
" Ada apa pak manggil saya?" Tanya Goman, tetapi kali ini ia tampak bahagia karena kejadian tadi.
Brukk ... Pak Amek atasannya memukul meja dengan genggaman tangannya, Goman sampai terperanjat karena kaget.
" ADA APA PAK?" Lantang suara Pak Amek hingga membuat Goman menutup telinganya " heh dengerin ini jangan nutup telinga." Dari raut wajah Pak Amek ia tampak kesal sekali hari ini Goman sangat khawatir di buatnya.
" Salah saya apa pak?" Tanya Goman ketakutan.
" Salah kamu yang tadi." Pak Amek membuatnya bingung perasaan ia memasukkan barang-barang yang baru datang ke gudang tadi tak ada yang berantakan ataupun tercecer.
" Ih dasar kamu Goman, kamu tau salah kamu apa?" Tanyanya sebal.
" Gak tau pak." Iya menjawab pelan iya takut iya di pecat.
" Kamu gitu-gituan tadi sama dia." Kata Pak Amek ragu untuk bilang kepadanya.
" Gitu-gituan apanya pak?" Tanya Goman bingung.
" Dasar kamu, kamu tadi mencium perempuan itu kan?" Katanya makin kesal " Kenapa harus di kantor sih kalau mau begitu-begituan dan kenapa saya harus melihat kalian berdua sedang begitu-begituan." Pak Amek menangis tanpa air mata membuat Goman makin bingung di buatnya. " Goman, kamu memang jahat kamu tahukan umurku sudah 42 tahun dan aku belum menikah jadi kenapa kamu harus pamer, harus pamer di kantor ini apalagi di depanku." Racaunya makin gila dan mengusap rambutnya.
Goman yang melihat itu langsung meminta maaf menundukkan badannya beberapa kali dan langsung bergegas pergi dari ruangan atasannya itu, saat keluar dari ruangan ia langsung mengusap dada nafasnya tersengal karena ia harus terjebak di ruangan dengan pertanyaan dan pernyataan seperti itu ia sangat bingung dengan sikap Pak Amek tadi ia tahu kalau Pak Amek belum menikah bahkan iya juga tahu kalau hubungan Pak Amek dengan janda anak satu yang kemarin tidak berjalan dengan lancar.
__ADS_1
Tapi yang lebih membingungkan lagi kemana Rasha pergi setelah menciumnya ia pergi terbirit-birit meninggalkan Goman sendirian, Goman hendak mencari Rasha tapi apalah daya teman kerjanya memanggilnya.
"Eh mau kemana Lo, tuh ada barang baru masuk yuk kita masukin dulu " kata Erol teman kerjanya
" Eh nggak, yuk banyak ya yang baru masuk?" Tanyanya berharap kerjaannya cepat kelar agar cepat menemui Rasha.
"Lumayanlah." Jawab temannya santai kemudian mereka beranjak untuk mengangkat barang.
Celana jeans, baju kaos, jacket hitam yang sudah terlepas dari badannya dan rambut yang di kuncir satu. Penampilan Rasha sangat simpel berbeda dengan para Manajernya yang memakai jas lengkap terlihat sangat berwibawa dan rapi, tetapi apa boleh buat sebaik apapun tampilan mereka yang berkuasa di sana adalah Rasha gadis sederhana tetapi memiliki kepercayaan diri yang tinggi khususnya tentang kesuksesan hidupnya.
" Jadi gimana Bu, data ini cukup memastikan bahwa tingkat keseliruhan keuntungan kita makin besar dan saya Rasha Ibu dapat melanjutkan membuat perusahaan di Sumatera." Jelas Manajer Kasim ia ku tugaskan menjadi Manajer di perusahaan kebugaran milikku.
" Benar Bu semakin berkembangnya perusahaan-perusahaan kita di Indonesia kemungkinan kita bisa membuat perusahaan besar di luar negeri." Tangkas Manajer Yuda ia ku tugaskan menjadi Manajer di perusahaan di bagian wisata milikku juga.
" Boleh juga Bu, saya dengar-dengar makanan di Sumatera enak juga." Jawab Manajer Lia yang aku tugaskan di perusahaan kosmetik milikku.
