Rasha Dan Goman

Rasha Dan Goman
Sepuluh


__ADS_3

Goman menarik tangan Rasha ke luar kantor ia membawa Rasha ke tempat parkir dan menyandarkan Rasha di mobilnya, ia berdiri di depan Rasha tangannya di letakkan di belakang kepala Rasha ia khawatir saat Rasha mundur ke belakang kepalanya terbentur mobil miliknya. Goman menatap Rasha penuh curiga yang di tatap ketakutan ia takut ketahuan.


"Kamu kok ada di kantor?" Wajah Goman mendekati wajah Rasha, Rasha kebingungan mau menjawab apa.


"Anu.. anu.." Rasha tidak dapat menjawab pertanyaan Goman.


"Kenapa?" Wajah Goman makin mendekati Rasha ia makin tertarik dengan wanita di depannya itu.


"Mmmm." Rasha mengalihkan wajahnya ke samping Goman melihatnya makin tertarik dengan Rasha.


Goman meraih dagu Rasha ia menghadapkan wajahnya lebih dekat lagi, bibirnya ingin mencicipi milik Rasha lagi saat makin mendekat Rasha mendorong pelan dada bidang Goman dengan tangannya. Goman kaget dengan aksi Rasha ia makin memiringkan kepalanya menghadap Rasha.


"Aku belum gosok gigi." Hanya itu yang mampu di ucapkan Rasha.


Goman mendengar itu hanya tersenyum matanya makin lekat menatap wajah Rasha, tanpa sadar bibir mereka telah menyatu, cinta di pagi hari tumbuh rasa kesal Rasha sudah menghilang gara-gara Silsi. Ia hanya merasakan terbang tinggi, sabaran jantungnya terasa berhenti sesaat. Kisah kemarin terulang kembali.


Goman dan Rasha masuk ke dalam mobil ia saling berhadapan dan tersenyum senang.


"Aku minta izin ke kantor dulu ya, kamu tidur di rumah aku aja mulai sekarang." Kalimat Goman membuat Rasha kaget setengah mati.


"Tapi aku ..." Perkataan Rasha terputus saat bibir Goman kembali kembali mendarat di bibirnya membuatnya kaget setengah mati.


"Oke aku minta izin dulu ya." Goman keluar dari mobil sambil tersenyum senang meninggalkan Rasha yang masih terpaku.


Cukup lama Goman pergi belum kembali membuat rasa bosan, saat ingin melihat isi mobil Goman ia melihat dompet Goman ia penasaran dengan isinya. Rasha membuka dompet pria yang baru menciumnya itu ia sangat kaget melihat poto pernikahan Goman yang ada di dompetnya jantungnya seperti hendak meledak melihat itu, ia langsung mengembalikan dompet saat melihat Goman sudah mau masuk ke mobil.


Rasha merasakan sakit hatinya tetapi ia tahan, ia melihat Goman yang sudah duduk di sampingnya hanya bisa tersenyum hambar.

__ADS_1


"Oke kita berangkat." Goman dengan senang membawa wanitanya untuk tidur di rumahnya ia melajukan mobilnya tanpa beban berbeda dengan Rasha ia sangat berat hati sat itu.


"Mmm aku ..." Perkataannya terpotong saat tangan Goman memegang tangannya.


"Aku apa Rasha, udah kamu tidur di rumah aku aja ya masa kamu tidur di kantor sih nanti sekretaris Silsi itu makin marah sama kamu." Rasha tidak menghiraukan perkataan Goman ia hanya fokus dengan benda yang tergantung di tangan Goman, mainan gelang itu sama dengan mainan gelang wanita yang tidak sengaja di putuskannya itu.


Pikiran Rasha makin kacau prasangka demi prasangka sudah memenuhi isi kepalanya, ia sudah lupa dengan dirinya sendiri.


"Oke kita sudah sampai." Goman sudah keluar dari mobil, kemudian membukakan pintu mobil Rasha. Sedangkan Rasha hanya mengikuti perkataan Goman ia bingung harus berbuat apa.


Goman mengetok pintu rumahnya dengan semangat.


"Sayang bukak dong pintunya." Teriak Goman membuat Rasha seperti tersambar petir.


Pintu terbuka sosok perempuan muda muncul dari balik pintu ia malah fokus melihat wanita yang di samping abangnya itu.


