpelukan hanya saja wajah mereka melihat satu sama lain.
"Jangan bangun, berilah waktu sejenak aku ingin melihat keindahan mu. Tersenyumlah gadis, apa kau tidak ingin terus melihatku seperti ini?" sambung pria yang berkharisma itu.
"Jika itu menyenangkanmu aku akan tersenyum, tapi biarkan aku menatap lama wajahmu seperti ini." Jawab Rasha yang sedang di mabuk cinta, dia mulai tersenyum sambil menatap wajah indah itu.
"Indah sekali bunga ini, aku ingin keabadian seperti ini selalu bersamamu. Apakah permintaanku ini berlebihan untukmu gadis?" kata pria berkharisma setelah melihat senyumnya Rasha, "bunga kau begitu indah malam ini, indahnya dirimu." Sambungnya terus menatap dalam mata Rasha.
"Bahkan di kehidupan selanjutnya pun aku enggan jika berjauhan darimu, kau begitu tampan. Tidakkah kau sudah tahu jawabanku wahai pria berkharisma." Jawab Rasha penuh perasaan, matanya tetap sama mata indah di bias cahaya bulan terang malam ini begitu sangat indah menarikku dalam cintamu.
Hanyut dalam buaian cinta, dengan kata tak bisa menghentikannya. Bibir yang telah basah itu berpeluang besar untuk saling mengenali, angin malam yang sejuk begitu membuai dan suasana indah taman itu menambah pesona cinta. Pesona itu mengalahkan segalanya aku terjebak dalam dekapmu, tapi ini jebakan yang indah. Maukah kau kasihku berbagi kisah ini pada mereka, agar mereka merasakan kenikmatannya. Aku benar-benar terbuai akan dirimu, bisanya kita bertemu dengan cara seperti ini. Kisah apa yang akan kita jalani nanti, aku harap kisah kita ini menjadi kebahagiaan untuk kita.
Siapakah kau? Mengapa kau begitu mempesona? Apakah kau malaikat? Ataukah kau akan menjadi priaku?
__ADS_1
Aku terlelap dengan cinta, kau begitu handal membuat hatiku panas. Aku berkecamuk dengan banyak pertanyaan, tapi aku hanya ingin dirimu. Lembutnya bibirmu malam ini aku takkan melupakannya, pertemuan ini sangat tidak terduga. Inikah caranya menjalankan awal dari sebuah rasa, mataku terpejam menyambutmu nafas kita saling memburu aku menyerah begitu saja aku sudah terikat. Pandangan pertama ini membuatku benar-benar jatuh,baru pertama kali aku merasakannya aku pasrah dengan keadaan tapi aku ingin ini tak berakhir. Jadi, inikah namanya jatuh cinta?