" Tapi saya rasa bagusnya perusahaan itu terletak di kota Medan berhubung saya lahir disana Kotanya termasuk salah satu kota terbesar di Sumatera." Kata Manajer Natan tugasnya di perusahaan yang paling menguntungkan yaitu produk makanan kaleng.
" Oke bagus juga, saya akan pertimbangkan ada yang lainnya. Kalau kamu Manajer Jo?" Rasha melihat Joan yang hanya memperhatikannya saja.
" Eh iya Bu lebih bagus jika kita mencakup di beberapa kota di Indonesia." Jawabnya sambil tersenyum.
__ADS_1
" Oke baiklah rapat kali ini sampai di sini dulu, semoga bulan ke depannya ke untungkan kita makin meningkat lagi. Jangan lupa servicenya di beri adil ke setiap karyawan ya." Kata Rasha sambil melihat Jo, karena Jo yang di tugaskan memberi gaji dan service untuk para karyawan.
" Iya Bu." Jawab Jo tersenyum makin lama saat melihat Rasha, ia makin jatuh cinta dengannya walaupun ia tahu Rasha pasti akan menolaknya lagi.
Hujan sudah berhenti ia kembali ke parkiran untuk pulang, ia juga sempat melihat Goman tengah bekerja mengangkat barang-barang yang datang ia tersenyum melihat laki- yang di sukainya itu.
Saat di jalan ia melihat swalayan, ia ingin membeli minuman dan makanan ringan untuk cemilannya di Apartemen agar ia tak mati kelaparan di musim hujan ini. Ia ingin membeli makanan sebanyak-banyaknya, ia memarkirkan mobil dan memasuki swalayan. Melihat sekeliling sambil membawa trolly ia mengambil makanan ringan seenaknya, ia celingukan mencari makanan ringan waktu itu ia beli dia menyukainya tapi lupa nama makanan ringan itu. Saat menghadap kebelakang ia menabrak perempuan muda Rasha hendak terjatuh ia menangkap tangan wanita muda itu tetapi meleset ia malah menarik gelang wanita itu lalu terputus.
" Aww." Iya terjatuh wanita muda itu kaget melihatnya dan di tambah lagi gelang kesayangannya putus. Sebenarnya umur mereka tidak lah jauh mungkin di taksir beda 5 atau 6 tahun, " sakitnya." Keluh Rasha sambil memegang pinggangnya, ia tak menyangka akan terjatuh seperti ini lagi.
" Kakak gak apa-apa?" Tanya gadis itu lalu meraih tangan Rasha, ia menggapainya lalu berdiri.
Berhasil berdiri tak membuat Rasha lepas dari rasa bersalahnya ia memutuskan gelang wanita muda itu. Rasha memungut gelang tali yang dipakai wanita itu terputus ia melihat ada mainan gelang berbentuk cinta berwarna merah hati.
" Aku minta maaf ya sudah mutusin gelang kamu, akan aku ganti kok berapa harganya?" Tanya Rasha sangat bersalah.
" Udah gak apa-apa santai aja kak, sini gelangnya biar aku simpan aja." Wanita muda itu meminta kembali gelang tersebut Rasha yang tampak bersalah perlahan memberikan gelang yang di rusaknya itu.
" Maafkan aku ya sekali lagi." Raut wajah sedih Rasha tampak sekali.
" Iya gak apa-apa, gelang ini adalah pemberian dari orang yang paling aku sayangi dia bilang dia memberikannya karena dia benar-benar menyayangi aku." Jelas wanita itu, tapi dia masih tampak ceria.
__ADS_1
" Ya udah ya kak, aku mau bayar dulu sekalian pulang." Wanita itu pergi meninggalkan Rasha yang masih terpaku dengan penjelasannya.
Huh andai ada orang yang begitu menyayangi ku memberiku sesuatu yang berarti seperti tadi, aku termenung sejenak berpikir kembali pasti wanita itu khawatir di marahi atau ia langsung di campakkan oleh pria yang memberikan gelang itu jika mengetahui gelang itu sudah putus. Astaga tidak, tapi apakah cinta sekejam itu hanya masalah gelang saja sudah bertengkar hebat atau malah memutuskan cinta. Huh dasar aku pikiran kemana-mana bilang aja aku iri kan karena tidak pernah di beri barang-barang istimewa seperti itu. Pokoknya aku mau, aku mau, Goman.