Jadi panggilan untuk suaminya Abang, dasar aku hanya banyak berharap lalu apa arti ciuman itu. Pikiran Rasha sudah kemana-mana ia tidak tahu harus berbuat apalagi, ia bahkan berfikir akan dipermalukan saja.


"Kerja lah nanti Abang balik lagi ke kantor, yuk masuk." Goman memegang tangan Rasha memasuki rumah, Rasha yang pikirannya entah kemana hanya menurut.


Minam sudah duduk di depan tv sekalian ruang tamu rumah itu, di susul Rasha dan Goman yang berdekatan sambil berpegangan tangan. Rasha tanpa sadar dengan apa yang terjadi, Minam yang melihat tingkah abangnya hanya tersenyum.


"Rasha kenalin ini adik aku, namanya Minam." Minam langsung meraih tangan Rasha dan berjabat tangan, ia langsung tersadar dan melihat tangan wanita itu tanpa gelang yang kemarin.


"Aku Rasha." Jawabnya berusaha fokus.


"Eh kayaknya kita pernah ketemu deh, oh iya kakak kan yang kemaren mutusin gelang aku." Semangat Minam membuat kaget Rasha.

__ADS_1


"Eh... Maaf ya soal itu." Jawab Rasha bingung dengan keadaan, jadi siapa istrinya isi kepala Rasha masih di penuhi dengan Poto pengantin itu.


"Udah gak apa-apa kak, lagian Gelangnya udah di pakek Abang kok." Menunjuk ke tangan Goman, Rasha yang melihatnya hanya tersenyum.


"Oh iya Minam kak Rasha tidur di sini ya mulai sekarang." Kata Goman sambil menunjukkan gelang yang ada di tangannya. Rasha mati kebingungan dengan keadaan yang di hadapinya.


"Oke bang, tapi Abang tau kan aku gak bisa tidur sama orang lain, lagian kamar kita kan cuma dua bang yang kosongpun udah jadi gudang." Jelas Minam.


"Udah gampang kok Rasha tidur dengan Abang aja." Perkataan Goman membuat Rasha terlonjak kaget.


"Hah kita kan belum nikah." Jawab Rasha langsung.


"Iya iya nanti kita nikah ya." Goman menjawab enteng sambil menggenggam tangan Rasha, Rasha makin bingung di buatnya.


"Aku mau mandi dulu ya bang, nanti aku mau ngampus." Minam berlalu meninggalkan mereka berdua ia hanya tersenyum melihat tingkah abangnya.


Rasha dan Goman saling berhadapan raut wajah Goman sangat senang sebaliknya dengan Rasha ia masih tak tau apa yang akan di hadapinya. Wajah Rasha membuat Goman makin tertarik, ia tersenyum melihat wajah Rasha yang polos. Ciuman mendarat di bibir Rasha lagi dan lagi membuatnya gelalapan.


"Oke aku berangkat kerja dulu ya, tuh kamar aku masuk aja." Goman menunjuk kamarnya dan berlalu pergi meninggalkan Rasha.


Rasha terpaku dibuatnya semuanya membingungkan Rasha melihat punggung Goman perlahan menghilang di balik pintu. Ia melihat pintu kamar Goman dengan penuh tanda tanya, ia masuk ke kamar itu sangat rapi dan bersih membuatnya malu dengan keadaan apartmentnya.


Apartemennya juga rapi hanya saja housekeeping yang membersihkan bukan dirinya, melihat sekeliling ia melihat poto di atas meja samping tempat tidur Goman. Poto pernikahan, ia mendapat dan mengambil poto itu ia perhatikan dengan seksama ia ini adalah poto pengantin.


Ceklek, pintu terbuka Minam berdiri dan mendekati Rasha ia melihat Rasha memegang poto pernikahan kakaknya, Rasha yang sadar itu langsung meletakkan poto tersebut kembali.


"Nih kak baju aku, kakak boleh pakek kalau butuh baju ambil aja di kamar aku ya. Ukuran badan kita juga sama kan." Minam terlihat baik, ia perhatian dan percaya diri terlihat dari sikap dan wajahnya yang cantik.

__ADS_1


"Hari ini sangat membingungkan, malah harus tinggal di rumah ini. Kalau saja Mancung tahu dia pasti marah besar, tapi bagaimana aku keluar dari rumah ini." Berharap semuanya berjalan dengan baik.


__ADS_2